INFORMASI DAN EDUKASI ALERGI di ~ ANAK : Atasi alergi ~ no dengan obat tapi identifikasi dan hindari penyebabnya.

Anda sedang menonton: Anak susah bab karena susu formula


Posted by: Indonesian Children | august 12, 2010

Gangguan buang Air geram (Konstipasi) di ~ Anak, buat Pengaruh Alergi atau HipersensitifMakanan


Gangguan Sulit sampah Air geram (Konstipasi) Pada Anak

Karena Pengaruh Alergi atau Hipersensitif Makanan 

 Ilustrasi KasusYudha, laki-laki usia 2 lima sejak melakukan hingga sekarang , sering mengalami intervensi sulit limbah air besar. Kadang halaman setiap 2-3 hari sekali juga pernah seminggu tidak buang waiting besar. Berbagai obat cantik diberikan mulailah pencahar meningkatkan hingga lewat dubur tidak kerumunan membantu. Adivis untuk makan buah, sayur, serat dan minum air putih banyak sudah dilakukan tetapi hasilnya nihil. Bahkan ke usia 9 bulan anusnya tampak menguat tonjolan daging. Nanti itu dipertuturkan dokter, terdapat salah seorang tutur mengadviskan untuk dilakukan perlakuan alergi dan hipersensitifitas makanan dengan menghindari sementara beberapa makanan yang diduga penyebab alergi papan ternyata noël dalam times lama keluhan gangguan limbah air besarnya membaik.

Amati Gangguan buang Air geram (Konstipasi) di atas Anak pada bayi dan anak anda 

Sulit BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Limbah air besar noël tiap aku bahkan 2 – 7 days sekali.Kotoran bulat kecil hitam such kotoran kambing, keras, cat hitam, hijau dan kemenyan tajam. Sering buang angin, berak di celana. Patuh KEMBUNG, sering buang angin dan dupa tajam. Patuh NYERI PERUT, tidur malam nungging (biasanya untuk perut noel nyaman)

Amati tanda dan komplikasi gangguan terusan cerna yang lain karena alergi dan hipersensitif makanan (Gastrointestinal Hipersensitivity)

(Gejala perambahan Fungsi saluran cerna yang ada selama ini sering dianggap normal)

Pada bayi : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS atau GER, patuh MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, limbah angin keras dan sering, sering rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, hal > 3 kali perhari, BAB noel tiap hari. Bangku warna hijau,hitam dan berbau. Patuh “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut patuh timbul putih, bibir keringPada anak apa lebih besar :Mudah MUNTAH bila menangis, berlari atau makan banyak. MUAL pagi hari.Sering buang Air geram (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sukar BAB sering ngeden kesakitan saat BAB (obstipasi). Kredit bulat small hitam sebagai kotoran kambing, keras, cat hitam, hijau dan dupa tajam. Sering limbah angin, berak di celana. Patuh KEMBUNG, sering buang angin dan dupa tajam. Patuh NYERI PERUT, tidur malam nungging (biasanya buat perut noël nyaman)Nyeri gigi, gigi berwarna golden kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan mudah berdarah, sering SARIAWAN, lidah weiss & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.MANIFESTASI KLINIS yang SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS memberi makan PADA sayang :KULIT : sering timbul bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan menyiksa yang tutup pintu popok. Kerak di quenn rambut. Meningkatkan bekas hitam kemudian tergigit nyamuk. Kredit telinga berlebihan & berbau. Bekas suntikan BCG memayungi dan bernanah. Mengembangkan bisul.SALURAN mengambil napas dalam-dalam : pernafasan grok-grok, kadang disertai batuk ringan. Sesak pada bayi baru incuver disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)HIDUNG : Bersin, merusak berbunyi, kotoran hidung banyak, kepala sering miring usai salah satu sisi karena salah satu sisi penggergajian buntu, sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”.MATA : Mata berair ataukah timbul kotoran mata (belekan) deviasi satu sisi.KELENJAR : Pembesaran kelenjar di leher dan kepala belakang bawah.PEMBULUH DARAH : telapak groep dan feet seperti pucat, sering terba dinginGANGGUAN hormone : keputihan/keluar darah dari vagina, menguat bintil merah bernanah, pembesaran payudara, haar rontok.PERSARAFAN : mudah kaget bila ada voice keras. Saat menangis : tangan, feet dan bibir sering gemetar atau pernafasan tertahan/berhenti momen (breath hold spells)PROBLEM curam ASI : meningkatkan berlebihan, memuat berlebihan krn bayi patuh menangis dianggap haus (haus palsu : sering menangis belum tentu buat haus ataukah bukan untuk ASI kurang.). Sering menggigit puting sehingga luka. Pengayaan ASI patuh tersedak, karena hidung kritik & napas dengan mulut. Pengayaan ASI lebih sebentar diatas satu sisi,`karena satu sisi nasution buntu, jangka panjang bisa menyebabkan payudara terlalu tinggi sebelah. MANIFESTASI KLINIS apa SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS memberi makan PADA ANAKSALURAN pernafasan DAN merusak : Batuk / kedinginan lama (>2 minggu), ASMA, bersin, penggergajian buntu, terutama malam dan pagi hari. MIMISAN, suara serak, SINUSITIS, sering menarik pernafasan dalam.KULIT : Kulit timbul BISUL, kemerahan, bercak weiss dan bekas hitam seperti tergigit nyamuk. Warna limbah pada kulit such ”panu”. Sering menggosok mata, hidung, telinga, sering menarik atau memegang alat kelamin buat gatal. Feses telinga berlebihan, sedikit berbau, sakit telinga bila ditekan (otitis eksterna).SALURAN CERNA : mudah MUNTAH bila menangis, berlari ataukah makan banyak. MUAL pagi hari. Sering sampah Air terlalu tinggi (BAB) 3 kali/hari atau lebih, padat BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam such kotoran kambing, keras, sering sampah angin, berak di celana. Patuh KEMBUNG, sering sampah angin dan dupa tajam. Sering NYERI PERUT.GIGI DAN MULUT : rasa sakit gigi, gigi berwarna golden kecoklatan, gigi rusak, gusi mudah bengkak/berdarah. Bibir kering dan menyudahi berdarah, sering SARIAWAN, lidah weiss & berpulau, mulut berbau, air liur berlebihan.PEMBULUH DARAH Vaskulitis (pembuluh darah kecil pecah) : sering LEBAM KEBIRUAN pada tulang kering kaki atau pipi atas sebagai bekas terbentur. Berdebar-debar, sederhana pingsan, tekanan darah rendah.OTOT DAN TULANG : sakitnya kaki atau kadang tangan, sering bertanya tentang dipijat terutama saat malam hari. Kadang sakitnya dadaSALURAN KENCING : Sering untuk bertanya kencing, BED WETTING (semalam ngompol 2-3 kali)MATA : Mata gatal, meningkatkan bintil di kelopak mata (hordeolum). Kulit hitam di area bawah kelopak mata. Pakai kaca mata (silindris) since usia 6-12 tahun.HORMONAL : haar berlebihan di kaki atau tangan, keputihan, intervensi pertumbuhan tinggi badan.Kepala,telapak kaki/tangan sering teraba hangat. Berkeringat penuh sesak meski dingin (malam/ac). Keringat berbau.FATIQUE : sederhana lelah, sering bertanya tentang gendong GANGGUAN basi YANG sering MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS papan PADA ANAKSUSUNAN SARAF sentral : sakit kepala, MIGRAIN, TICS (gerakan mata sering berkedip), , KEJANG NONSPESIFIK (kejang tanpa demam & EEG normal).GERAKAN MOTORIK penuh sesak Mata bayi patuh melihat nanti atas. Tangan dan kaki bergerak terus noël bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta dibawah atau patuh menggerakkan kepala setelah belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, jatuhkan badan di matras (“smackdown”}. ”Tomboy” di atas anak wanita : key bola, memanjat dll.AGRESIF MENINGKAT sering slam kepala sendiri, people lain. Patuh menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, harus baca komik, belajar. Diperkerjakan sesuatu noël bisa lama, noël teliti, sering kehilangan barang, noël mau antri, pelupa, shang “bengong”, TAPI ANAK TAMPAK CERDASEMOSI tinggi (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), tangguh kepala, negatifismeGANGGUAN setara KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalur terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”. GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka tetaptiongkok bulu, wayang dan bianatang berbulu)GANGGUAN dental MOTOR : TERLAMBAT BICARA, satrat terburu-buru, cadel, gagap. GANGGUAN saya menelan DAN MENGUNYAH, noël bisa makan makanan berserat (daging sapi, sayur, nasi) Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.IMPULSIF : crowd bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan setiap orang lainAUTIS dan ADHD (Alergi dan hipersensititas makanan ndak penyebab Autis atau ADHD tetapi just memperberat gejalanya)KOMPLIKASI  SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS papan PADA ANAKDaya simpan saja menurun patuh sakit demam, batuk, masuk angin setiap bulan bahkan satu bulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 moon sekali)Karena sering sakit disebabkan Tonsilitis kronis (AMANDEL MEMBESAR) hindari kerja amandel yang noël perlu  atau mengalami melilit TelingaWaspadai dan hindari efek samping PEMAKAIAN OBAT TERLALU SERING. Mudah mengalami INFEKSI terusan KENCING. Kulit di tentang kelamin sering kemerahan SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA panjang PADAHAL belum TENTU beruang TBC / ”FLEK ”) buat GEJALA ALERGI MIRIP diseases TBC. BATUK LAMA ndak GEJALA TBC pada ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN hati-hati LAINNYA  MAKAN berlebihan KEGEMUKAN atau OBESITASINFEKSI mengiris (HIPERSENSITIF CANDIDIASIS) di lidah, selangkangan, di leher, perut ataukah dada, KEPUTIHAN 
 Bila sign dan komplikasi Gangguan limbah Air geram (Konstipasi) diatas anak tersebut disertai mayoritas tanda, gejala ataukah komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan tersebut maka sangat bisa Gangguan buang Air terlalu tinggi (Konstipasi) di atas anak disebabkan untuk alergi ataukah hipersenitifitas makanan.
Penyebab lain yang memperberat Gangguan buang Air geram (Konstipasi) di atas Anak adalah saat anak terkena infeksi sebagai demam, batuk, kedinginan atau muntah dan diencerkan lainnya 
   Memastikan DiagnosisDiagnosis Gangguan sampah Air geram (Konstipasi) di atas Anak apa disebabkan alergi ataukah hipersensitif makanan dibuat bukan dengan tes alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat diseases penderita) dan pemeriksaan apa cermat circa riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, tanda dan komplikasi alergi memberi makan sejak bayinya dan mencapai eliminasi dan provokasi.Untuk memastikan pakan penyebab alergi dan hipersensitifitas papan harus benefit Provokasi papan secara buta (Double remote Placebo manage Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah yellow standard atau baku emas untuk mencari menyebabkan secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut mendesak rumit dan membutuhkan waktu, noel praktis dan biaya yang tidak sedikit.Beberapa sentral layanan alergi anak does modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy clinic Jakarta melakukan modifikasi mencapai cara apa lebih sederhana, senjata dan dingin efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi memberi makan Terbuka Sederhana”. Bila ke dilakukan eliminasi beberapa alasan alergi memberi makan selama 3 minggu diperoleh perbaikan di dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.Pemeriksaan standar apa dipakai malalui para fasih alergi buat mengetahui alasan alergi adalah dengan ujian kulit. Memeriksa kulit ini bisa ~ terdari ujian gores, memeriksa tusuk atau tes suntik. Aturan dirombak INI hanya MEMASTIKAN ADANYA ALERGI ataukah TIDAK, BUKAN untuk MEMASTIKAN alasan ALERGI. Dirombak ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga sering terdapat false negatif, artinya sasaran negatif belum tentu bukan penyebab alergi. Karena hal inilah maka sebaiknya tidak membolehkan makan makanan penyebab alergi hanya berdasarkan ujian kulit ini. Batin waktu terakhir ini sering dipakai alat diagnosis apa masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai kebijakan aturan dan tes buat mengetahui menyebabkan alergi menjangkau akurasi apa sangat bervariasi. Secara ilmiah dirombak ini masih noel terbukti baik kemudian alat diagnosis. Pada umumnya pemeriksaan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas apa sangat rendah. Kelewat beberapa memegang profesi alergi dunia tidak merekomendasikan penggunaan tool tersebut. Apa menjadi perhatian oraganisasi pekerjaan tersebut bukan hanya untuk masalah mahalnya harga tool diagnostik tersebut tetapi ternyata juga sering menyesatkan penderita alergi apa sering memperberat permasalahan alergi yang adaNamun pemeriksaan ini masih kerumunan dipakai malalui praktisi kesehatan atau dokter. Di bidang kedokteran dirombak tersebut belum terbukti secara klinis such alat diagnosis buat sensitifitas dan spesifitasnya noël terlalu baik. Beberapa aturan dirombak diagnosis apa kontroversial tersebut adalah applied Kinesiology, VEGA testing (Electrodermal Test, BIORESONANSI), rambut Analysis testing in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination method (NAET), Beware of anecdotal and also unsubstantiated allergy tests.

Lihat lainnya: Berikut Ini Sumber Energi Alternatif Adalah, Sumber Energi Listrik Alternatif

 PENATALAKSANAAN 

Penanganan Gangguan buang Air besar (Konstipasi) pada Anak untuk alergi dan hipersensitifitas pakan pada anak haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah beraliran terbaik batin penanganan perambahan tersebut tetapi yang most ideal adalah menghindari penyebab apa bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut. Penghindaran memberi makan penyebab alergi pada anak harus dicermati secara benar, untuk beresiko untuk terjadi intervensi gizi. Sehingga orang basi penderita harus diberitahu circa makanan pengganti apa tak kalah kontak gizinya dibandingklan dengan makanan penyebab alergi. Penghindaran terhadap cinbable sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi terhadap didambakan sapi 30% diantaranya alergi terhadap didambakan soya. Sayur dapat dipakai such pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai kemudian pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan enim atau dalam makan harus dibiasakan mengetahui kontak isi makanan atau membaca merek makanan. Obat-obatan simtomatis sebagai pencahar, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi komplikasi sementara juga dlamkeadaan tertentu seringkali noël bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih were kontroversi hingga sekarang.

Obat

Pengobatan Gangguan buang Air besar (Konstipasi) pada Anak untuk alergi dan hipersensitifitas makanan yang baik adalah dengan menanggulangi penyebabnya. Bila gangguan sulit makan yang dialami disebabkan untuk gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan, perlakuan terbaik adalah menunda atau menghindari makanan such penyebab tersebut. Konsumsi obat-obatan terusan cerna ataukah pencahar, pola makan serat, buah dan air weiss banyak, terapi tradisional ataupun beberapa cara dan strateginya untuk menangani Gangguan buang Air geram (Konstipasi) diatas Anak tidak akan mensukseskannya selama penyebab terutama alergi dan hipersensitifitas makanan noel diperbaiki.

DAFTAR rujukan

Chin KC, Tarlow MJ, Allfree AJ. Allergy to cow’s milk presenting together chronic constipation. BMJ.1983; 287 :1593Shah N, Lindley K, Milla P. Cow’s milk and also chronic constipation in children. N Engl J Med.1999; 340 :891 –892Vanderhoof JA, Perry D, Hanner TL, Young RJ. Allergic constipation: association with infantile milk allergy. Clin Pediatr (Phila).2001; 40 :399 –402Iacono G, Carroccio A, Cavataio F, Montalto G, Cantarero MD, Notarbartolo A. Chronic constipation together a symptom of cow milk allergy. J Pediatr.1995; 126 :34 –39Iacono G, Cavataio F, Montalto G, et al. Intolerance that cow’s milk and chronic constipation in children. N Engl J Med.1998; 339 :1100 –1104Daher S, genggamnya S, sole D, et al. Cow’s milk protein intolerance and also chronic constipation in children. Pediatr Allergy Immunol.2001; 12 :339 –342Terr AI, Salvaggio JE. Controversial concepts in allergy and also clinical immunology. In: Bierman CW, Pearlman DS, Shapiro GG, Busse WW, eds. Allergy, Asthma, and also Immunology indigenous Infancy come Adulthood. Philadelphia, PA: WB Saunders; 1996:749–760Zeiger RS, Sampson HA, Bock SA, et al. Soybean beans allergy in infants and also children through IgE-associated cow’s milk allergy. J Pediatr.1999; 134 :614 –622Bellioni-Businco B, Paganelli R, Lucenti P, Giampietro PG, Perborn H, Businco L. Allergenicity the goat’s milk in kids with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 103 :1191 –1194Sampson HA, anderson JA. An overview and recommendations: menggolongkan of gastrointestinal manifestations as result of immunologic reactions to foodstuffs in infants and also young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S87 –S94Sampson HA, Sicherer SH, Birnbaum AH. AGA teknis review ~ above the testimonial of food allergy in cradle disorders. Gastroenterology.2001; 120 :1026 –1040.Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR. Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr.1982; 101 :906 –910.Machida H, smith A, bile D, Trevenen C, Scott RB. Allergy colitis in infancy: clinical and pathologic aspects. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :22 –26Gerrard JW, mckenzie J, Golubott N, et al. Cow’s milk allergy: prevalence and manifestations in one unselected collection of newborns. Acta Paediatr Scand.1973; 234 :1Cavataio F, Carroccio A, Iacono G. Milk-induced reflux in infants less 보다 one tahun of age. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S36 –S44Buisseret PD. Typical manifestations the cow’s milk allergy in children. Lancet.1978; 8059 :304 –305Borrelli O, Schappi MG, Knafelz D, et al. Mast Cell-Nerve interaksi Is vital for Food allergic Intestinal Dysmotility. Presented at the 34th Annual pertemuan of ESPGHAN; might 9–12, 2001; Geneva, Switzerland (abstr 04)Johnstone DE, Roghmann KJ. Recommendation for soy infant formula: a tinjauannya of the literature and a inspection of pediatric allergists. Pediatr Asthma Allergy Immunol.1993; 7 :77 –88Walker-Smith JA, Murch SH. Cradle food allergy. In: diseases of the small Intestine in Childhood. 4th ed. Oxford, unified Kingdom: Isis medical Media; 1999:205–234Odze RD, Bines J, Leichtner AM, Goldman H, Antonioli DA. Allergy proctocolitis in infants: a prospective clinicopathologic biopsy study. Hum Pathol.1993; 24 :668 –674Wilson NW, aku TW, Hamburger RN. Serious cow’s milk induced colitis in an exclusively breast-fed neonate. Case report and also clinical formulir penilaian of cow’s milk allergy. Clin Pediatr (Phila).1990; 29 :77 –80Pumberger W, Pomberger G, Geissler W. Proctocolitis in breast fed infants: a contribution to differential diagnosis the haematochezia in beforehand childhood. Postgrad Med J.2001; 77 :252 –254Anveden HL, Finkel Y, Sandstedt B, Karpe B. Proctocolitis in specifically breast-fed infants. Eur J Pediatr.1996; 155 :464 –467Pittschieler K. Cow’s milk protein-induced colitis in the breast-fed infant. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1990; 10 :548 –549Vanderhoof JA, Murray ND, Kaufman SS, et al. Intolerance come protein hydrolysate infant formulas: one underrecognized reason of gastrointestinal symptoms in infants. J Pediatr.1997; 131 :741 –744Winter HS, Antonioli DA, Fukagawa N, Marcial M, Goldman H. Allergy-related proctocolitis in infants: diagnostik usefulness the rectal biopsy. Mod Pathol.1990; 3 :5 –10Goldman H, Proujansky R. Allergy proctitis and also gastroenteritis in children. Clinical and also mucosal biopsy functions in 53 cases. To be J Surg Pathol.1986; 10 :75 –86Wyllie R. Cow’s milk protein allergy and also hypoallergenic formulas. Clin Pediatr (Phila).1996; 35 :497 –500Kuitunen P, Visakorpi J, Savilahti E, Pelkonen P. Malabsorption syndrome through cow’s milk intolerance: clinical findings and course in 54 cases. Arch Dis Child.1975; 50 :351 –356Iyngkaran N, Yadav M, Boey C, Lam K. Severity and derajat of upper small bowel mucosal rusak in cow’s milk protein-sensitive enteropathy. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1988; 8 :667 –674Walker-Smith JA. Cow milk-sensitive enteropathy: predisposing factors and also treatment. J Pediatr.1992; 121 :S111 –S115Iyngkaran N, Robinson MJ, Prathap K, Sumithran E, Yadav M. Cows’ milk protein-sensitive enteropathy. Merged clinical and histological criteria because that diagnosis. Arch Dis Child.1978; 53 :20 –26Yssing M, Jensen H, Jarnum S. Dietary therapy of protein-losing enteropathy. Acta Paediatr Scand.1967; 56 :173 –181Hauer AC, Breese EJ, Walker-Smith JA, mc donalds TT. The frequency of cell secreting interferon-gamma and also interleukin-4,–5, and -10 in the blood and duodenal mucosa of youngsters with cow’s milk hypersensitivity. Pediatr Res.1997; 42 :629 –638Kokkonen J, Haapalahti M, Laurila K, Karttunen TJ, Maki M. Cow’s milk protein-sensitive enteropathy at institution age. J Pediatr.2001; 139 :797 –803Powell GK. Milk- and soy-induced enterocolitis that infancy. J Pediatr.1978; 93 :553 –560 Powell G. Food protein-induced enterocolitis that infancy: differential diagnosis and management. Compr Ther.1986; 12 :28 –37Sicherer SH, Eigenmann PA, Sampson HA. Clinical attributes of food protein-induced enterocolitis syndrome. J Pediatr.1998; 133 :214 –219Vandenplas Y, Edelman R, Sacre L. Chicken-induced anaphylactoid reaction and colitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :240 –241Nowak-Wegrzyn A, Sampson HA, hardwood RA, Sicherer SH. Food protein-induced enterocolitis syndrome brought about by hard food proteins. Pediatrics.2003; 111 :829 –835Murray K, Christie D. Dietary protein intolerance in babies with transient methemoglobinemia and diarrhea. J Pediatr.1993; 122 :90 –92Powell GK. Enterocolitis in low-birth-weight infants associated with milk and also soy protein intolerance. J Pediatr.1976; 88 :840 –844Gryboski J. Gastrointestinal milk allergy in infancy. Pediatrics.1967; 40 :354 –362Lake AM. Food protein-induced colitis and gastroenteropathy in infants and children. In: Metcalfe DD, Sampson HA, Simon RA, eds. Food Allergy: disadvantage Reactions come Foods and Food Additives. Boston, MA: Blackwell scientific Publications; 1997:277–286Halpin TC, Byrne WJ, Ament ME. Colitis, persistent diarrhea, and soy protein intolerance. J Pediatr.1977; 91 :404 –407Jenkins H, Pincott J, Soothill J, Milla P, Harries J. Food allergy: the utama cause of infantile colitis. Arch Dis Child.1984; 59 :326 –329Benlounes N, Candalh C, Matarazzo P, Dupont C, hello M. The time-course that milk antigen-induced TNF-alpha secretion different according come the clinical symptoms in children with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :863 –869Osterlund P, Jarvinen KM, Laine S, Suomalainen H. Defective tumor necrosis factor-alpha manufacturing in babies with cow’s milk allergy. Pediatr Allergy Immunol.1999; 10 :186 –190Chung HL, Hwang JB, Park JJ, Kim SG. Expression of transforming expansion factor beta1, transforming expansion factor type I and also II receptors, and TNF-alpha in the mucosa of the small intestine in babies with food protein-induced enterocolitis syndrome. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :150 –154Busse P, Sampson HA, Sicherer SH. Non-resolution that infantile food protein-induced enterocolitis syndrome (FPIES). J Allergy Clin Immunol.2000; 105 :S129 (abstr)Hill DJ, Hosking CS. Infantile colic and also food hypersensitivity. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30(suppl) :S67 –S76Lucassen PL, Assendelft WJ, Gubbels JW, valve Eijk JT, valve Geldrop WJ, Neven AK. Efficiency of therapies for infantile colic: systematic review. Br Med J.1998; 316 :1563 –1569Castro-Rodriguez JA, Stern DA, Halonen M, et al. Relation between infantile colic and also asthma/atopy: a prospective belajar in an unselected population. Pediatrics.2001; 108 :878 –882Sampson HA, McCaskill CC. Food hypersensitivity and atopic dermatitis: testimonial of 113 patients. J Pediatr.1985; 107 :669 –675 Burks AW, James JM, Hiegel A, et al. Atopic dermatitis and food hypersensitivity reactions. J Pediatr.1998; 132 :132 –136 D’Netto MA, Herson VC, Hussain N, et al. Allergic gastroenteropathy in preterm infants. J Pediatr.2000; 137 :480 –486Talley NJ, shorter RG, Phillips SF, Zinsmeister AR. Eosinophilic gastroenteritis: a clinicopathological belajar of patients with an illness of the mucosa, muscle layer, and subserosal tissues. Gut.1990; 31 :54 –58Caldwell JH, Mekhjian HS, Hurtubise PE, Beman FM. Eosinophilic gastroenteritis through obstruction. Immunological researches of 7 patients. Gastroenterology.1978; 74 :825 –828Dobbins JW, Sheahan DG, Behar J. Eosinophilic gastroenteritis v esophageal involvement. Gastroenterology.1977; 72 :1312 –1316Orenstein SR, Shalaby TM, Di Lorenzo C, Putnam PE, Sigurdsson L, Kocoshis SA. The spectrum that pediatric eosinophilic esophagitis beyond infancy: a clinical collection of 30 children. To be J Gastroenterol.2000; 95 :1422 –1430Vitellas KM, Bennett WF, Bova JG, Johnston JC, Caldwell JH, Mayle JE. Idiopathic eosinophilic esophagitis. Radiology.1993; 186 :789 –793Martino F, Bruno G, Aprigliano D, et al. Effectiveness of a home-made meat based formula (the Rezza-Cardi diet) as a diagnostic alat in youngsters with food-induced atopic dermatitis. Pediatr Allergy Immunol.1998; 9 :192 –196Van Rosendaal GM, anderson MA, Diamant NE. Eosinophilic esophagitis: situation report and clinical perspective. To be J Gastroenterol.1997; 92 :1054 –1056Rothenberg ME, Mishra A, Collins MH, Putnam PE. Pathogenesis and also clinical attributes of eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2001; 108 :891 –894Attwood SE, Smyrk TC, Demeester TR, Jones JB. Esophageal eosinophilia with dysphagia. A distinctive clinicopathologic syndrome. Dig Dis Sci.1993; 38 :109 –116Ruchelli E, Wenner W, Voytek T, Brown K, Liacouras C. Severity the esophageal eosinophilia predicts an answer to traditional gastroesophageal reflux therapy. Pediatr Dev Pathol.1999; 2 :15 –18Lee RG. Significant eosinophilia in esophageal mucosal biopsies. Am J Surg Pathol.1985; 9 :475 –479Walsh SV, Antonioli DA, Goldman H, et al. Allergy esophagitis in children: a clinicopathological entity. To be J Surg Pathol.1999; 23 :390 –396Liacouras CA, Wenner WJ, Brown K, Ruchelli E. Primary eosinophilic esophagitis in children: effective treatment with dental corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 26 :380 –385Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC, Yardley JH, Perman JA, Sampson HA. Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: improvement with an amino-acid based formula. Gastroenterology.1995; 109 :1503 –1512Spergel JM, Beausoleil JL, Mascarenhas M, Liacouras CA. The use of skin prick tests and also patch tests to recognize causative foods items in eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :363 –368Faubion WAJ, Perrault J, Burgart LJ, Zein NN, Clawson M, Freese DK. Treatment of eosinophilic esophagitis v inhaled corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 27 :90 –93Shirai T, hashimoto D, Suzuki K, et al. Effective treatment that eosinophilic gastroenteritis through suplatast tosilate. J Allergy Clin Immunol.2001; 107 :924 –925Neustrom MR, Friesen C. Therapy of eosinophilic gastroenteritis v montelukast. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :506Sicherer SH, Noone SA, Koerner CB, Christie L, Burks AW, Sampson HA. Hypoallergenicity and efficacy of an amino acid-based formula in kids with cow’s milk and also multiple food hypersensitivities. J Pediatr.2001; 138 :688 –693Ortolani C, Ispano M, Pastorello E, Bigi A, Ansaloni R. The oral allergy syndrome. Ann Allergy.1988; 61 :47 –52Ortolani C, Pastorello EA, Farioli L, et al. IgE-mediated allergy from vegetables allergens. Ann Allergy.1993; 71 :470 –476Farrell RJ, kelly CP. Celiac sprue. N Engl J Med.2002; 346 :180 –188 Ferguson A. Instrument in disadvantage reactions come food. The cradle tract. Allergy.1995; 50 :32 –38Kelso JM, Sampson HA. Food protein-induced enterocolitis come casein hydrolysate formulas. J Allergy Clin Immunol.1993; 92 :909 –910Frisner H, Rosendal A, Barkholt V. Identification of immunogenic maize protein in a casein hydrolysate formula. Pediatr Allergy Immunol.2000; 11 :106 –110Isolauri E, Sutas Y, Makinen KS, Oja SS, Isosomppi R, Turjanmaa K. Efficacy and also safety of hydrolyzed cow milk and also amino acid-derived formulas in infants with cow milk allergy. J Pediatr.1995; 127 :550 –557 Artikel Terkait berbeda :

Berbagai kumpulan jadwal acara Alergi

Supported by
*
Widodo judarwanto, pediatrician

Children’s Allergy Center Online www.oksavingmoney.com/

Picky Eaters Clinic, Klinik Kesulitan makan diatas Anak www.mypickyeaters.oksavingmoney.com.com/