Share on facebook https://oksavingmoney.com/2017/08/tan-hana-dharma-mangrwa/" data-toggle="tooltip" title="Share on Twitter" rel="nofollow">Follow ~ above FacebookAdd to Google+Connect on linked inSubscribe by EmailPrint This Post
*
Kabag Humpro Drs nugroho W SIstanto.

Anda sedang menonton: Apa arti semboyan bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa

oksavingmoney.com – Mungkin noel ada salahnya penulis mengingatkan bagian belakang kalimat diatas kemudian judul tulisan ini. Sentence ini akibat merupakan sambungan dari kalimat yang sudah dulu semboyan bangsa kita ini yaitu bhinneka Tunggal Ika.

Kalimat yang telah dulu semboyan ini siap sangat tersebar luas di social kita dan penulis yakin hampir seluruh warga bangsa kita apa berusia dewasa, kelewat yang hanya menamatkan pendidikannya di tingkat sekolah radikal saja tahu maafkan saya itu bhinneka Tunggal Ika, meskipun dengan pengertian yang sederhana yaitu berbeda-beda tetapi dengan tegas satu.

Memaknai such itu ya noel salah, buat pengertiannya juga kurang lebih kemiripan apabila diartikan kata perkata. Bhinneka berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti “macam” dan were pembentuk kata “aneka” di dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti “satu”. Kata Ika berarti “itu”. Secara harfiah bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, apa bermakna meskipun berbeda-beda tetapi diatas hakikatnya negara Indonesia tetap adalah satu kesatuan.

Sebenarnya dibelakang kalimat bhinneka Tunggal Ika yang ada tertulis batin Buku Sutasoma (Mpu Tantular) yang ditulis pada abad usai 14 masehi pada masa kerajaan Majapahit ada sentence dibekangnya yaitu Tan Hana Dharma Mangrwa. Jadi lengkapnya adalah bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa. Adapun arti per katanya adalah Tan (tidak) Hana (ada) dharma (kewajiban, policy dan kebenaran), dan mangrwa (mendua), yang dimaknai noel ada kewajiban, aturan. Kebenaran yang mendua.

Pada tulisan ini, penulis lebih menyeleksi Dharma diartikan kewajiban. Kewajiban pribadi asal kata wajib. Di dalam Kamus geram Bahasa Indonesia wajib pribadi arti harus dilakukan; noël boleh noël dilaksanakan. ( https://kbbi.web.id/wajib). Karena sesuatu apa “ harus dilakukan” ataukah “ tidak boleh noël dilaksanakan” harus di-bhakti-kan. Oleh untuk itu kita mengenal kata Dharmabakti dengan demikian kata ini mengandung arti “perbuatan untuk berbakti”( kepada negara, religius dlsb) , atau biasa itupenggunaan mengenal kata mendharma-baktikan yang memiliki konotasi mengabdikan, mempersembahkan. Untuk itu, noel salah tambahan apabila ada apa mendefinisikan “tan hana dharma mangrwa” itu kemudian “tidak ada pengabdian yang mendua”.

Motto ataukah semboyan Tan Hana Dharma Mangrwa akibat berlaku bagi semua anak negara di negeri ini, apakah itu dilingkungan organisasi pemerintah ataupun organisasi non otoritas (non federal government organization), bahkan berhenti pemerintah apa sangat reputasi yaitu Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), semboyan tersebut menjadi semboyan lembaganya, tentu dengan karsa dan harapan buat mencetak pimpinan bangsa apa menyadari dan dipercaya betul bahwa noel ada pengabdian yang mendua di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila saya baik-baik saja diri kemudian warga bangsa Republik Indonesia, negara apa harus diabdi bukan negara lain tetapi negara apa memiliki 4 pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, bangsa Kesatuan republik Indonesia dan bhinneka Tunggal Ika menemani itu sendiri.

Mengingat terbatasnya ruang pada penulisan ini, maka penulis akan membatasi hanya pada keterkaitan antara semboyan Tan Hana Dharma Mangrwa dilingkup memegang pemerintah, dan lebih dipersempit lagi diatas Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil negara (ASN). Inipun akan penulis persempit lagi diatas Aparatur Sipil negara di Daerah, daerah inipun batin pengertian kabupaten ~ no propinsi, untuk penulis tambahan tinggal di quenn kabupaten. Sebagaimana penulis singgung diatas, penulis also lebih menyeleksi mengartikan Dharma such pengabdian.

Pemerintah quenn dalam halaman ini otoritas kabupaten dipimpin melalui Kepala menyiksa yaitu bupati dan Wakil Bupati. Bupati dan Wakil bupati dipilih malalui mekanisme Pemilukada mencapai masa jabatan 5 tahun, dan bisa ~ dipilih kembali untuk masa jabatan 5 lima kedua.

Kepala menyiksa sebagaimana tahapan-tahapan apa telah diatur dalam ketentuan undang-undang, harus memiliki penglihatan dan misi kemudian sesuatu apa akan dulu pegangan dalam penyelenggaraan pemerintahan apa akan dipimpinnya. Apabila terpilih, pidato menang batin Pemilukada maka penglihatan dan misi ini akan masuk batin RPJM quenn tersebut dan wajib untuk dilaksanakan.

Lihat lainnya: Bisa Jadi Tanda Diabetes, Atasi Tel Apa Penyebab Kaki Terasa Berat Dan Kaku

Terkait mencapai Bupati/ Wakil bupati terpilih untuk mewujudkan penglihatan dan misi tentu noel dapat melakukannya sendiri. Satuan-satuan merencanakan Perangkat quenn yang dibentuk menjadi menentukan batin pencapaian penglihatan dan misi tersebut. Untuk itu, noël boleh ada satupun lembaga tersebut yang noël melaksanakan kebijakan-kebijakan apa telah ditetapkan oleh “ Sang Leader” yaitu Kepala menyiksa itu sendiri, noël ada satupun satuan perangkat quenn yang tidak menuju lurus kedepan mencapai penglihatan dan misi, dan gerak keterpurukan ini harus serentak dan bersinergis, harus dipastikan bahwa noël ada pengabdian apa mendua, sebab dharma apa mengrwa pasti ini adalah mengganggu pencapaian tujuan bahkan menjadi menggagalkan pencapain tujuan.