Media Inggris, Daily Mail menuliskan, letusan Gunung Anak Krakatau mengeluarkan kepulan asap setinggi 15 kilometer (km) setelah udara.

Anda sedang menonton: Anak gunung krakatau meletus hari ini

Daily Mail juga mengabarkan adanya voice dentuman keras, yang terdengar hingga 150 kilometer kurang sopan di ibu kota Jakarta kyung pukul 11 malam waktu setempat.

"Citra satelit mendeteksi letusan magmatik terlalu tinggi dengan kepulan asap setinggi 15 kilometres (47.000 kaki) setelah langit," tulisDaily Mail.

Daily Mail tambahan menulis bahwa letusan tersebut diyakini seperti aktivitas terkuat sejak letusan di atas Desember 2018.


"Gunung berapi itu kehilangan lebih dari dua pertiga ketinggiannya setelah ledakan apa memicu tsunami mematikan yang menewaskan 400 orang," tulis Daily Mail selanjutnya.

Baca juga: Lapan sebut Suara Dentuman bukan dari Letusan Gunung Anak Krakatau

Media Rusia


Media Rusia, Sputnik News turut menyoroti letusan GAK semalam. Beritanya juga menunjukkan ini letusan terbesar dari Desember 2018 yang saat akun itu memicu tsunami.

Meski demikian, data yang dicantumkan Sputnik sedikit perbedaan dengan Daily Mail. Di Sputnik disebutkan kepulan asap setinggi 14 km, yang mereka lansir dari pemberitaan Newshub.

"Erupsi dari gunung api ternama, yang terletak di antara pulau Jawa dan Sumatra di Provinsi Lampung, dilaporkan dimulai pada 10.35 malam times setempat," tulis Sputnik.

Baca juga: Pasca-letusan Anak Krakatau, warga Masih Waspada, Sebagian Bersihkan Sisa Debu Vulkanik

Media Amerika Serikat

Media Amerika Serikat, Washington Examiner also turut melaporkan berita serupa.

"Gunung berapi yang terkenal, Krakatau, meletus di atas Jumat, dua kali lipat abu vulkanik setinggi 9 mil nanti udara," tulisWashington Examiner.

Media tersebut menulis, sekitar pukul 11 malam times setempat, letusan gunung berapi yang keras dilaporkan didengar oleh burger Indonesia yang berada di ibu kota negara, Jakarta, lebih dari 90 mil jauhnya.

"Gambar yang diambil dari webcam di dekat area tersebut demo lava yang mengalir dari gunung berapi," tulisnya lagi.

Media tersebut juga menyoroti bahwa letusan ini diyakini kemudian yang paling kuat since Desember 2018.

Baca juga: BMKG: Dentuman di champa Tak Berkaitan menjangkau Gunung Anak Krakatau


Pada times itu, letusan GAK menghasilkan tsunami mematikan yang menewaskan lebih dari 400 setiap orang di pantai-pantai di Sumatra bagian tenggara dan Jawa potongan barat.

Washington Examiner menutup berita dengan menuliskan sejarah erupsi dahsyat Krakatau yang terjadi pada 1883.

"Pada lima 1883, volcano itu pecah dengan ledakan dahsyat apa 10.000 kali lebih kuat dari bombarded atom yang dijatuhkan di Hiroshima," tulisWashington Examiner.

Letusan itu menewaskan sekitar 36.000 orang, menghancurkan ratusan desa, dan abunya ditularkan hingga Eropa. Penelitian demo bahwa kerusakan letusan tersebut kemungkinan telah disebabkan penurunan suhu global selama bertahun-tahun.

Lihat lainnya: Astronot Yang Gagal Kembali Ke Bumi Setelah Dua Bulan Lakukan Misi Di

Baca juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau, Operasional bandara Radin Inten II Masih Normal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari oksavingmoney.com. Mari bergabung di Grup telegram "oksavingmoney.com news Update", caranya klik link https://t.me/oksavingmoney.comcomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi telegram terlebih dulu di ponsel.