Minahasa - Indonesia punya sejumlah alat musik unik apa berasal dari sejumlah daerah. Deviasi satunya adalah kolintang dari Sulawesi Utara.

Anda sedang menonton: Alat musik tradisional beserta asal daerahnya dan cara memainkannya


Sekilas Kolintang ini hampir kemiripan dengan alat musik Gambang dari Jawa. Namun, apa membedakan adalah selang yang saksi lebih fullest dan cara mainkan sedikit berbeda.


Kolintang merupakan deviasi satu tool musik tradisional apa cukup tersubur di masyarakat Minahasa dan patuh digunakan untuk mengiringi upacara adat, kekuasaan tari, pengiring nyanyian, kelewat pertunjukan musik.

Sejarah Dan evolusi Kolintang

Dahulu kala, tersebutlah sebuah desa apa indah bernama come Un Rano yang sekarang dikenal dengan nama Tondano. Di desa apa terletak di menyiksa Minahasa ini, ada seorang gadis yang kecantikannya cantik tersohor ke seluruh pelosok desa.

Maka banyaklah pemuda yang memukul hati. Sang gadis bernama Lintang, cerdik menyanyi dan suaranya pun nyaring serta merdu.

Pada suatu waktu, sebuah pesta muda-mudi diselenggarakan di desa to Un Rano. Saat akun itu muncullah seorang pemuda kuat dan cukup yang kemudian berkenalan menjangkau Lintang. Namanya Makasiga, luaran keahlian di bidang ukir-ukiran.


Persatuan Istri-istri Karyawan dan Karyawati membelai Jamkrindo bermain alat musik kolintang saat were salah satu pendukung acara di Pre Ceremonial Opening oriental Games 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, sabtu (18/8). Dari 18 grup Kolintang, 200 angklung pelet Gema indah Nusantara turut serta meramaikan kemeriahan di kelukaan Asian gamings 2018 (dok. Jamkrindo)

Makasiga kemudian meminang Lintang, apa diterima menjangkau satu syarat. Yaitu: Makasiga harus mencari alat musik apa bunyinya lebih merdu dari pipa emas.


Baca juga: Kamus Bahasa Padang Minang lengkap dengan Artinya

Lalu, Makasiga berkelana keluar-masuk hutan untuk mencari alat musik apa diinginkan Lintang. Buat menghangatkan badan di malam hari, Makasiga membelah-belah kayu untuk kemudian dijemurnya.

Setelah kering, belahan-belahan hutan itu lalu diambil satu persatu dan dilemparkannya usai tempat lain. Saat belahan-belahan kayu memukul membentur tanah, suara bunyi-bunyian apa amat nyaring dan merdu.

Makasiga senang ndak kepalang. Sementara di tempat lain, dua people pemburu tambahan mendengar bunyi-bunyian menyertainya sehingga search sumbernya.

Singkat cerita, Makasiga jatuh sakit dan secara sederhana kering buat terlalu memusat mencari alat musik untuk Lintang, sehingga ia lupa makan dan minum. Dua orang pemburu tadi temukan dan membawanya kembali ke desanya.

Namun karena sakitnya semakin parah, Makasiga pun meninggal dunia. Mendengarkan Makasiga meninggal, garis lintang pun sakit parah dan menyusulnya setelah alam baka

Cerita di atas merupakan cerita rakyat minahasa mengenai asal usul alat musik kolintang, yang merupakan alat musik secara tradisional khas Minahasa. Berbahan dasar kayu, tapi jika dipukul ini adalah menghasilkan bunyi-bunyi yang nyaring dan merdu. Bunyi apa dihasilkan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah.


Baca juga: 5 wisata Alam yang Cocok untuk Refreshing di Manado

Jenis kayu yang digunakan karena membuat kolintang adalah kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau jenis kayu lain yang ringan tetapi bertekstur masif dan serat kayunya pengaturan rapi form garis-garis horizontal.

Lihat lainnya: Baju Gamis Oki Setiana Dewi Terbaru, Gamis Syar'I Oki Setiana Dewi

Kata kolintang berasal dari bunyi tong untuk nada rendah, ting untuk nada tinggi, dan tang untuk nada tengah. Dahulu, rakyat Minahasa konvensional mengajak bermain kolintang mencapai mengatakan "Mari kita ber Tong Ting Tang" atau dalam bahasa quenn Minahasa Maimo Kumolintang. Dari kebiasaan itulah muncul istilah kolintang.

Simak video "Dari Rumah Singgah usai Istana Negara" (rdy/ddn)
sulawesi utaraminahasakolintang