Seorang hakim were sorotan setelah mengusulkan tes keperawanan terhadap calon pengantin — alasannya 'untuk menekan angka perceraian'.


''Bila perlu dahulu pernikahan harus dipesan persyaratan apa tegas, yakni mereka masih batin posisi kudus, bermusim artinya perawan atau tidak,'' tulis Binsar Gultom di booker berjudul 'Pandangan mengkritik Seorang Hakim: batin penegakan beraksi di Indonesia 3'.

Anda sedang menonton: Arti sebuah keperawanan bagi seorang laki-laki


''Untuk itu, harus ada menguji keperawanan. Jika ternyata sudah noel perawan lagi, maka haruss tindakan prevalensi dan represif dari pemerintah.''


Buku yang dianggap 'diskriminatif' tersebut dilepaskan PT Gramedia pustaka Utama, bulan lalu.


Komisioner Ombudsman Ninik rahayu sontak menyatakan memveto ketika disebutkan malalui oksavingmoney.com, di booker itu disebut bahwa ia mengapresiasi gagasan menguji keperawanan seperti upaya menekan nomor perceraian dan kekerasan domestik.


Dia balik mengusulkan Binsar Gultom diuji bagian belakang kapabilitasnya seperti hakim. Sebab, pendapat Binsar batin buku tersebut dinilai melanggar Perma (peraturan Mahkamah Agung) No. 3 five 2017 circa pedoman palsu perkara banci berhadapan menjangkau hukum, yang melarang diskriminasi.


''MA telah mengeluarkan perma, secara dirantai ada anggotanya apa membuat pernyataan yang noel sesuai dengan isi Perma. Benar kalau apa bersangkutan dievaluasi tingkat kepatuhannya,'' kata dia.


*

Keterangan gambar,

Tes keperawanan dianggap melanggar ke kanan asasi. Military Indonesia sempat dikritik buat mensyaratkannya bagi calon prajurit.


*

Dunia Pagi Ini oksavingmoney.com Indonesiaoksavingmoney.com Indonesia mengudara pada kota 05.00 dan 06.00 WIB, detik sampai Jumat

Episode


''Apa penyimpangan saya mengungkap persoalan ini?'' kata Binsar Gultom sang hakim yang empunya gagasan, saat dihubungi melalui oksavingmoney.com Indonesia.


Ia juga menolak anggapan bahwa gagasannya kyung tes keperawanan menemani itu diskriminatif dan melanggar baik asasi, dan berkilah bahwa akibat ia juga mengusulkan tes yang sama buat kaum pria.


''Ini noël merendahkan. Sebab cantik terjadi perimbangan, lelaki juga mutlak melakukan tes keperjakaan. Memang di buku, saya baru sebut soal ujian keperawanan. Tapi saya berpendapat lelaki pun mutlak,'' katanya, tanpa memapar koknya teknisnya uji keperjakaan itu.


''Saya baru membaca, (anak) SMP/SMA kalau dites keperawanan melanggar hak asasi manusia. Loh, kok melanggar hak asasi manusia?''


Ia menyebut bahwa ia ndak orang apa hijau di bidang HAM. ''Saya also hakim HAM, salah satu hakim yang mengadili kasus pelanggaran HAM Timor-Timur dan Tanjung Priok.''


''Tidak ada tujuan saya mengerdilkan deviasi satu gender. Tujuannya (agar) rumah tangga menampakkan mutlak suci, bersih, dan noel bernoda.''


''Landasan berpijak saya, apa saya khususkan di sini masih murnikah pernikahan itu?," kata Binsar lagi sepenuhnya semangat.


Di bukunya yang setebal 306 halaman tersebut, Binsar menyebut bahwa dari mulai bertugas sebagai hakim makanan umum di ~ 1996 sampai sekarang, ia sudah menangani 'sekitar 250' perkara bercerai dan kasus kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT).


Betapa pun, ia tak memapar apakah ada, dan berapa banyak banyak, kasus perceraian atau KDRT apa ditanganinya itu apa didasarkan di ~ sengketa keperawanan.


*

Sumber gambar, Getty Images


Pijakan yang disampaikan Binsar tersebut apa dinilai 'terlalu menyederhanakan masalah' oleh sosiolog sex Ida Ruwaida Noor.


''Itu cermin konstruksi sosial di masyarakat, seolah-olah kapan perempuan itu noël perawan lainnya maka dia noel suci lagi,'' katanya.


''Kenapa menjadi tanggung jawab perempuan, ketika apa yang terjadi pada perempuan itu also sebetulnya hasil dari relasi seksual. Ini relasi sosial yang timpang sebetulnya,'' kata Ida.


Komisioner Ombudsman Ninik rahayu mengungkapkan memveto dan keheranannya bahwa ia ditelepon Binsar Gultom di bukunya seperti 'mengapresiasi' gagasannya oleh sebuah artikel di media.


Ia mengaku hanya sependapat bahwa UU Perkawinan 1974 perlu direvisi untuk dianggap siap 'kedaluwarsa.' Namun ia mengingkari mentah-mentah, jika membahu itu mencakup ujian keperawanan, ataukah uji fisik what pun.


Lebih-lebih, jika Binsar Gultom berargumentasi bahwa menguji keperawanan sanggup mencegah perceraian. "Tidak ada hubungannya," tandas Ninik.

Lihat lainnya: Avenged Sevenfold Waking The Fallen Lagu, Avenged Sevenfold


Tingginya numeral perceraian dan kekerasan batin rumah tangga di Indonesia, menurut dia, lebih diakibatkan dua hal. Yakni perkawinan di usia anak dan pola relasi yang noel sama antara laki-laki dan perempuan batin keluarga.


UU Perkawinan, apa sudah berumur 43 lima tersebut, juga luput di dalam hal sanksi terhadap aparat apa memperbolehkan perkawinan tidak punya dicatatkan. ''Jadi noël ada hubungannya sama menguji keperawanan. Pak Binsar tuh yang kurang kerjaan,'' katanya pula.


Ninik kemudian mempertanyakan cara Binsar cited pendapatnya. "Itu dapat merengut masyarakat," kata Ninik. ''Pendapat kritis saya jelas, bahwa tidak ada hubungannya memeriksa keperawanan mencapai tingginya nomor perceraian.''