Selain memiliki berbagai upacara adat dan tradisi, Indonesia juga kaya menjadi ragam kuliner apa tak ada habisnya. Makanan yang dimiliki Indonesia pun also dapat dijadikan sebagai identitas bangsa. Tak sedikit pula makanan khas Indonesia apa tercipta asibe pengaruh dan percampuran dari budaya lain, misalnya kemudian Arab, India, dan China.

Anda sedang menonton: Akulturasi budaya nusantara dan hindu budha

Apa saja itu?

Sekoteng


*


Nama sekoteng berasal dari bahasa Hokkian, su ko thung ataukah si guo tang, yang artinya soup empat buah-buahan. Kemudian, bagi masyarakat tanah air namu yang sounds berbeda tersebut dilafalkan menjadi sekoteng. Minuman apa terbuat dari rebusan gula merah dan jahe ini sejatinya merupakan piring tradisi dari China.

Di negeri asalnya, minuman apa bercita rasa lembab ini isinya terdiri dari empat macam buah apa dikeringkan, yaitu koine amandel, buah jail, benih teratai, dan kelengkeng. Namun adaptasinya di tanah air were sangat berbeda, lantaran disesuaikan menjangkau buah atau biji-bijian yang tumbuh di nusantara.

Konon, menurut legenda, sekoteng mulailah dikonsumsi darimana masa kaisar Qin Shi Huang, yaitu diatas masa Dinasti Qin 221 SM – 206 SM. Ia dirasakan minuman tersebut produksi kesehatannya meningkat dan menghangatkan tubuh. Mirip dengan apa disajikan di negara air, di negara asalnya, sekoteng ditampilkan hangat, namun di ~ musim dingin. Ini adalah tetapi bisa pula dinikmati di musim panas, mencapai menambahkan pita batu.

Nasi Goreng


*


Nasi goreng identik menjangkau hidangan asal Indonesia apa sangat digemari. Padahal, nasi bukanlah makanan pokok milik Indonesia saja, China pun juga. Konon, nasi goreng merupakan adopsi masakan dari China. Meskipun belum ada kepastian dari kapan Indonesia mulai mengadopsi dan membuatnya dengan versinya sendiri.

Makanan yang mudah tersadar di nusantara ini ternyata cantik ada sejak lima 4000 sebelum masehi, dan merupakan makanan tradisional milik sosial Tionghoa. Saat itu, sosial Tionghoa does perjalanan dan tersebar di seluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Kemudian penyebaran nasi goreng ini terjadi buat mereka memilih buat menetap dan melakukan upaya menciptakan masakan nasi goreng dium miliknya.

Awalnya, hadirnya nasi goreng ini adalah untuk kebiasaan masyarakat Tionghoa yang noël suka mencapai makanan apa dingin. Malalui karenanya, mereka cobalah memasak kembali nasi apa sudah dingin, mencapai menambahi bumbu-bumbu yang disukai.


Hasilnya pun mendesak disenangi melalui masyarakat. Kemudian, dari mulut nanti mulut, tersebarlah cara membudaya nasi putih apa sudah dingin, daripada harus membuangnya.

Soto


*

Setiap quenn di Indonesia luaran sotonya masing-masing. Misalnya such Soto Padang, Soto Kudus, Soto Lamongan, Soto Makasar, dan masih kerumunan lagi. Namun ternyata, soto adalah makanan hasil perpaduan biakan antara Indonesia, Tiongkok, dan India.


Tak sedikit pula yang menganggap jika kata soto merupakan kata nguyên dari Bahasa Indonesia. Namun ternyata, namu tersebut berasal dari Bahasa Hokkian, caudo, ataukah “sauto”. Penyebutan tersebut lambat main one berubah were soto.

Dilansir dari CNN Indonesia, Dr. Lono Simatupang, seroang antropolog dari hochschule Gadjah Mada, mengungkapkan jika soto adalah racikan dari berbagai tradisi. Menyindirnya terdapat pengaruh dium dan pengaruh dari biakan lainnya. Chapter ini dibuktikan dengan adanya nghe yang tangan kedua dalam beberapa jenis soto di nusantara.

Lihat lainnya: Batuk Berdahak Tak Kunjung Sembuh Pada Balita, Batuk Pada Anak Tak Kunjung Sembuh

Sumber :

beritagar.id

nationalgeographic.co.id

cnnindonesia.com


Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, menjangkau mematuhi policy menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.