*

JAKARTA, oksavingmoney.com.com - industri multifinance secara perlahan bagian belakang menyalurkan pembiayaan baru. Guna mengolah kualitas kredit di sentral Corona (Covid-19), beberapa pemain mulailah menaikkan uang maju (down payment).

Anda sedang menonton: Apakah uang dp motor bisa kembali

Ketua Asosiasi perusahaannya Pembiyaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno memperkirakan, multifinance pengaturan uang muka menjadi 30-40 persen dari bruto pembiayaan.

Baca juga:OJK: Jika Tak ajukan Keringanan Kredit, Kendaraan Tetap sanggup Ditarik

Diperkirakan, kenaikan ini dilakukan melalui perusahaan multifinance yang terafiliasi menjangkau bank dan perantara Tunggal reins Merek (ATPM). Ini merupakan pemain terlalu tinggi di industry multifinance.

Mereka adalah potongan dari circa 20 multifinance yang masih menyalurkan pembiayaan period April hingga Mei 2020. Sedangkan pemain lain, menghentikan pembiayaan sementara dan fokus does restrukturisasi.

Menurutnya, mencapai mematok DP lebih besar, ini adalah mendorong para nasabah melunasi angsuran secara cepat. Alhasil, kualitas transaksi kredit terjaga dan potensi kirimkan restrukturisasi also rendah.


Dapatkan informasi, inspirasi dan understanding di email kamu.Daftarkan email


"Karena ada Covid-19, orang undg beli kendaraan. Jadi, untuk kita cari peminjam yang serius. Kalau DP 10-15 persen, kapan angsuran tiga ataukah enam bulan terus mereka ajukan restrukturisasi," jelasnya.

Baca juga:BCA panggilan MRT dan Ojek virtual Pengaruhi Permintaan kredit Kendaraan

PT Adira dinamisme Multi Finance Tbk (Adira Finance) tambahan tetap menyalurkan pembiayaan baru. Mencapai memperketat kriteria calon nasabah, implisit dengan menaikkan monetary muka.

"Karena risiko transaksi kredit meningkat asibe kondisi ekonomi apa belum kondusif," kata Direktur keuangan Adira Finance I dewa Made Susila.

Adira Finance menaikkan uang muka meminjamkan berdasarkan types kendaraan serta memperkirakan atas kualitas kredit calon nasabah.


Senada, CIMB Niaga Finance (CNAF) telah menaikkan uang muka sejak April 2020 untuk semua produk gerbong baru dan bekas.

Direktur kepala CNAF Ristiawan Suherman mengungkapkan, kenaikan mengacu terhadap profil risiko nasabah.

Secara umum, kenaikan uang muka CNAF berkisar 10 persen hingga 20 persen. Buat saat ini, dampaknya belum terasa terhadap kualitas transaksi kredit secara keseluruhan. Tapi indikator start memperlihatkan perbaikan.

"Perubahan (uang muka) ini, kemungkinan dampaknya baru terasa di akhir lima atau awal five depan," harapnya.

Namun kenaikan uang maju ini bersifat sementara. Selagi pandemi corona berakhir dan ekonomi makro pulih, perusahaan menjadi pertimbangkan kembali kebijakan uang peningkatan ini.

Lihat lainnya: 10 Tambang Emas Terbesar Di Dunia Tambang, Pertambangan

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id mencapai judul:Jaga kualitas transaksi kredit di markas besar pandemi Covid-19, multifinance berbalik uang muka

Dapatkan update berita pilihan
dan breaking news setiap aku dari oksavingmoney.com.com. Mari bergabung di Grup telegram "oksavingmoney.com.com berita Update", caranya mengklik link https://t.me/oksavingmoney.comcomupdate, kemudian join. Dari mereka harus install aplikasi telegram terlebih dulu di ponsel.