Cimahi - Siapa tak tahu Upin dan Ipin? darimana pertama kali ditayangkan di salah satu TV nasional, animasi asal Malaysia ini sukses produksi anak-anak duduk manis di dore TV.Upin dan Ipin just salah satu tayangan animasi yang akrab ditonton sosial kita. Dari sekian crowd animasi yang sering kita tonton, adakah di antaranya yang buatan negeri sendiri?Dari sisi pertumbuhan bisnis, animasi Indonesia masih kurang sopan tertinggal dan kalah tdk normal dengan animasi luar. Tak haruss jauh-jauh, menjangkau animasi buatan negara tetangga kemudian Malaysia dan Singapura saja, Indonesia masih tertinggal.


Anda sedang menonton: Apa benar upin ipin buatan indonesia

Ironis, padahal bangsa lain mengakui bakat-bakat dan karya animator itupenggunaan yang noel kalah keren. Namun kenyataannya, dengan Malaysia saja misalnya, mereka lebih bisa menunjukkan gigi.Hal ini diakui salah satu animator asal Cimahi, Bandung, Erwin Argh. "Sekarang lampu Malaysia lompatannya kurang sopan banget. Kalau itupenggunaan dari dulu sampai menampakkan masih stagnan saja. Mengapa Malaysia menampakkan bisa making lebih crowd produk animasi dibandingkan kita apa justru acibe lebih duluan?," kata Erwin.Sedikit bernostalgia, Erwin menceritakan di mana dirinya dulu terlibat di dalam proyek animasi untuk Malaysia. Mereka memiliki modal dan ide, jadi meminta Erwin dan timnya, animator Indonesia untuk mengerjakannya.Meski ironis, namun ada halaman berharga apa patut dipelajari dari saga ini. Harus diakui, kini Indonesia apa mencontoh Malaysia. Orang orang bilang Erwin, ada kawanan faktor yang membuat animasi di Indonesia masser stagnan dari tahun 1970-an sampai sekarang."Pendidikan soal animasi kurang, orang-orang yang bekerja di bidang animasi pemahamannya gak full, apresiasi penonton masih kurang dan para pemodal yang masih mikirnya untung rugi. Mereka tidak melihat animasi seperti proyek jangka panjang," kilade Erwin.Chairman Cimahi an innovative Association rudy Suteja menambahkan, peran pemerintah pun turut andil di dalam pertumbuhan animasi di tanah Air. Sejumlah kebijakan pemerintah, jika diterapkan, bisa ~ mendukung animasi buatan Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri."Di beberapa negara itu diproteksi. Di Malaysia dan hongkong misalnya, itu di stasi TV mereka alles animasi lokal. Animasi dari luar hanya ada di TV berlangganan. Enim semacam kebijakan delegasi tayang, itu mau beli lebih mahal dan disubsidi pemerintah," kata pria berkacamata ini memberikan contoh.Kembali berbicara Malaysia, negeri serumpun itu juga memberikan insentif kepada pelaku industri kreatif, menambah tempat tayang untuk animasi lokal, dan melakukan inkubasi buat menciptakan para kreator di bidang film dan animasi."Kita memang harus belajar dari Malaysia. Itu untuk keterlibatan pemerintah noël bisa tidak. Kalau pemerintah tidak support, sayang. Ini ada potensi anak-anak kita yang mampu, pasar di dunia juga cukup besar. Setelah itu jangan-jangan orang-orang kita pergi setelah sana, industrinya gak ditanam di sini," rudy menandaskan. (rns/ash)
0 remarks
share URL telah salinan

Berita Terkait




Lihat lainnya: Apa Yang Dihasilkan Dari Proses Fotosintesis, Proses Fotosintesis Pada Tumbuhan

Twitter Dibuka lagi di Nigeria nanti Masalah Hapus tt Presiden

Seram! Terdengar suara "Hantu" di Google Maps Bikin Pengguna takut

Loker untuk yang Berani, Nonton movie Horor dibayarkan Rp 18 juta

Eaaa! Gadis Influencer viip Ternyata Pria 50 tahun

Membanggakan! Karya Animasi SMK Ini kesuksesan Go penginternasionalan

Bamsoet Puji mulai Animasi Butir-Butir Pancasila dari AKKI

Satu lainnya Animasi Indonesia apa Disenangi Sampai Luar Negeri

Raya and The terakhir Dragon, film Animasi yang Pamerkan kecantikan Indonesia