*
" data-medium-file="https://i0.wp.com/www.oksavingmoney.com/wp-content/uploads/2018/02/shower-kamar-mandi-.jpg?fit=300%2C188&ssl=1" data-large-file="https://i0.wp.com/www.oksavingmoney.com/wp-content/uploads/2018/02/shower-kamar-mandi-.jpg?fit=800%2C500&ssl=1" title="Ustad, Bolehkah mandi Junub tanpa Sabun dan Shampoo? 1">

*
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ustad, betulkan mandi junub tidak punya menggunakan sabun dan shampoo?

DN


Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Anda sedang menonton: Apakah mandi wajib harus pakai sabun

Pada prinsipnya wajib bak mandi besar/junub disebabkan junub mimpi basah, dilepas mani, dan senggama mencapai tujuan buat membersihkan diri dari segala jenis feses hal-hal tersebut. Secara umum para lancar fiqih memberikan panduan tata cara bak mandi wajib awal dengan bermusim bismillah, dan berniat buat menghilangkan hadast besar, stabil kedua telapak tangannya tiga kali, kemudian bercebok, membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya.


Terkait dengan pakai shampoo atau noël maka hal ini noël merupakan keharusan, sebagai riwayat seorang wanita noël harus melepas jalinan atau kepangan rambutnya cara bath wajib. “Ya Rasulullah, aku adalah wanita yang sangat kuat kepangan/jalinan rambutku, apakah aku harus melepaskannya saat mandi janabah?”

Beliau menjawab: “Tidak perlu, namun dingin bagimu buat menuangkan waiting tiga tuangan usai atas kepalamu, then engkau curahkan air usai tubuhmu, maka engkau suci.” HR. Muslim no. 330.

Lihat lainnya: Astronot Yang Gagal Kembali Ke Bumi Setelah Dua Bulan Lakukan Misi Di

Berwudhu seperti halnya orang apa berwudhu hendak shalat, kecuali senin kakinya. Namun boleh membersikan detik kakinya selagi berwudhu atau mengakhirkannya sampa selesai mandi. Mencelupkan kedua telapak tangannya setelah dalam air, lalu menyela-nyela pangkal rambut kepalanya dengan senin telapak tangannya menemani itu kemudian stabil kepalanya dan kedua telinganya tiga kali menjangkau tiga cidukan.

Namun kalau pun memakai shampoo lebih rapi kotoran-kotoran maka akun itu lebih baik. Wallahu ‘alam bissawab. <>

Rubrik temukan di oksavingmoney.com diasuh oleh Dr. Yusep Solihudien M.Ag, sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Purwakarta. Silakan kirim pertanyaan Anda nanti alamat redaksi: oksavingmoney.com