JAKARTA, oksavingmoney.com.com - beberapa rumah sakit yang ditunjuk pemerintah untuk menangani wabah virus corona kini menjadi sorotan publik. Bukan untuk pelayanannya apa memuaskan, melainkan untuk fasilitas apa kurang memadai.

Anda sedang menonton: Bagaimana cara agar dirawat di rumah sakit

mayoritas rumah sakit otoritas ada yang memiliki ruangan isolasi apa berkapasitas small dan kekurangan alat pelengkap lain.

Bukan hanya kekurangan fasilitas, rumah sakit yang ditunjuk pemerintah also ada apa menutup layanan screening buat beberapa alasan.

oksavingmoney.com.com merangkum beberapa sebenarnya pelayanan pasien indoors sakit apa ditunjuk pemerintah serta berbicara Ikatan tutur Indonesia yang mengkritisi bab tersebut.

Baca juga: Satu Malam Berkerumun di Ruang isolator RSUD pasar Minggu...

1. RSUD market Minggu, berdesakan di kamarnya isolasi

RSUD pasar Minggu, jakarta Selatan, enim salah satu rumah sakit apa dianggap kekurangan fasilitas dealing pasien pengidap Covid-19.


Dapatkan informasi, ilham dan insight di email kamu.Daftarkan email


Lantaran lihat itu pasien, satu ruangan isolasi berukuran 3x4 meter mungkin diisi sampai enam orang.

Jarak dua meter apa disebut seperti jarak aman buat mencegah penyebaran virus corona pun tak berlaku di ruangan ini.

Bahkan, ada beberapa pasien apa akhirnya memakai deets roda dan tidur di lantai tidak punya mendapatkan kasur.

Baca juga: Pasien Covid Terus Bertambah, RSPI Sulianti Saroso Perbanyak ruang Isolasi

Ini tentu ndak kondisi right sebuah kamarnya isolasi. Lebih parahnya lagi, malam itu beberapa pasien suspect belum menjalani tes swab untuk memastikan mereka aktif atau negatif jawaban bi-side corona.

halaman ini disampaikan salah seorang pasien suspect apa turut cemas di kamar itu. Kita rahasiakan identitasnya demi kenyamanan pasien. Kita menyebutnya pasien A. A bukanlah inisial nama sebenarnya.

"Ruang isolasi parah, ukuran kira-kira 3x4 meter. Tapi, isinya malam ini cantik enam orang," ujar A kepada oksavingmoney.com.com di atas Minggu sentral malam.

Ada pula yang tidur di lantai, kata A. Mereka apa dikarantina memiliki gejala yang beragam di ruangan itu, mulailah dari batuk ringan hingga batuk berat.

A also mengaku tak mendapatkan informasi yang pasti dari rumah sakit soal penanganan apa akan dialah dapat.

since kemarin, pihak rumah sakit mengatakan bahwa ruang rawat di kamar menemani itu penuh. Pihak rumah sakit menjanjikan dirinya menjadi dirujuk setelah rumah sakit lain. Namun, hingga pagi itu, dia belum mendapat kepastian.

Baca juga: Curahan trần Tiga Pasien apa Sembuh dari Covid-19, Beban Psikis dan harapan Baru...


2. Belum dilakukan menguji swab sejak days pertama dirawat

Masih di RSUD pasar Minggu, rumah sakit ini ternyata tambahan belum luaran alat karena tes swab.

"Katanya baru menjadi datang senin ini. Memanggang belum memeriksa swab," ucap A.

A pun kegelisahan dirinya menjadi benar-benar terpapar jawaban bi-side corona dengan terms ruang isolasi yang jenuh sesak. Alhasil, A dan sejumlah pasien go meminta karena pulang dan mengisolasi diri dalam saja.

Namun, permintaan ini ditolak rumah sakit.

"Alasannya belum dites swab. Padahal, alatnya belum ada juga," ucap A.

hal senada tambahan disampaikan pasien B.

B lebih dulu masuk usai rumah sakit daripada pasien A.

Baca juga: Karyawan positif Covid-19, Manajemen bank CIMB Niaga Bintaro Pertimbangkan Karyawan kerja dari Rumah

Namun, dia belum mendapatkan hasil memeriksa sehingga masih firmicutes harus dikarantina.

"Katanya bisa pulang, tapi harus tanda tangan suratnya pernyataan dan RS tak akun kalau untuk kita pulang. Masalahnya di sini, RS campurin gue kemiripan orang-orang PDP go dan sampai sekarang belum kasih ruang isolasi apa layak," tutur B.

3. Rumah Sakit persahabatan stop screening virus corona

Direktur Rumah Sakit masyarakat Rita Rogayah mengatakan, pihaknya sudah noel membuka pelayanan karena screening viridans corona. Pihaknya kini just membuka posko konsultasi.

hal itu buat selama ini kawanan masyarakat apa dalam terms sehat datang nanti RSUP Persahabatan karena screeningcorona.

Padahal, pihak rumah sakit lebih prioritasi orang apa sakit.

Baca juga: konsentrat Tangani Pasien Covid-19, RSPI Sulianti Saroso Tak Terima Pasien Umum yang Rawat Inap

"Kami noël lakukan screening (corona) lagi. Kami nanti hanya membuka posko buat konsultasi. Kalau misalnya kami penampilan oh (orang) ini (berstatus) ODP (orang dalam pemantauan), ya kami become periksa, tapi kami noël akan mengarahkan rakyat sehat karena periksa. Dimodernkan selama ini kami punya poli isinya rakyat sehat semua, enim itu (screening corona) noel kami lakukan lagi," ujar Rita.

Namun, pelayanan konsultasi tidak diberlakukan selama 24 jam.


"Kami become buka posko (konsultasi) buat bertanya (soal Covid-19). Tapi karena kami juga harus menjaga terms SDM apa ada dalam sakit, maka kalian tetapkan posko itu noël 24 jam," kata Rita

4. IDI sebut banyak rumah sakit referensi kurang fasilitas

Ikatan dokter Indonesia (IDI) menyoroti kurangnya fasilitas dan kemampuan di pemfitnahan rumah sakit yang ditunjuk pemerintah karena tangani pasien Covid-19.

IDI menilai kurangnya fasilitas tersebut juga menjadi mengganggu pemerintah di dalam menanggulangi penyebaran viridans corona.

Baca juga: Satu Warga gibberish Aren, Tangsel, Meninggal untuk Virus Corona

Menurut Adib, rumah sakit apa sudah cepat harus memenuhi fasilitas, yang di antaranya ruang isolasi, ICU, ruang perawatan, perlengkapan, dan standar ukuran ventilasi.

Jika mayoritas rumah sakit yang ditunjuk ternyata tidak memenuhi standar pelayanan pasien Covid-19, maka chapter tersebut tambahan akan berdampak di ~ pelayanan pasien.

Adib berharap, pemerintah bisa mendata mengulang rumah sakit yang dianggap layak dari segi fasilitas sehingga dapat ditunjuk such tempat referensi resmi.

"Saya kira pemerintah harus menghitung kembali bahwa rumah sakit pustaka itu kemampuan dengan ruang insulasi standar, ruangan yang dengan perawatan ICU yang standar, dan alat proteksi diri dengan sarana prasarana apa standar menemani itu harus ada datanya," ujarnya.

5. Harus ada rumah sakit mengkhususkan tangani pasien Covid 19

Selain mengkritisi kurangnya fasilitas indoors sakit pemerintah, Adib also menyarankan pembangunan rumah sakit khusus.

Baca juga: kisah Dokter Rawat Pasien Covid-19, Resah dan Harus sering Perubahan perencanaan Kerja

hal tersebut untuk beberapa rumah sakit rujukan pemerintah karena menangani pasien Covid-19 kurang memadai, start dari ruang isolasi apa melebihi tampungnya hingga ketersediaan alat proteksi diri yang also minim.

"Kalau rumah sakitnya noel mampu, pemerintah harus punya contigency planning untuk membuka rumah sakit khusus buat perawatan (pasien Covid-19)," kata dia saat dihubungi.

Selain dapat produksi penanganan pasien Covid-19 lebih fokus, pasien indoors sakit umum dengan penyakit ringan pun noel akan bersinggungan dengan mereka apa sudah dinyatakan aktif terjangkit viridans SARS-CoV-2 itu.

Dengan dibuatnya rumah sakit spesialisasi tersebut, dia yakin para tenaga medis bisa bekerja maksimal guna melakukan porses penyembuhan pasien pengidap viridans corona.

Lihat lainnya: Bikin Sim C Lewat Calo Atau Biro Jasa Pembuatan Sim C Murah, Biaya Bikin Sim C

Dapatkan update berita pilihan
dan breaking news setiap aku dari oksavingmoney.com.com. Mari bergabung di Grup telegram "oksavingmoney.com.com berita Update", caranya mengklik link https://t.me/oksavingmoney.comcomupdate, then join. Milik mereka harus install aplikasi telegram terlebih dulu di ponsel.