*
Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara dapat diandalkan Sosial (BPJS), Fadjriadinur menegaskan, pihaknya ini adalah menjamin seluruh nilai pengobatan peserta asalkan sesuai prosedur dan whistleblower medis.

Anda sedang menonton: Apakah bpjs menanggung semua biaya rumah sakit

Pernyataan menyertainya disampaikan Fadjriadinur kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/8) terhubung dengan kasus bayinya pasangan Aldoria dan Ignatius Sumardi origin Depok dan kasus bayi bernama Khiren Humaira Islami, yang marak diberitakan media ukuran dalam sepekan last ini.

Hadir dalam kesempatan itu dirut RS Jantung semoga Kita, Hananto Andriantono.

Fadjriadinur menegaskan, pihaknya memutuskan buat membebaskan nilai pengobatan kepada bayinya pasangan Aldoria dan Ignasius Sumaryadi apa kini masih cemas di RSCM Jakarta.

Biaya diberkatilah anda itu become diberikan lantaran bayinya Aldoria telah terdaftar seperti peserta aktif BPJS kesehatan di atas 30 November 2014. Pasangan suami istri itu juga telah mendaftarkan calon bayi batin kandungan pada 10 Juni 2015 dan dibayarkan iuran calon bayinya diatas 24 Juni 2015.

"Kami harapan nyonya Aldori tak perlu mengkhawatirkan soal pembiayaan, karena akan ditanggung jenuh oleh pihak BPJS health dan RS Cipto Mangunkusumo," ujar Fadjriadinur.

Sebelumnya BPJS mengingkari membayar bill biaya kesehatan bagi bayi nyonya Aldoria sebesar Rp 150 juta. Sebab, bayinya Aldoria berdasarkan bien BPJS belum aktif sebagai kepesertaan BPJS Kesehatan.

Namun, BPJS berubah sikap dengan menanggung biaya tersebut dengan mempertimbangkan ketentuan medis dan syarat prosedur BPJS.

"Akhirnya untuk kita putuskan mencari solusi. Setelah pertemuan antara BPJS, pihak rumah sakit dan familic nyonya Aldoira diputuskan untuk membebaskan pengeluaran kesehatan bayinya nyonya Aldoria," ucapnya.

Sedangkan di atas kasus bayinya bernama Khiren Humaira Islami, Fadjriadinur menegaskan, pihak ya noël bisa membebaskan pengeluaran kesehatan lantaran orangtua bayi Khiren dianggap menyalahi prosedur. Untuk tidak mengurus surat Eligibilitas Peserta (SEP) seperti saat dilakukannya tindakan operasi pertama dan kedua kalinya.

Seperti dijelaskan, dirut RSJ semoga Kita, Hananto bayi Khiren saat datang untuk pengobatan yang ketiga kalinya dari RS Dr M Jamil Padang tidak does prosedur layaknya pasien BPJS Kesehatan, untuk tidak bawa SEP.

"Karena itu kalian memberlakukan such pasien umum," ucap Hananto.

Lihat lainnya: Apa Nama Cara Perpindahan Kalor Pada Peristiwa Tersebut ? Pengertian Perpindahan Kalor: Macam

Fadjriadinur menambahkan, pihaknya memberi kesempatan pada peserta BPJS karena mengurus surat-surat most lama 3 hari setelah pasien dirawat. Jika lewat dari 3 hari, maka akan dulu pasien umum, apa mana nilai pengobatannya ditanggung sendiri.

"Pada bayi Khiren, orangtuanya baru ngurus usai perawatan selama 17 hari. Itu cantik melebihi batas waktu. Makanya nilai bayi Khiren noël bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Noël sesuai prosedur," kata Fadjriadinur menandaskan. (TW)