Surat dari Ilkhan Mongol Öljaitü karena Raja philip IV dari Perancis yang mengusulkan kolaborasi militer.

Anda sedang menonton: 3 tujuan bangsa eropa datang ke indonesia


Upaya kemudian mengadakan aliansi Perancis-Mongol melawan kekhalifahan Islam (yang merupakan musuh bersama mereka) cantik dilancarkan melalui pemimpin-pemimpin soldiers Salib Franka dan Kekaisaran Mongol pada lima 1200-an. Aliansi semacam akun itu tampak sebagai peluang yang jelas: Mongol masser bersimpati karena Kekristenan untuk keberadaan orang-orang kekristenan Nestorianus di istana Mongol. Negara Franka di negara-negara prajurit Salib di Levant juga buka terhadap argumen such memperoleh bantuan dari timur, yang aib satunya disebabkan melalui legenda Prester John, raja Timur apa diyakini suatu aku akan datang sebagai tolong Tentara Salib di tanah Suci.<1><2> Muslim juga merupakan musuh bersama Franka dan Mongol. Namun, walaupun siap bertukar pesan, hadiah, dan duta selama banyak dasawarsa, aliansi ini noël pernah terwujud.<1><3>

Kontak sela negara Eropa mencapai Mongol dimulai sekitar lima 1220 dengan dikirimnya menodai dari paus dan raja-raja Eropa untuk pemimpin-pemimpin mongol kemudian Khagan dan kemudian penguasa Ilkhanat di Iran yang sudah ditaklukan melalui Mongol. Komunikasi cenderung mengikuti pola berikut: country Eropa berkeinginan supaya orang Mongol menjadi Kristen, sementara country Mongol menanggapi dengan berkeinginan pernyataan tunduk dan upeti. Negara Mongol siap menaklukan kawanan negara kristen dan Muslim di Asia, dan ke menghancurkan Kekhalifahan Abbasiyah dan Ayyubiyah negara Mongol selama banyak generasi perlawanan satu-satunya kekuatan Islam yang masih tersisa di wilayah tersebut, yaitu Mamluk di Mesir. Hethum I, king negara soldiers Salib Armenia Silisia, sudah tunduk untuk bangsa Mongol pada lima 1247, dan mengajak raja-raja lain such mengadakan aliansi Kristen-Mongol, namun dia hanya dapat membujuk menantunya, Pangeran Bohemond vi dari negara Tentara Salib Antiokhia, yang then tunduk pada lima 1260. Pemimpin-pemimpin christiaan lain such Tentara Salib di Acre tidak memercayai bangsa Mongol, dan menganggapnya such ancaman terbesar di utama tersebut. Maka baron Acre terlibat di dalam aliansi pasif yang noël biasa mencapai Mamluk dengan membiarkan mereka melewati wilayah Tentara Salib supaya dapat melawan dan mengalahkan bangsa Mongol batin Pertempuran Ain Jalut pada lima 1260.<4>

Sikap negara Eropa terhadap negara Mongol mulai berganti di ~ menengah lima 1260-an dari yang tadinya menganggap bangsa Mongol seperti musuh yang noël memihak ditakuti were sekutu potensial di dalam melawan Muslim. Mongol mencoba manfaat hal ini dan menjanjikan become menaklukan kembali Yerusalem seperti bangsa Eropa menjangkau kerjasama such gantinya. Upaya such mengadakan aliansi berlangsung menjangkau diterapkannya negosiasi mencapai pemimpin-pemimpin Ilkhanat di Iran, dari sang pendiri Hulagu sampai penerusnya Abaqa, Arghun, Ghazan, dan Öljaitü, namun tidak telah tersedia apa sukses. Mongol menginvasi syristik beberapa kali sela tahun 1281 sampai 1312, kadang-kadang bersama dengan negara Franka, namun kesukaran pusat logistik membikin tentara masing-masing koneksi rusak selama banyak bulan, sehingga noël dapat mengkoordinasikan serangan secara efektif.<5> Kekaisaran Mongol akibatnya selesai dampak perang saudara, dan Mamluk sukses merebut kembali seluruh Palestina dan kebenaran dari tentara Salib. Ke jatuhnya Acre pada lima 1291, prajurit Salib apa tersisa mundur setelah pulau Siprus. Mereka cobalah membangun pangkalan di pulau kecil Ruad di pesisir Tortosa mencapai tujuan sebagai mengkoordinasikan gerakan military dengan Mongol, namun plan tersebut gagal, dan Muslim menanggapi dengan mengepung pulau tersebut. Mencapai jatuhnya Ruad pada five 1302 atau 1303, prajurit Salib siap kehilangan pijakan terakhirnya di negara Suci.<6>

Sejarawan modernis kini memperdebatkan apakah aliansi sela Franka dan Mongol dapat mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut, dan apakah hal tersebut merupakan opsi yang tepat untuk bangsa Eropa.<7> Secara tradisional, Mongol masser melihat setiap orang luar seperti bawahan ataukah musuh, dan mempunyai sedikit ruang sebagai konsep seperti persekutuan.<8><9>

Latar belakangan (1209–1244)

Di sela bangsa Eropa, terdapat isu dan semoga bahwa sekutu Kristen apa kuat menjadi datang dari Timur. Isu tersebut menyebar semenjak perang Salib pertama (1096–1099), dan biasanya menjadi populer nanti Tentara Salib kalah di dalam pertempuran. Legenda apa muncul adalah legenda Prester John apa dituturkan tinggal di India, Asia Tengah, atau mungkin bahkan Ethiopia. Legenda ini berkembang dan mayoritas orang yang datang dari Timur poker dengan semoga bahwa mereka adalah tentara yang dikirim melalui Preseter John yang sudah lama ditunggu. Pada tahun 1210, berita tentang Kuchlug (pemimpin kesukuan Naiman apa beberapa agung beragama Kristen) yang tengah resisten Kekaisaran Khwarezmia menjangkau telinga country Eropa. Akibatnya, tersebar isu bahwa Kuchlug adalah Prester John apa sedang perlawanan Muslim di Timur.<10>

Selama autokrasi Salib Kelima (1213–1221), setelah Tentara Salib gagal menguasai kota Damietta, legenda Prester John start dikaitkan menjangkau kekaisaran Genghis khan yang bertambah lapang dengan cepat.<10> prajurit Mongol mulailah menyerbu utama Muslim di Transoxania dan Persia pada lima 1219–1221,<11> sehingga menyebar rumor di sela tentara Salib bahwa "raja christiaan dari Hindia" siap menyerang Muslim di Timur dan sedang tolong Tentara Salib di dalam perang sucinya.<12> batin surat apa bertanggal 20 Juni 1221, Paus Honorius III ~ berkomentar kyung "tentara apa datang dari Timur Jauh such menyelamatkan tanah Suci".

Lihat lainnya: Beda Paspor Biasa Dengan E Paspor, Dubes Kristiarto Janji Eratkan Hubungan Indonesia

<13>

Setelah kematian Genghis cannes pada lima 1227, kekaisarannya dibagi-bagi melalui penerusnya dulu empat babak, dan autokrasi saudara akan segera meletus. Kekhanan Kipchak di barat laut meluaskan wilayah nanti Eropa terutama melewati Hongaria dan Polandia, sementara pimpinannya menentang kekuatan sepupunya di ibukota Mongol. Wilayah west kekuatan yang dinamakan Ilkhanat dikuasai malalui cucu Genghis khan Hulagu. Dia terus mendukung saudaranya khan Agung sehingga bertempur perlawanan Kipchak, sementara diatas masa yang sama sedang menuju usai Persia dan tanah Suci.<4>