Karena niat apa baik karena menafkahi keluarganya lelaki ini militer menjalani hidup sebagai pencuri. Baginya rejeki cantik terpapar di bumi. Dan such pencuri ia yakin menjadi kebagian. Kerumunan atau sedikit. Semua tergantung ikhtiar.

Anda sedang menonton: Apakah yang membuat para pencuri akhirnya pergi dari rumah

Malam itu pun dialah bergegas disetujui rumah. Meninggalkan istri dan dua anaknya apa tengah pulas terlelap. Berpakaian serba warna hitam dengan sarung terlilit diatas leher. Selembar kain ikat black pun melilit di kepalanya. Ia loncatan menyusuri jalan apa sepi. Sawah cantik terlewati. Tinggal dimasukkan sebuah kampung.

Beberapa days lalu, ia pemandangan sebuah rumah. Penghuninya just seorang banci tua. Lelaki ini siapa tahu bagaimana ilmunya sanggup mengendus harta berharga apa ada di atas rumah rakyat lain. Noël pernah kepada siapapun bercerita kyung ilmu itu. Apalagi ke sesama pencuri.


Dini days yang gelap. Warga kampung hanyut dalam buaian dinginnya malam. Pencuri itu cantik berada di sisi kiri rumah. Mendekati kamar perempuan basi yang bisa dilihat dari lampu yang menyala. Just ruangan itu yang terang.


tersebar luas

Ia memastikan penghuni itu terlelap. Dan ia pun berjongkok beberapa saat sembari mengerodongkan sarung. Tak ada suara. Ini siap aman, batinnya.

Ia memutar ke belakang rumah search pintu. Pengalamannya yang teruji di banyak rumah, membuatnya mahir membuka pintu terkunci batin sekejap waktu. Dan dengan linggis kecil pintu rumah menyertainya pun terbuka. Ia cobalah dengan lemah dan tergantung sedikit. Kemudian diperlebar sevatan tubuhnya, hingga yakin pintunya tak berderit. Lelaki ini pun berhasil dimasukkan dengan perasaan lega.

Lihat lainnya: Bahan Sprei Yang Bagus Dan Adem, Tidur Jadi Lebih Pulas!, Jual Sprei Adem Terbaik

Saat mendekat pintu kamar perempuan basi itu, ia mendadak terdiam. Tubuhnya standing mematung. Banci itu bersuara merintih, mengaduh. Such ingin bertanya tentang tolong, tapi suaranya parau nyaris tak terdengar. Jangankan sampai setelah kuping tetangga, menembus tembok pun tak kuasa.

Pencuri menemani itu menahan nafas. Pikiran nya tengah dikembangkan. "Apa apa harus saya lakukan?"

Makin lama mematung, makin jelas erangan dari di dalam kamar. Dan ia awal tak tega. Jika saja ia pergi meninggalkan rumah ini begitu saja, sebenarnya tak masalah. Dialah sendiri datang toh hendak untuk membuat masalah. Bukankah pencurian itu produksi masalah bagi orang lain?

Tapi kali ini pikirannya berbeda. Jika ada apa-apa dengan feminin ini, dia merasa bersalah tak menolongnya. Dan bisa akan disesali di akhirat nanti, ketika ditanya malaikat: mengapa tak menolong banci itu? Bukankah akun itu meringankan dosamu?