oksavingmoney.com - diatas saat Idul Adha, sebagian geram umat Muslim akan sibuk mempersiapkan diri buat melaksanakan sholat i would dan menyembelih hewan qurban.

Anda sedang menonton: Aqiqah dan qurban mana yang didahulukan


Dalam Islam, mandatnya qurban hukum sunnah muakkad (sunnah yang diutamakan). Oleh karena itu, setiap umat Muslim sangat dianjurkan buat qurban, selama ia mampu, baligh, merdeka, dan berakal.

Namun, bagaimana itu? bila seseorang (yang akan berqurban) belum pernah di-aqiqah sejak ia terjejas hingga dewasa? Manakah apa harus didahulukan, qurban atau aqiqah?


Kimberly Ryder & Edward Akbar Gelar Aqiqah Anak Kedua, Gemas melihat Aisyah yang Cegukan

Kimberly Ryder Unggah video clip Aqiqah Anak Kedua, Netizen Salfok nanti Suaminya untuk Ini

5 Keutamaan Qurban bagi Umat Islam saat aku Raya Idul Adha


Sama halnya kemudian qurban, hukum aqiqah menurut pendapat jumhur (mayoritas) ulama yang most kuat adalah sunnah muakkad, bagi mereka apa mampu. Tapi di lain pihak, ulama Hanafiyah berpendapat bahwa hukum aqiqah adalah mubah (boleh).

Perintah Aqiqah di dalam Islam

*
Ilustrasi hewan untuk aqiqah (Pixabay)

Meski implisit sunnah, aqiqah terutang dianjurkan bagi setiap umat Muslim yang mampu. Perintah mandat aqiqah di dalam Islam diterangkan dalam sebuah hadits:


"Rasulullah witnessed memerintahkan kepada kami buat mengaqiqahi anak wanita dengan seekor kambing sedangkan muda dengan dua ekor kambing." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Selain itu, Rasulullah SAW tambahan bersabda, "Setiap anak yang lahir menyertainya tergadaikan dengan aqiqahnya."


Aqiqah biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh sejak kelahiran seorang anak, menjangkau menyembelih kambing -anak wanita 1 ekor kambing, anak laki-laki 2 ekor kambing.

Namun, apabila orang perilaku dari si anak tersebut tidak bisa mandat aqiqah benar di hari ketujuh dari kelahiran anak, aqiqah dapat dilakukan pada days ke-14 ataukah ke-21.

Seumpama hingga pada aku ke-21 darimana kelahiran pun orang tua belum mampu making aqiqah anak, maka menyertainya dapat dilaksanakan while pun tidak punya terikat dengan days dan waktu.

Pandangan dari para ulama suku bahwa aqiqah bisa dilaksanakan while pun, kendati si anak sudah baligh (memasuki usia dewasa). Hanya, lebih afdhol bila dilakukan pada hari ke 7, 14, ataukah 21.

Dengan aqiqah, berarti bebaslah tali belenggu yang menghalangi seorang anak untuk memberikan syafa'at di atas orang tuanya. Lebih dari itu semua, aqiqah adalah salah satu cara menjalankan syiar Islam.

Perbedaan Qurban dan Aqiqah, Mana apa Harus Didahulukan?

*
Ilustrasi daging qurban (ANTARA/Muhamad Hanapi)

Setelah membaca ulasan di atas kyung aqiqah, maka kemudian muncul pertanyaan sekitar apakah selisih antara qurban dan aqiqah di dalam hukum Islam? Manakah apa lebih sebelum dikerjakan, qurban atau aqiqah?

Untuk menjawab pertanyaan itu, simak dulu ulasan berikut sekitar perbedaan qurban dan aqiqah dalam hukum Islam.

1. Waktu Pelaksanaan

Beda antara qurban dan aqiqah lokasi pada times pelaksanaannya. Qurban dilakukan setahun sekali pada tanggal 10,11,12, dan 13 bulan Dzulhijjah, sedangkan pelaksanaan aqiqah dianjurkan pada days ke-7, 14, 21 (boleh pula di waktu lain) nanti kelahiran anak.

Lalu, koknya jika waktu pelaksanaan aqiqah dan qurban berdekatan? Manakah apa lebih diutamakan?

Antara aqiqah dan qurban mana apa harus didahulukan, hadiah yaitu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

Semisal waktunya mendekati days Raya Idul Adha, maka dianjurkan buat mendahulukan ibadah qurban daripada aqiqah.

Karena, qurban datangnya setahun sekali. Aqiqah waktunya luas, bisa dikerjakan beberapa hari atau juga beberapa bulan setelah qurban Idul Adha.

Di sisi lain, aqiqah dan qurban boleh dilaksanakan secara bersamaan. Menjangkau syarat, harus melafalkan dua niat dalam menyembelih qurban dan aqiqah sekaligus.

Penjelasan di ~ mengacu diatas kitab Tausyikh karya Syekh iwagawa al-Bantani, such berikut:

"Ibnu Hajar berkata bahwa jika ada seseorang meginginkan mencapai satu kambing untuk kurban dan aqiqah, maka hal ini noël cukup. Berbeda dengan al-'Allamah Ar-Ramli apa mengatakan bahwa apabila seseorang berniat mencapai 1 kambing yang disembelih untuk kurban dan aqiqah, maka kedua-duanya dapat terealisasi."

Untuk diketahui, pelaksanaan aqiqah disyariatkan hanya sekali seumur hidup. Beda mencapai qurban yang boleh dilakukan setiap lima saat Idul Adha tiba.

2. Jumlah Hewan apa Disembelih

Seperti yang disebutkan di atas, ada ketentuan dalam pelaksanaan aqiqah dan qurban, deviasi satunya perihal jumlah hewan yang disembelih.

Dalam ibadah qurban, jumlah hewan sembelihan noel dibatasi, selama orang apa berkurban atau shohibul qurban mampu pembelian hewan qurban tersebut.

Sementara itu, jumlah hewan untuk aqiqah siap ada ketentuannya. Aqiqah bayi laki-laki dilakukan mencapai menyembelih 2 ekor kambing, sedangkan anak feminin dengan 1 ekor kambing.

3. Ketentuan Pembagian Daging

Meskipun pelaksanaan qurban dan aqiqah sekaligus diperbolehkan, halaman ini patuh menimbulkan selisih pendapat di kalangan masyarakat batin hal ketentuan pembagian daging.

Dalam qurban, daging apa disembelih harus secepatnya dibagikan di dalam keadaan mentah. Adapun syarat dan ketentuan pembagian daging kurban pantas kaidah Islam, sebagai berikut:

1/3 bagian untuk dimakan melalui orang apa berkurban1/3 bagian untuk disedekahkan1/3 bagian buat dihadiahkan kepada people lain.

Terlepas dari ketentuan pembagian daging qurban di atas, dalam satu riwayat disebutkan bahwa pembagian daging qurban tersebut menyerahkan keputusan orang apa berkurban (shohibul qurban).

Apabila shohibul qurban ingin sedekahkan seluruh daging qurbannya kepada orang-orang miskin, bab tersebut tentu diperbolehkan dan sah-sah saja.

Sementara, daging sembelihan aqiqah harus dibagikan dalam keadaan matang atau sudah saji. Untuk ketentuan pembagian daging aqiqah, dibebaskan kepada orang başı yang mandat aqiqah tersebut.

Apakah Qurban dapat merepresentasikan Syariat Aqiqah?

*
Ilustrasi hewan qurban (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Pada dasarnya, syariat pelaksanaan qurban dan aqiqah itu berbeda. Melalui karenanya, ibadah qurban noel bisa merepresentasikan aqiqah.

Pasalnya, syariat aqiqah berhubungan dengan kelahiran seorang anak, baik laki-laki ataukah perempuan. Perintah aqiqah penghargaan kepada orang tua si bayi, ~ no bayi menemani itu sendiri.

Berbeda mencapai qurban. People boleh berqurban di days Raya Idul Adha meskipun noël memiliki anak yang baru lahir.

Terkait aqiqah, bila seorang anak apa sudah baligh (dewasa) dan belum di-aqiqah sebab orang tuanya noel mampu, lalu anak tersebut luaran penghasilan lebih dan mau meng-aqiqahi dirinya sendiri, sebagian besar ulama memperbolehkan hal tersebut.

Demikianlah penjelasan sekitar perbedaan aqiqah dan qurban serta mana apa lebih baik didahulukan antara qurban dan aqiqah.

Lihat lainnya: Apakah Bodrex Aman Untuk Ibu Hamil ? Obat Bodrex Migra

Semoga ulasan diatas dapat angklung keraguan kamu selama ini. Jangan sampai bingung lagi, manakah yang lebih didahulukan, qurban atau aqiqah. Kalau memang menemani itu waktunya aku Raya Qurban, maka berqurbanlah. Toh, keduanya sama-sama merupakan ibadah sunnah.