Berikut bertindak sikat gigi diasuh odol di siang days saat puasa merujuk berbagai pendapat. (Foto: Thegreenj)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di antara hal-hal apa membatalkan puasa ialah input suatu benda setelah rongga riak dengan sengaja, baik itu oleh tenggorokan atau publik tubuh yang lain, kemudian hidung, telinga bagian dalam, dan sebagainya.

Anda sedang menonton: Apa hukumnya sikat gigi saat puasa

Lalu, maafkan saya hukumnya melakukan sikat gigi dengan semacam spageti atau odol saat berpuasa? Apakah boleh sikat gigi selama berpuasa?


Muhammad Anis Sumaji dan Najmuddin Zuhdi dalam 125 masalah Puasa (2008: 49) menulis bahwa keuntungan siwak ataukah sejenisnya, kemudian sikat gigi dengan pasta gigi, dibolehkan saat berpuasa.


Alasannya, sikat gigi, baik manfaat odol maupun tidak punya pasta, sebatas memasukkan sesuatu usai dalam mulut, yang kemudian dikeluarkan lagi. Oleh untuk itu, sikat gigi dianggap tak membatalkan puasa.

Kendati belum ada sikat gigi dan semacam spageti di zaman Rasulullah SAW, pendapat yang membolehkan chapter ini dilakukan selagi berpuasa merujuk diatas ulasan Imam Nawawi batin kitab al-Majmu", syarah al-Muhadzdzab.

Dalam kitab itu, Imam nawawi menjelaskan, apabila seseorang pakai siwak basah, lalu airnya berpisah dari siwak yang ia gunakan, ataukah cabang-cabang (bulu-bulu) kayunya menemani itu lepas kemudian tertelan, maka puasanya batal tanpa ada selisih pendapat ulama. Demikian dijelaskan melalui Al-Faurani dan lainnya (Juz VI, chapter 343).

Jadi, sikat gigi baru dianggap membatalkan puasa jika pasta atau air tertelan setelah tenggorokan. Jika tidak ada air kumur atau odol yang tertelan maka sikat gigi tak membatalkan puasa.

Sikat gigi dan ekstra odol karena membersihkan mulut ini dianggap noël membatalkan puasa, disimpulkan dari qias melalui hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin "Abbas.

Ia berkata: "Tidak kenapa seseorang mencicipi kuah makanan atau suatu makanan, selama noël sampai tertelan usai tenggorokan, saat ia berpuasa," (HR. Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

Akan tetapi, bagi orang yang berpuasa hendaknya berhati-hati saat melakukan sikat gigi dengan benefit odol.


Foto: Istockphoto/nensuriaIlustrasi. Tindakan sikat gigi memakai odol di siang aku saat puasa merujuk berbagai pendapat ulama.

Melansir NU Online, jika tidak ada air ataukah pasta apa masuk tenggorokan kesamaan sekali, puasanya memang tidak batal. Namun apabila ada sedikit saja air atau pasta apa tertelan walaupun tidak punya sengaja, puasanya batal.

Selain itu, memakai siwak ataukah sikat gigi, kemudian ditulis Isnan Ansory dalam Pembatal Puasa ramadan dan Konsekuensinya (2019), menurut ulama mazhab Syafi"i dan mazhab Hambali, hukum makruh bagi orang yang berpuasa bila telah melewati waktu duhur hingga sore hari (hal 22-23).

Landasannya pendapat tersebut adalah sabda Rasulullah SAW, "Bau mulut orang apa puasa lebih harum di sisi Allah dari errol kesturi." (HR. Bukhari).

Menurut ulama kedua mazhab tersebut, bersiwak dan menggosok gigi menjadi menghilangkan bau mulut, padahal bab tersebut merupakan ciri khas dari orang apa sedang berpuasa.

Dalam kitab Nihayatuz Zein fi Irsyadil Mubtadi"in, Syekh Muhammad nawawi Al-Bantani juga telah berkomunikasi pendapat, deviasi satu middle 13 hal yang makruh dilakukan saat berpuasa adalah bersiwak ke waktu duhur.


Lihat juga:Siwak, antara kesehatan Mulut dan Ibadah di moon Puasa

Bersiwak ataukah sikat gigi dan berkumur usai waktu duhur dianggap makruh untuk dilakukan saat berpuasa karena pembersihan mulut selagi seorang melakukan ibadah puasa menyalahi hal apa utama.

Adapun hal yang utama menyertainya adalah mendiamkan mulut dan aromanya apa kurang sedap dengan what adanya, pulih ada hadis Nabi SAW yang menyebut kemenyan mulut orang berpuasa disukai melalui Allah SWT pada aku kiamat.

Lihat lainnya: Daftar Jaringan Kantor Bank Indonesia Yang Ada Di Malaysia, Jaringan Bni

Dengan demikian, sikat gigi diasuh odol seusai waktu duhur hingga magrib, sebenarnya noel dilarang bagi orang yang puasa, namun aktivitas ini lebih dianjurkan untuk ditinggalkan.