Seorang petugas KPU sedang menghitung surat suara ke tempat-tempat pemungutan suara ditutup batin pemilihan gubernur Jakarta, 19 April 2017.

Anda sedang menonton: 7 kontainer surat suara sudah dicoblos


Baru aku ketiga, tahun 2019 siap panas. Cuitan Wasekjen DPP Partai Demokrat andi Arief tentang berita penemuan tujuh kontainer surat suara apa sudah dicoblos menuai kecaman sengit dari sekretaris umum DPP PDI-Perjuangan dan Tim berkampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin. Siapa sesungguhnya yang menebar dusta?


Informasi circa penemuan kontainer berisi surat suara apa sudah dicoblos untuk calon presiden numeral urut 01 Joko Widodo itu berawal dari cuitan Wasekjen Partai Demokrat andi Arief di Twitter, Rabu malam (2/1).

Dalam cuitannya, dan saya Arief mengatakan “mohon dicek menurut laporan ada 7 kontainer surat suara apa sudah dicoblos di Tanjung Priok. Supaya noel fitnah, harap dicek kebenarannya untuk kabar ini cantik beredar.” Cuitan ini kemudian beredar secara luas dengan beragam bumbu.

Selain cuitan menyertainya ada pula satu rekaman suara berdurasi sekitar 44 detik apa beredar di kalangan wartawan dan secara terang-terangan mengatakan ada tujuh kontainer di Tanjung Priok dan bahwa “ini Marinir cantik turun, dibuka satu, isinya kartu suara yang sudah dicoblos angka satu.”

Cuitan andi Arief itu noël ditemukan lagi usai Ketua KPU Arief Budiman bergerak cepat datang langsung pelabuhan Tanjung Priok, tak lama ke cuitan menemani itu beredar.


*

BACA JUGA:KPU Jamin Kualitas dan keamanan Kotak suara Kardus

“Tidak ada. Itu noël benar. Noël ada TNI AL apa menemukan itu dan noel benar KPU telah menyita,” ujar Arief Budiman kepada wartawan di Jakarta, Rabu malam. Ditegaskannya bahwa kabar sekitar 70 juta surat suara apa sudah dicoblos di nomor 01 menyertainya adalah berita bohong dan oleh karena itu ia siap melapor usai polisi.

“Orang-orang jahat apa ganggu penyelenggaraan pemilu harus ditangkap,” tegasnya.

Cuitan Wasekjen Partai Demokrat Dinilai Provokatif

Sekjen PDI-Perjuangan Hasto Kristayanto Kamis pagi (3/2) bereaksi tangguh terhadap pernyataan Wasekjen Partai Demokrat dan saya Arief itu mencapai mengatakan pernyataan akun itu “sangat provokatif, cermin kekerdilan jiwa, sungkyung prejudice, dan terutang berbahaya.” Ditambahkan bahwa “pernyataan jalanan tanpa dasar tersebut cantik memenuhi delik hukum untuk dipersoalkan.”

“PDI-Perjuangan,” ujar Hasto, menyerukan seluruh partai buat “wajib mengolah suasana yang kondusif dan membudaya disiplin seluruh anggota dan kadernya agar tidak menciptakan kegaduhan apa merusak energi persatuan bangsa.”


*

BACA JUGA:Kesiapan Pemilu 2019 siap Mencapai 90 Persen

Hal demikian pula disampaikan juru bicara Tim kampanye Nasional Jokowi-Ma"ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, apa bahkan mendorong aparat kerahasiaan “untuk perburuan pelaku keburukan dan aktor intelektual apa memproduksi, menyebarkan kabar bohong ini.” Ia menilai “kejahatan ini adalah tindakan yang berbahaya bagi menstabilkan politik, meresahkan masyarakat, mengganggu pemilu dan berpretensi mendelegitimasi pemilu.”

Ace menyebutkan beberapa contoh yang dinilainya pararel mencapai “serangkaian skenario” antara go : soal e-KTP apa dimusnahkan, pemilih hantu sampai surat suara apa didatangkan dari China.

Andi Arief Klaim KPU Bergerak overhead Imbauannya

Andi Arief sendiri mencuit di Twitter Kamis pagi (3/1) menuding sekretaris umum PDI-Perjuangan Hasto Kristayanto “buta huruf.”

“Saya mengimbau supaya dicek,” cuitnya. Ia mengklaim KPU bergerak usai mendapat imbauannya.


​“Hasto sekretaris umum PDIP buta huruf. Berbicara baca tuit saya dengan jelas. Saya mengimbau supaya dicek. Karena isu itu cantik dari dimensional muncul. Bahkan ketua KPU sendiri mengakui dialah mendapat kabar dari sore. KPU beegerak setelah himbauan saya.”

Ketua KPU Arief Budiman tidak menjawab permohonan conefo VOA apakah tepat ia baru bergerak setelah membaca cuitan andi Arief.

Lihat lainnya: Berikut Ini Yang Bukan Himpunan Adalah, Pernyataan Berikut Ini Ya

Tak sampai disitu mantan aktivis mahasiswa menyertainya menantang Hasto Kristayanto karena melaporkannya setelah polisi.

“Silahkan saja kalau Saya mau dilaporkan, tinggal aparat tindakan mau berfihak pada Hasto sekjen PDIP yang buta huruf kata sandi tuit saya, atau berfihak diatas saya yg dicari menyelamatkan pemilu supaya jurdil.”


“Silahkan saja kalau Saya mau dilaporkan, membukukan aparat tindakan mau berpihak di ~ Hasto sekjen PDIP apa buta huruf baca secara terpisah tuit saya, atau berpihak diatas saya yg ingin menyelamatkan pemilu supaya jurdil”

Andi Arief tambahan mengakui bahwa cuitannya kyung temuan tujuh kontainer berisi kertas suara yang sudah dicoblos itu “terhapus.” “Saya memang mentuit,” akunya mencapai memasang screen-shot cuitan sebelumnya yang diberitakan penyimpangan satu media di Jakarta.

Sementara akun itu KPU telah berkoordinasi mencapai Cyber Crime Mabes Polri karena menindaklanjuti kabar bohong soal temuan tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos, baik dalam bentuk rekaman suara maupun tulisan di sosial media.