*
Karena situasi keamanan ibu kota Jakarta memburuk, Presiden Soekarno dan Wapres Moh Hatta pindah ke Yogyakarta sekaligus memindahkan ibu town Republik Indonesia. (Sumber foto: titiknol.co.id)


Anda sedang menonton: Alasan ibu kota indonesia harus dipindahkan dari jakarta ke yogyakarta pada tahun 1946 adalah

Akhir-akhir ini wacana plan pemindahan ibu kota Jakarta mengemuka kembali. Presiden Jokowi telah menyetujui rencana pemindahan ibu town Negara dari Jakarta nanti luar pulau Jawa. Berkaitan menjangkau itu maka perlu mendudukkan istilah ataukah arti dari ibu kota adalah kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu Negara, ruang angkasa dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif (KBBI: 516). Oleh untuk itu kedudukan ibu town sangat secara signifikan bagi suatu Negara. Kota Jakarta darimana masa kolonial Belanda cantik dijadikan tengah pemerintahan untuk letaknya yang strategis berada ditengah kepulauan nusantara dan di pantai north pulau Jawa yang merupakan jalan perdagangan yang ramai dilalui baik pedagang-pedagang nusantara maupun mancanegara. Nanti proklamasi kemerdekaan Indonesia town Jakarta noël lagi aman dikarenakan kedatangan NICA/Belanda apa ingin menguasai bagian belakang kota Jakarta sebagai pusat pemerintahan kolonialnya. Kapak ini menimbulkan ide-ide untuk dilakukannya pemindahan ibu kota Indonesia usai wilayah apa dianggap lebih aman. Tulisan ini akan menguraikan tangani itu pemindahan ibu kota Jakarta pada masa perang kemerdekaan Indonesia yang berlangsung dari 1945 sampai 1949.

Ibu town RI Pindah usai Yogyakarta

ke Jepang menyerah di ~ Sekutu di ~ 14 Agustus 1945, Sekutu memerintahkan Jepang untuk menjaga status quo memaksa di Indonesia sampai kedatangan Sekutu ke Indonesia. Diatas 16 September 1945, soldiers Sekutu berlabuh di Tanjung Priok Jakarta. Tujuannya adalah melucuti dan bell net tentara Jepang serta membebaskan para tawanan perang. Kedatangan Sekutu ternyata diboncengi tentara nica Belanda yang ingin kembali menegakkan kekuasaan jajahannya di Indonesia. Kapak ini mengakibatkan terjadinya ketegangan antara orang Indonesia yang sudah menyatakan kemerdekaan dengan Belanda apa menganggap Indonesia masih wilayah kekuasaan jajahannya

diatas akhir 1945 situasi town Jakarta dulu sangat kacau. Netherlands-Indies civil Administration (NICA)-Belanda bagian belakang membuka kantor under kendali H.J van Mook, Belanda bersikeras menguasai ibu kota Republik Indonesia ini kembali. Tindakan penculikan dan upaya pembunuhan terhadap sejumlah pimpinan Republik yang baru seumur jagung kerap terjadi. Pengangkutan Perdana menkes Sutan Sjahrir, misalnya, pada 26 Desember 1945 dikejar segerombolan rakyat bersenjata yang menggunakan truk. Sjahrir nyaris saja terbunuh. Beruntung Polisi oksavingmoney.comiter Inggris yang sedang patroli datang menyelamatkan.

Dua hari setelah itu di atas 28 Desember 1945, giliran menteri kesehatan Keamanan Rakyat amir Sjarifuddin apa dicegat. Amir yang di dalam perjalanan judul rumah Bung Karno meluncurkan di dokter Sekolah ditinggikan Guru (sekarang sekolahnya Tinggi Teologi Jakarta). Pecahan peluru meriam meleset dan hanya mengenai mobil. Sebulan sebelumnya chairil Komite Nasional Indonesia (KNI) Mohammad Roem tertembak di bagian paha kiri.

Presiden Soekarno pun noel luput dari intervensi ini, banyak kali ia mendapat ancaman dan teror. Situasi Jakarta apa semakin memburuk dan noël menentu membuat Presiden Soekarno menggelar rapat terbatas di atas 1 Januari 1946 malam di kediamannya, cara Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta. Dari hasil rapat terbatas, ada usulan mengendalikan negara dari daerah. Saat menemani itu Yogyakarta dipilih were alternatif.

di ~ saat apa hampir rantai tepatnya di ~ 2 Januari 1946 Sultan Hamengku a IX mengirimkan kurir ke Jakarta dan menyarankan agar ibu kota Negara RI dipindah nanti Yogyakarta. Tawaran Sultan diterima malalui Soekarno. Presiden Soekarno pun menegaskan back apakah Yogyakarta sanggup menerima pemerintahan RI. Sri Sultan Hamengku a IX dan Paku makhluk VIII menyanggupi permintaan Soekarno tersebut.

pada 3 Januari 1946, rombongan Soekarno-Hatta dan para sekretaris kesehatan kabinet RI dengan manfaat Kereta fire Luar Biasa (KLB) tentang pukul 18.00 WIB secara diam-diam meninggalkan champa menuju Yogyakarta kemudian kota tujuan. Pemberangkatan itu dimulai dari belakang rumah Bung Karno di pegangsaan Timur No.56. Sebanyak 15 pasukan khusus disiapkan buat mengawal para tokoh bangsa. Selama 15 pukul perjalanan, pengawalan serta pengamanan diperketat, akhirnya diatas Jumat 4 Januari 1946 kyung pukul 09.00 WIB rombongan tiba di Yogyakarta mencapai selamat.

relevan kepindahan kedua pimpinan negara tersebut, maka di atas malam harinya, Wakil menteri Penerangan RI, Mr. Ali Sastroamidjojo dalam siaran RRI mengumumkan secara official pemindahan pemerintahan RI ke Yogyakarta pada tanggal 4 Januari 1946. Alasan pemindahan ibu kota tersebut untuk keadaan Jakarta noel aman, sementara fasilitas di Yogyakarta cukup memadai untuk dijadikan ibu kota, sebab town ini luaran sistem pemerintahan yang dipegang cukup baik. Disamping itu pula, secara de facto dan de jure Yogyakarta merupakan kanton kedaulatan RI. Dengan demikian, dari tanggal 4 Januari 1946, Yogyakarta resmi dulu ibu town Republik, dan perjuangan perlawanan Belanda diteruskan dari kota ini. Presiden then berkantor di Gedung Agung yang terletak di seberang bekas benteng Kompeni Vredeburg.

Kembali KeJakarta

selama Belanda melancarkan agresi oksavingmoney.comiternya apa kedua di atas 19 Desember 1948, Panglima Besar gene Sudirman mengajak pimpinan Republik untuk keluar kota Yogyakarta dan melancarkan kediktatoran gerilya. Namun rapat cabernes memutuskan, Presiden, Wakil Presiden dan beberapa menteri kesehatan tetap berada di batin kota, dengan alasan mereka sanggup tetap isu para anggota Komisi Tiga bangsa (KTN), komisi yang dibentuk PBB seperti penengah antara Indonesia dan Belanda.

Rapat kabinet koneksi rusak beberapa pejabat RI membukukan di di dalam kota. Presiden Soekarno juga telah mengeluarkan kawat kepada menteri Kemakmuran, Mr. Syafruddin Prawiranegara apa ketika itu sentral berada di Bukittinggi, sumatra Barat, apa berisi mandat buat membentuk otoritasnya Darurat RI (PDRI), jika Pemerintah markas besar di yogya oleh buat keadaan noël dapat menjalankan kewajibannya. Kawat serupa juga dikirimkan kepada Mr. A.A. Maramis dan Dr. Soedarsono apa sedang berada di new Delhi, India, buat membentuk pemerintahan pengasingan (exile government), jika PDRI noël terbentuk di Sumatera. Pilihan atas country India seperti exile government RI, buat negara ini terus mendukung perjuangan Indonesia dan menyiarkan suara Indonesia luarnya negeri. Keluarnya kedua mandat itu, untuk Presiden Soekarno telah memperkirakan kemungkinan Belanda akan melakukan serangannya kembali.

sebenarnya agresi kedua Belanda tersebut, markas besar pemerintahan bagian belakang terancam. Belanda dapat menduduki Yogyakarta, serta yg menggiurkan dan menjauhkan presiden, wakil presiden, dan mayoritas anggota cabernes lainnya nanti Bangka. Ke pendudukan atas Yogyakarta ini, di dalam waktu yang tidak terlalu lama hampir semua kota penting di negara air bang ke memanggang Belanda. Mencapai pencapaian hasil tersebut, Belanda mengumumkan republikan sudah tidak ada lagi. Namun, agresi tentara Belanda kedua ini menuai kritik world internasional, apa memaksa Belanda kembali ke meja perundingan.

Selanjutnya pada Mei 1949, Indonesia dan Belanda menyepakati Perjanjian Rum Royen, apa salah satu isinya senarnya pemerintah RI setelah Yogyakarta. Di atas 6 Juli 1949, Soekarno dan Hatta bagian belakang ke Yogyakarta. Sjarifuddin Prawiranegara pun mengembalikan mandat such pemimpin pemerintahan darurat.

Sehari ke pengakuan kedaulatan dari otoritas Belanda kemudian hasil dari Konferensi Meja bundar (KMB) pada tanggal 28 Desember 1949, Rombongan Presiden Soekarno kembali ke champa dengan benefit pesawat Dakota oksavingmoney.comik Garuda Indonesia Airways. Perpindahan tengah kota bagian belakang ke champa ini tertuang batin UUD Sementara lima 1950 dalam pasal 46 yang menyebut: “pemerintah berkedudukan di Jakarta, kecuali jika dalam hal darurat pemerintah menentukan tempat apa lain”. Mencapai demikian secara otomatis fungsional Yogyakarta such pusat pemerintahan republik apa berlangsung selama kurang lebih empat lima berakhir.

Lihat lainnya: Baju Yang Lagi Trend Di Tanah Abang, Baju Terbaru!, Ini Baju Muslim Yang Lagi Nge

Diatas 17 Agustus 1950 pemerintahan republik Indonesia secara penuh kembali ke Jakarta ke Republik Indonesia Serikat (RIS) membubarkan diri dan kembali ke bentuk negara Kesatuan republik Indonesia (NKRI).