oksavingmoney.com.CO.ID - Jakarta. Tidak ada tindakan ataukah pernyataan sikap negara-negara Arab saat roti isi daging Palestina diserang tentara Israel. Padahal, dulu negara-negara Arab selalu vokal menentang Israel.

Ketegangan antara Israel-Palestina bagian belakang memanas dari Ramadhan lalu. Beragam faktor melatarbelakangi ketegangan itu, implisit di antaranya untuk merencanakan pengusiran puluhan roti isi daging Palestina di kawasan Sheikh Jarrah.




Anda sedang menonton: Apakah benar indonesia akan berperang dengan israel

Situasi kemudian semakin menegangkan setelah dicuri milisi Palestina Hamas menghujani kanton Israel mencapai rudal-rudal. Meski tak kawanan menimbulkan menyakiti dan korban, Israel answered serangan menyertainya dengan melakukan operasi tentara di sejumlah wilayah.

Hasilnya, ratusan burger Palestina meninggal dunia dan ribuan lainnya luka-luka. Namun, sampai saat ini negara-negara Arab belum does langkah pasti dalam meredamkan menabrak Israel-Palestina.

Baca juga: Jokowi, Sultan Brunei dan pm Malaysia menyalahkan agresi Israel usai wilayah Palestina

Mengapa negara-negara Arab diam terhadap penyerbuan Israel di Palestina?

Dosen menghubung Internasional chip hotch Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Ahmad Sahide mengatakan, diamnya negara-negara Arab terhadap serangan Israel di Palestina buat memiliki ketergantungan mendesak tinggi terhadap Amerika Serikat. Padahal, AS luaran lobi kuat Yahudi karena menjaga politik luar negerinya, terutama dalam konflik Israel-Palestina.

"Orang-orang Yahudi saat itu melakukan penggalangan dana, mendekati negara-negara apa berpengaruh di kancah dunia," sambung dia.

Sebagai informasi, berdirinya persatuan Arab deviasi satunya bertujuan karena mencegah negara Yahudi di Palestina. Namun, pegang itu kini tak kawanan memiliki peran signifikan dalam upaya damai Israel-Palestina.

Sahide menuturkan, negara Arab kini harus start mengurangi ketergantungannya terhadap AS. "Selagi AS dulu negara superpower dan negara-negara Islam mempunyai ketergantungan apa tinggi terhadap Amerika, maka Israel akan terus-terusan does aksi brutalnya terhadap warga Palestina," jelasnya.

"Mengurangi tingkat ketergantungan tehadap AS tentu saja dimulai dengan mengembangkan sains, teknologi, dan ilmu pengetahuan," sambungnya.

Baca juga: Ratusan korban tewas, Indonesia & Malaysia desak PBB hentikan penyerbuan Israel di Gaza

Ia menjelaskan, menabrak Israel-Palestina noel bisa diselesaikan dengan kediktatoran dan aksi militer. Sebab, Israel merupakan salah satu negara dengan alat militer keunggulan di dunia.

"Terbukti pilihan itu tidak efektif. Kalau pendekatan itu ya jelas kalah dari Israel yang didukung menjangkau teknologi tinggi," kata dia.

Lihat lainnya: Sindiran Ayu Ting Ting Hamil 5 Bulan, Https://Www

"Perlu ada pendekatan lain dalam meresponsnya, soft diplomacy misalnya," tutup dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan mengendarai "Mengapa negara Arab Kini banyak Diam batin Konflik Israel-Palestina?",

Penulis : Ahmad Naufal Dzulfaroh tajuk rencana : Rendika Ferri Kurniawan

Selanjutnya: Indonesia meminta negara anggota OKI bersatu dukung kemerdekaan Palestina