Tangga selang diatonis ternyata terbagi lagi were tangga nada diatonis young dan mayor loh. Kemudian, ada tambahan tangga ton pentatonis dan kromatis. Simak macam-macam dan selisih tangga volume dianotis, penatonis, serta kromatis berikut ini.

Anda sedang menonton: Apa perbedaan antara tangga nada diatonis dan pentatonis

_______________________________

Perbedaan Tangga ton Diatonis dan Pentatonis — mendengarkan musik memang memanggang aktivitas yang paling menyenangkan. Karena oksavingmoney.com Friends yang nggak puas hanya memanggang pendengar, juga bisa menciptakan musik personally dengan keuntungan alat-alat musik. Tapi, menciptakan musik nggak just memainkan tool musik secara random. Kamu juga perlu menguasai tangga nada. Tangga ton adalah rangkaian ataukah susunan nada-nada mencapai jarak tertentu. Nada tersebut bisa saja were tinggi ataukah rendah. Ketergantungan dari komposisinya, beberapa lagu-lagu bahkan bisa memiliki volume rendah dan tinggi secara bergantian.

Jenis tangga nada pun ternyata tambahan bermacam-macam. Tangga tanda secara umum dibedakan memanggang 3, yaitu pentatonis, diatonis, dan kromatis. Nah, dari ketiganya, masih banyak juga yang kesulitan membedakan tangga nada pentatonis dan diatonis. Daripada bingung, yuk baca ulasan perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis dibawah ini.

BACA JUGA: Mengenalkan Musik pada Anak

_______________________________

Definisi Tangga Nada

Di dalam dunia musik ada yang dinamakan tangga nada. Nah, pengertian dari tangga nada ini adalah rangkaian berjenjang dari nada-nada awal dari selang dasar sampai nada oktafnya (rangkaian volume dalam selang tertentu). Atau lebih lebih sederhananya tangga selang ini merupakan suatu unsur yang bikin musik bisa suara lebih merdu dan asyik. Contohnya dari ton do, re, mi, fa, sol, la, si dan do tinggi. Sedangkan fungsinya untuk menciptakan suatu keindahan, yang meliputi unsur melodi, ritmis beserta keharmonisan apa bisa memberikan kecantikan, kecantikan khusus pada sebuah lagu untuk nada bisa saling berkesinambungan. 

Jadi bisa ~ diibaratkan tangga nada ini kemudian tangga di atas kehidupan sehari-hari. Ada saatnya naik dan naik lainnya semakin ditinggikan namun ada kalanya harus turun dan turun lagi semakin rendah. Dan yang were jeda antara selang satu dengan lainbutuh disebut interval. Nah, kalau expression ini contohnya di dalam kehidupan sehari-hari adalah selang antar anak tangga. Ada yang jaraknya kurang sopan ada juga yang mempunyai pelubangan dekat. Tanpa kehadiran tangga nada, noël pernah ada suara yang bisa dipahami dan dinikmati. Ton terdengar garing, noël indah, biasa saja dan noel bisa disebut sebagai seni.

*

Macam-macam Tangga Nada

Tangga ton terdiri dari mayoritas macam apa mana setiap jenisnya mempunyai suara khas yang berbeda sehingga untuk membuat musik dapat didengarkan dengan fungsional khusus apa bisa disesuaikan mencapai kondisi, situasi atau kebutuhan. Selain tangga selang diatonis (terdiri dari tangga volume diatonis boy dan diatonis mayor) serta tangga nada pentatonis (terdiri dari tangga volume pelog dan slendro) sebagai sudah dijelaskan di atas, ada juga tangga volume kromatis.

1. Tangga ton Diatonis

Tangga ton diatonis adalah komposisi tangga selang yang banyak banget used di karya musik modern atau kontemporer. Types tangga ton berjumlah 7 ini biasanya benefit interval 1 atau interval setengah. Tangga ton ini tambahan dibagi lagi menjadi 2 jenis, yaitu tangga nada mayor dan tangga volume minor.

Tangga nada mayor adalah jenis tangga nada yang dipakai diatas lagu-lagu apa menggambarkan suasana ceria. Susunan nada dari tangga volume minor biasanya memiliki jarak 1 – 1- ½ – 1 – 1 – 1 – ½. Kebanyakan lagu-lagu anak-anak keuntungan tangga nada mayor, lho. Lagu-lagu seperti “Lihat Kebunku” dan “Naik Delman” apa diciptakan medang Sud, maupun lagu-lagu “Balonku” dari at Mahmud also menggunakan selang ini. Selain itu, lagu menyiksa dengan ton ceria dan catchy such “Ampar-Ampar Pisang”, “Manuk Dadali”, dan “Gundul Pacul” also digubah menjangkau tangga nada diatonis mayor.

Tangga volume diatonis minor pameran kesan apa mellow dan sedikit sendu. Tangga nada ini membagi lagi memanggang 3 jenis, yaitu tangga ton minor asli, harmonis, dan melodis. Cara membedakannya adalah, tangga nada minor nguyên cuma memiliki nada pokok. Jadi, jangan terkagum-kagum kalau tangga nada ini sama terlalu banyak nggak memiliki tanda kromatis.

Sedangkan, tipe tangga selang minor harmonis, tiap nada dinaikkan were setengah. Tapi, pola naik turun nada tetap sama. Nada minor melodis cuma pengaturan not nada ke-6 dan ke-7. Saat diturunkan pun, nadanya hanya down setengah saja. Beberapa lagu sebagai “Mengheningkan Cipta” karya Truno Prawit, “Gugur Bunga”, dan “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki termasuk setelah dalam lagu yang pakai tangga selang diatonis.

2. Tangga selang Pentatonis

Perbedaan tangga ton diatonis dan pentatonis yang paling kelihatan adalah, selang pentatonis cuma punya nada pokok berjumlah 5 buah saja. Tangga selang pentatonis dibagi enim 2 bagian, yaitu Slendro dan Pelog. Slendro adalah types tangga nada pentatonis apa mengusung nada 1 2 3 4 5 6 1 dengan kesan mendalam irama apa ceria dan optimistic banget. Sebaliknya, pelog punya nada 1 2 3 4 5 6 7 yang lebih kalem. Contoh songs populer apa menggunakan tangga nada pentatonis slendro adalah “Jali-Jali”, “Kincir-Kincir”, dan “Suwe Ora Jamu”. Sedangkan songs dengan ton pentatonis pelog adalah “Lir-Ilir”, “Te Kate Dipanah”, dan “Cing Cangkeling”.

Lihat lainnya: Berikut Ini Yang Merupakan Peran Rumah Tangga Konsumsi Adalah

3. Tangga selang Kromatis

Tangga selang kromatis atau sering also disebut aksidental merupakan tangga ton yang pakai 12 macam selang dan selang antar notnya ½. Tangga volume kromatis juga merupakan turunan dari nada diatonis mayor yang mana bagian selang yang nilainya 1 (pada diatonis mayor) menjadi dipecah menjadi ½ dan ½ pada nada kromatis. Contohnya: C – Cis – D – Dis – E – F – Fis – G – Gis, A – Ais dan selanjutnya. 

Tangga ton kromatis also sering dipakai di ~ ke-12 nada oktaf. Walau demikian hanya 7 oktaf duluan dari abjad apa digunakan untuk nama nada. Contohnya A, B, C, D, E,F,G dan 5 ton lainnya dalam nada kromatis diberi nama belakang dengan simbol yakni gejala kress (meninggikan no dibelakangnya ½ nada) , tanda tangan mol (merendahkan not dibelakangnya ½ nada) dan sign pugar atau tanda tangan natural (mengembalikan nada yang sebelumnya ditinggikan atau direndahkan)

Ketukan bisa ~ dibilang such salah satu dasar apa harus memahami dalam play musik, ini untuk ketukan adalah unsur yang membentuk musik. Bila noël paham ataukah salah ketukan, musik apa dihasilkan menjadi berantakan. Ketukan juga menunjukkan singa pendeknya sebuah nada, semakin crowd ketukan maka semakin singa nadanya. Dan di atas tangga ton kromatis umumnya memiliki ketukan ataukah birama 4/4.

Tangga volume kromatis sering dipakai di atas jenis lagu-lagu seperi songs jazz, songs rohani, pop dan blues. Contohnya ada pada lagu Indonesia Pusaka dan Bungong Jeumpa. 

_______________________________

BACA JUGA: Tips Beli alat Musik Online 

Main musik jadi makin seru dengan belanja peralatan musik di oksavingmoney.com. Membeli online ini tawarkan berbagai toolkit musik berkualitas yang bisa kamu pilih di kategori home & Living. Start dari keyboard, piano, gitar, dan lain sebagainya. Harga apa ditawarkan juga beragam dan pastinya terjangkau. Apalagi, kalau kamu manfaatkan promo big Payday Murah No Drama yang dilaksanakan tanggal 25-27 November 2021 dari oksavingmoney.com. Belajar perbedaan tangga volume diatonis dan pentatonis pastinya memanggang jauh lebih nyambung dan seru, deh!