*

*

Jakarta- Dialog antar umat beragama harus terus ditumbuhkembangkan di berbagai bangsa termasuk di Indonesia dan Amerika Serikat. oksavingmoney.com oksavingmoney.com bekerjasama mencapai Biro Pengembangan penilaian Akademik bagian Mata Kuliah Umum oksavingmoney.com di dalam menyelenggarakan Webinar dengan tangga berjalan topik “Membangun kotak dialog Antar Agama apa Konstruktif: prospek Indonesia dan USA”. Acara ini diselenggarakan secara daring dan dapat terlibat secara umum malalui aplikasi Zoom di ~ Senin, 08 Maret 2021. Webinar ini dikupas secara tuntas malalui pembicara yang merupakan lancar bada daerah masing-masing. Pembicara batin webinar ini adalah Dr. Muhammad Shamsi Alli, L.c., M.A selaku Director/Imam of Jamaica Muslim Center, new York ; Pdt. Jacklevyn Manuputty apa merupakan sekjen MPH PGI; Djasarmen Purba, S.H. Selaku kursi Umum Majelis Umat christiaan Indonesia; Dr. Demsy A. Jura MA., M.Th., M.Pd. Apa merupakan Kaprodi Doktor Pendidikan religius Kristen oksavingmoney.com; dan point of view Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D selaku pengamat Radikalisme dan Terorisme; serta dimoderatori melalui Singgih Sasongko, M.Si selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi dan dipandu melalui Nelson Hasibuan, M.Th dan Pdt. Cherly Naray, M.Th.

Anda sedang menonton: Artikel tentang dialog antar umat beragama

Acara dimulai benar pada kota 10.00 WIB dan diawali mencapai kata sambutan oleh, Dr. Dhaniswara K. Harjono, SH., MH., MBA selaku Rektor Universitas believer Indonesia.

*

Dalam sambutanya, ia menyampaikan bahwa memang sudah menjadi suatu keharusan bagi kita such Negara Bineka Tunggal Ika karena membangun keanekaragaman di antara kita menjangkau baik, apa mana salah satunya adalah mencapai menghargai apa yang menjadi pilihan orang lain, kepercayaan orang lain dan harus turut saling silakan menolong walaupun perbedaan dengan keyakinan.

“Saya yakin dan percaya bahwa kehidupan ini mungkin indah buat dapat saling menghargai selisih dengan baik serta saling mendukung,” tambahnya.

*

Sebagai pembicara terutama (Keynote speaker) Dr. Muhammad Shamsi Alli menceritakan pengalamanya batin membangun dialog antar agama di Amerika Serikat yang merupakan negara yang mayoritas pendudukanya non-muslim. Setelah tragedi 11 september 2001 agama islam paling dibenci, berbagai diserang teroris selalu dihubungkan dengan religius islam. Meski beberapa roti isi daging muslim berusaha unjuk wajah islam apa sesungguhnya, yang ramah, bersahabat, dan damai, masih saja terdapat serangan dan stigma terhadap Islam mencapai tersebarnya insula di media mass Barat. Halaman ini lah such faktor utama yang mendorong Shami Alli untuk mulai membuka percakapan antar lintas religius guna mendobrak stigma yang ada mencapai saling bertukar pikiran, dan building kerjasama yang baik antar religius seperti; keagamaan Kristen, Budha dan Hindu. Di samping itu, mencapai kerjasama yang baik ini, Shamsi Alli sempat menulis booker bersama mencapai seoarang pendeta dari Yahudi dan secara baik tersebut sangat laris di Timur markas besar khsusunya di Dubai, tidak just itu ia juga kerap begitu banyak, begitu banyak diundang dulu penceramah di gereja-gereja di AS.

Diakhir paparanya Shamsi Alli miskin bahwa berdiolag bukan just sekedar mengetaui nilai-nilai what yang terdapat di dalam agama lain melainkan koknya kita kemudian umat yang memilki perbedaan dapat mengedepankan nilai-nilai kemanusian dan di mana kita dapat memeluk perbedaan-perbedaan tersebut.

Kemudian dilanjutkan seru materi dari Pdt. Jacklevyn Manuputty. Di atas webinar kali ini, mendongkrak Manuputty memaparkan materi terkait kotak dialog antar agama dari aspek Indonesia. Di dalam paparanya, ia menyampaikan bahwa ia sendiri memulai membuka kotak dialog antar agama dari situasi menabrak Maluku yang panjang hingga menyebabkan pembelahan sosial berdasarkan agama kelewat sampai memicu terjadinya pembantaian.

*

“Berbicara dialog antar agama di dalam perspektif kebangsaan dan kenegaraan, acibe hal ini also sudah mulai pemerintah pada tahun 1967 oleh pak harto, oleh program yang disebut musyawarah antar agama,” jernih Jacky. Diatas program ini percakapan dilakukan secara politis untuk mendapatkan air hujan demi menstabilkan Nasional. Dalam banyak kasus, kotak dialog antar agama dipromosikan such sarana pendukung agenda pemerintah batin menjadikan programme tersebut seperti instrument guna mengontrol masyarakat dan mendapatkan dukungan di dalam agenda-agenda politika tertentu. Di samping itu, pemerintah yang memiliki memaksa lebih, kerap terlalu banyak mem-politisasi kelompok-kelompok agama untuk mempertahankan kendali mereka.

Akhir pemaparan materi, jack menyampaikan bahwa kunci utama untuk melakukan dialog antar keagamaan dan memulai relasi dengan kelompok-kelompok religius adalah trust (kepercayaan).

Acara dilanjutkan oleh pemateri ketiga yaitu, Djasarmen Purba yang merupakan chairil Umum Majelis Umat christiaan Indonesia. Menurutnya, percakapan lintas religius diartikan kemudian pertukaran argumentasi dengan karsa supaya pendapat/keyakinan masing-masing pihak semakain jelas, sehingga dapat dipahami bukan hanya sekedar diketahui, serta keyakinan yang dimiliki malalui agama go harus saling dihormati, meskipun tidak selalu dapat diterima. Jika dilihat country Indonesia yang merupakan negara yang multikultural, patuh kita amati bahwa kehidupan bersosial start ditumbuhkan meterialisme, postur acuh tak acuh di dalam hidup beragama, dan mulai timbul aliran keagamaan apa menciptakan kebingungan dan menimbulkan persoalan-persoalan baru di dalam kehidupan beragama.

*

“Dialog hanya bisa terjadi jika setiap pemeluk agama noël bersikap eksklusif, tidak tunduk pada tradisi, heritage dan latar belakangnya. Setiap keagamaan harus bersikap inklusif (terbuka) dan bukan eksklusif (tertutup). Dialog yang seharusnya berkembang saat ini adalah dialog apa bersifat antropologis,” tegas Djasarmen.

Kemudian dilanjutkan dengan seru materi dari pembicara paling banyak yaitu, Dr. Demsy A. Jura selaku Kaprodi Doktor Pendidikan agama Kristen oksavingmoney.com. Batin paparanya ia menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki negara Indonesia pada satu susi dapat were kekuatan besar kemudian pemersatu negara dan modal batin membangun negara maju, namun jika tidak dikelolah invisor maka di ~ sisi yang lain chapter tersebut justru menimbulkan masalah apa dapat berupa arguement antar kelompok , suku, ras, dan noël terpungkiri bahwa mengganggu yang most banyak terjadi adalah tabrakan antar umat beragama.

“Dialog antar umat beragama yang konstruktif di Indonesia, just dapat terjadi jika masing-masing pihak memahami dengan baik akan dirinya dan orang lain,” tegas Demsy.

Pemaparan last dibawakan melalui Angel Damayanti selaku pengamat Radikalisme dan Terorisme.“Ketika berbicara agama, untuk kita itu noël bisa menggenaralisasi , noël bisa mengambarkan suatu keagamaan terhadap tingkah laku seseorang,” kata Angel. Setiap orang agama tentu saja mengajarkan nilai-nilai ajaran yang baik, misalnya berbuat baik terhadap sesama manusia, saling tolong menolong, dan saling menghormati, namun segenap agama tambahan berpotensi dulu radikal ataukah fundamental. Selama agama sudah menjadi sebuah agen maka akan muncul potensi-potensi seseorang menjadi radikal, halaman ini disebabkan selama seseorang dibawah institusi ini adalah ada aggapan bahwa “kami paling benar, kami paling baik, kami paling murni” untuk mempertahankan anggapan ini sering kali tindakan dasar dan takut dijastifikasi atau dibenarkan

*

Pada kesempatan yang sama pula, point of view Damayanti demisioner secara rinci kyung dinamika hubungan umat Islam dan believer dari sisi akademis. Di atas pemaparan materi, angel Damayanti memberikan tiga bab penting yang dilakukan buat membangun tautan umat Islam dan Kristen apa konstruktif, yaitu; building persepsi yang tepat, membangun rasa saling percaya, dan pendekatan ekonomi, sosial dan budaya.

Lihat lainnya: 9 Tanda Kamu Terlalu Banyak Minum Air Putih Bikin Kurus, ‏‎‪#‎Juiceheldi‬‎‏

Selesai dengan seru materi dari para pembicara, eksekutif membuka sesi tanya jawab peserta menjangkau fitur Zoom chat. Webinar kali ini dihadiri lebih dari 400 peserta menjangkau latarbelakang yang beragam, meskipun memiliki latarbelakang apa beragam para peserta batin webinar ini tampan antusias batin memberikan usulnya terhadap materi-materi apa sudah disampaikan oleh pembicara.