Menyajikan insula terkini, terbaru dan terupdate start dari politik, bisnis, selebriti, way of living dan masih crowd lagi.

Anda sedang menonton: Bagaimana cara melaksanakan shalat sunnah istisqa


*

*

*
*
*

*
Perbesar
Shalat istisqa adalah ibadah sunnah apa dikerjakan karena meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Istisqa menurut syariat Islam yaitu permohonan air kepada Allah.
Muhammad Ajib memberitahukan batin bukunya 33 Macam tipe Shalat Sunnah, para ulama refers bahwa ada kawanan dalil apa menunjukkan kyung kesunnahan bekerja shalat istisqa selama dilanda kemarau panjang. Deviasi satunya batin Alquran surat Nuh yang berbunyi:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Artinya: “Maka aku katakana kepada mereka: Mohonlah memaafkan kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia menjadi mengirimkan hujan kepadamu menjangkau lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untuk kamu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untuk kamu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).
Shalat sunnah Istisqa terdiri dari dua rakat, tidak punya adzan dan iqamah serta dilakukan secara berjamaah mencapai mengeraskan bacaan. Adapun cara mandat shalat sunnah Istisqa yang dilansir dari booker Tata Cara Shalat Istisqa atau Meminta Hujan malalui Alhafiz Kurniawan adalah sebagai berikut.
2. Diatas rakaat pertama, lakukan takbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca surah Al Fatihah. Setelah itu dilanjutkan menjangkau rukuk, sujud, duduk middle sujud, dan busur kedua such shalat sunah lain.
3. Untuk rakaat kedua, lakukan takbir sebanyak lima kali dahulu membaca surah Al Fatihah. Kemudian rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, kelelahan kedua, dan salam.
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا
اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ
اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ
اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ
Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī'an marī'an (lan riwayat murī'an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā'iman.
Allāhumma inna bil 'ibādi wal bilādi wal bahā'imi wal khalqi minal balā'i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.
Allāhumma anbit lanaz zar'a, wa adirra lanad dhar'a, wasqinā min barakātis samā'i, wa anbit lanā min barakātil ardhi.
Allāhummarfa' 'annal jahda wal jū'a wal 'urā, waksyif 'annal balā'a mā lā yaksyifuhū ghairuka.
Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kita air hujan apa menolong, mudah, menyuburkan, apa lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi. Miliki Allah, menurunkannya kepada kita air hujan. Jangan jadikan kita termasuk orang apa berputus harapan.
Ya Allah, sungguh kawanan hamba, negeri, dan tipe hewan, dan semua makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan bagaimana itu? kami tidak mengadu selain kepada-Mu. Memiliki Allah, tumbuhkan botani kami, deraskan wait susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan untuk berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.
Ya Allah, angkat dari bahu kita kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kalian bencana yang just dapat mengatasi oleh-Mu. Memiliki Allah, sungguh kita memohon memaafkan kepada-Mu, buat Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.
5. Terakhir, dilanjutkan mencapai khotbah shalat istisqa. Jumhur ulama berpendapat, khotbah lebih terutama dilakukan seetelah shalat istisqa.

Lihat lainnya: Belum Haid Pasca Melahirkan Apakah Bisa Hamil, Breastfeeding


Sebelum khotbah pertama, khatib kata sandi istighfar sembilan kali. Saat khotbah kedua, khatib kata sandi istighfar tujuh kali.