Author tip Online Submissions aim & Scope editorial Boards Peer Reviewer publication Ethics contact Us Statistics various other Journals


Anda sedang menonton: Apa yang di maksud dengan ham

Sertifikat evaluasi 2
*

*
Template Naskah membentuk orisinal/ persetujuan
*

*

*

Harison Citrawanhttps://scholar.google.co.id/citations?user=KA_Y1IMAAAAJ&hl=enPuslitbang HAM, Balitbang beraksi dan HAMIndonesia

Sabrina Nadillahttps://scholar.google.co.id/citations?user=6dlvq9AAAAAJ&hl=id&oi=aoPuslitbang HAM, Balitbang hukum dan HAM

KeywordsHAMHak Asasi ManusiaIndonesiaakses terhadap keadilanbantuan hukumcovid-19hakhak anakhak asasihak asasi manusiahak asasi manusia.hak atas pendidikanhukumkebebasan beragamakebijakanlembaga pemasyarakatanpencegahanpendidikanpenegakan hukumpenyandang disabilitaspidana mati


Lihat lainnya: Berita Jatuhnya Pesawat Lion Air Jt 610 Terkini Dan Terbaru Hari Ini

Hukum, hak Asasi Manusia, dan structure Pengetahuan: Refleksi Metodologis sekitar Studi Kekerasan Massal


Diskursus bertindak dan baik asasi manusia di Indonesia masih sangat kental diwarnai oleh cerita dengan cara pandang legal-dogmatik. Tulisan ini hendak profil gagasan konseptual dan analitis kyung hubungan antara bertindak dan struktur knowledge dengan merujuk pada rumor pelanggaran berat hak asasi human masa lalu. Dengan tidak adanya regulasi yang dapat diatasi kekerasan massal (mass atrocities) di ~ masa lalu, jadwal acara ini meringkas bahwa pertama, tangani itu pembentukan tindakan dan peraturan perlu diposisikan di batin kerangka pergerakan pembentukan pengetahuan. Secara spesifik, kedudukan memori circa kekerasan masa lalu, sebagai bagian dari struktur pengetahuan, menjadi unsur konstitutif di dalam pembentukan hukum dan regulasi. Menghubung antara bertindak dan memori dapat ditemukan melalui tiga mekanisme: laporan analogis, kesadaran historis, dan pembawa memori. Kedua, pada tingkat analitis, karena dapat help dalam demisioner proses ketiga mekanisme tersebut, artikel ini menawar teori aktor jaringan kemudian alternatif. Selain itu, teknik tersebut diharapkan lebih mampu mencerminkan realistis sosial batin proses legislasi. Bagaimanapun, dua simpulan ini menjadi awal semata batin mengembangkan studi tindakan dan baik asasi manusia dari lensa sosio-legal.