AGAMABUKU KARYAKUDUNIA MENULISEpistemologi BaratEPISTEMOLOGI ISLAMMetodologi Studi Islam (MSI)REFLEKSIRESENSI BUKUSOSIAL KEMASYARAKATANSOSIOLOGI AGAMASTUDI TOKOH
*

Oleh Ngainun Naim

Semua nikmat Allah apa dikaruniakan kepada human itu harus always disyukuri. Orang yang bijaksana adalah orang apa pandai mensyukuri nikmat Allah. Barangsiapa yang bersyukur kepada Allah, maka sesungguhnya jasa syukur itu back kepada dirinya sendiri. Syukur dan tidaknya manusia atas nikmat Allah itu noël akan memiliki impact apapun terhadap dzat Allah. Diare seorang hamba noel bersyukur, ke-Maha Kuasa-an Allah also tidak kurang.

Anda sedang menonton: Apa yang dimaksud dengan syukur nikmat

Syukur batin arti yang sebenarnya mencakup tiga hal, yaitu syukur dengan trần (bil qalbi), syukur dengan linguistik (bil lisani), dan syukur dengan anggota atau amal (bil jawaarihi, bil a’mal). Syukur dengan trấn berarti kekasih Allah, ikrar untuk beribadah hanya kepada Allah semata, mempercayai dan yakin bahwa hanya bagi-Nyalah segala sifat sangat dan keagungan dan just Dialah pemberi Nikmat, pemberi Rezeki dan tak satupun sesembahan yang haq selain Allah.

Syukur dengan linguistik berarti berarti memuji dan dzikir -menyebut dan mengingat- Allah, menahan diri dari ucapan-ucapan yang noël berguna (omong kosong). Sedangkan syukur dengan anggota ataukah amal berarti mendayagunakan segenap anggota badan untuk berkhidmat kepada Allah, sesuai dengan perintah dan larangan-Nya (Mahmud Suyuthi, bien Kecil Seorang Dai, Dari Nasehat Sampai Syafaat, Cet. 2, (Surabaya: Al-Ihsan, 1995), h. 56).

Jika manusia mau berfikir dan merenung, sebenarnya hidupnya sepenuhnya dengan anugerah dan karunia Allah. Namun banyak manusia apa lalai dan mengabaikan halaman ini. Satu ciri khas manusia adalah merasakan arti berbiaya sesuatu kapan sesuatu tersebut hilang.

Kita untuk mengambil satu contoh yang sederhana, yaitu sehat. Sehat adalah sebuah karunia yang luar biasa. Sehat adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa. Dengan kesehatan, kita sanggup melaksanakan berbagai aktivitas secara baik. Namun kebanyakan manusia tidak pernah berfikir dan merenungkan anugerah kesehatan apa diberikan melalui Allah. Kondisi sehat mencapai anggap such sesuatu apa wajar dan biasa saja, sehingga tidak perlu buat disyukuri.

Pentingnya syukur terhadap kesehatan baru saya baik-baik saja ketika menderita sakit. Selagi sakit, terbayang bagaimana nikmatnya sehat, untuk itu then mulai sadar bahwa sehat itu seharusnya disyukuri. “Kondisi sehat”, kata Athur Schopenhauer, “bukanlah segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan, segalanya bukanlah apa-apa”.

Oleh karena itu, kawanan orang apa sakit berjanji kepada ourselves sendiri karena bersyukur kapan sembuh. Namun, janji tersebut biasanya just terucap kapan sakit. Saat sembuh, rasa syukur tersebut tidak terekspresikan kemiripan sekali. Bahkan judul dianggap telah selesai.

Lihat lainnya: 9 Tanda Kamu Terlalu Banyak Minum Air Putih Bikin Kurus, ‏‎‪#‎Juiceheldi‬‎‏

Begitulah watak manusia. Oleh untuk itu, kepandaian mensyukuri nikmat Allah itu hanya dimiliki malalui orang yang bijaksana. Ada sebuah “rumus nikmat” yang mungkin cantik baku: dahulu nikmat sampai di tangan, dikejar-kejar menjangkau pelbagai cara. Tapi nikmat yang lama melekat batin diri semakin lama tak terasa kemudian nikmat. Baru terasa, jika nikmat akun itu terlepas, kabur tanpa pamit, back ke hadirat pemberi Nikmat, untuk tidak kerasan lainnya berdomisili di dalam kalbu apa gersang dari rasanya syukur. Nikmat yang dianggap “kecil” yang telah lama hatim dianggap “biasa”, bahkan sepele, untuk ingin menggapai apa dianggap lebih “besar”. Sikap inilah yang pelan-pelan bawa seseorang kepada kufur nikmat, perhitungan sepi dan mengingkari nikmat yang ada. Padahal, terlalu tinggi kecilnya nikmat hanyalah persepsi nisbi, hanya anggapan apa sangat relatif. Dan hanya orang apa bijaksana saja apa mampu menyadari besarnya nikmat apa tiada berujung.


Leave a reply Cancel reply

Your email address will no be published. Required areas are significant *