Hakikatnya human merupakan makhuluk apa hidupberdampingan dengan lingkungan, dengan demikian manusia dalam menjalani kesehariannyaselalu melakukan interaksi dengan bahan - komponen apa ada dilingkungannya. Dengan demikian padaawalnya manusia dan lingkungannya bersifat lebih bawaan serta mencakupkomponen-komponen seperti iklim, daratan, vegetasi,dan tanah. Namun seiringdengan berkembangnya peradaban, human dikelilingi malalui berbagai artefak ataubenda-benda gawangnya karyanya. Benda-benda tersebut then menjadi bagian darilingkungan secara keseluruhan. Bahkan, di menyiksa perkotaan lingkungannyadidominasi melalui komponen-komponen kehidupan perkotaan sebagai jalan, jembatan,permukiman, perkantoran, hotel, dan lain-lain. Lingkungan alam telah digantiatau diubah secara radikal malalui lingkungan buatan atau binaan.

Anda sedang menonton: Bagaimanakah keterkaitan manusia dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial

Interaksi apa terjadi di atas lingkungan alamiah semulaberjalan seimbang. Namun di ~ saat ini noel jarang dijumpai bahwa kerusakanalam dan lingkungan sekitar kian merebak selaras mencapai ambisi manusiamengeksplorasi dan menuruti keingintahuannya.

Menurut situs beritalingkungan Mongabay (2019), DamayantiBuchori, Guru terlalu tinggi Institut tanah pertanian Bogor yang tambahan Direktur KELOLASendang di sumatera Selatan, mengatakan, cited pemikiran filsuf lingkunganhidup origin Norwegia bernama Arne Naess, akar masalah kerusakan lingkungan hidupadalah selagi kita berpikir lingkungan merupakan objek karena dieksploitasi.Sementara human memiliki baik atas segala-galanya.

Paham ini berpendapatan antroposentrisme, paham yangmenempatkan manusia kemudian makhluk apa memiliki hak tertinggi atassegala-galanya apa ada di peningkatan bumi ini, Naess kritis paham ini, iaberargumen bahwa manusia dan lingkungan harus dihargai sama tinggi. Seluruhmakhluk hidup harus setara. Pandangan Naess ini kemudian menjadi deviasi satumazhab batin wacana lingkungan hidup apa disebutDeep Ecology.

Sifat eksploitatif terhadap alam,didukung tahan lama oleh kemungkinan ilmu pengetahuan serta teknologi gawangnya ciptaanmanusia apa lebih banyak digunakan untuk merusak lingkungan bawaan baik secara langsungataupun noël langsung menciptakan sejumlah permasalahan bagi lingkungan disekitarnya.Permasalahan apa kerap were faktor ketidakseimbangan antar keduanya terjadilantaran kelirunya pandangan manusia terhadap alam.Krisis ekologi apa terjadi saat ini jugabersumber pada perilaku manusia. Kebenaran ini lampu dari pola membuat dankonsumsi yang tidak ekologis.Maka dari itu, untuk menyelamatkan lingkungan harus adaperubahan mendasar pada diri manusia batin memandang lingkungannya.

Eksploitasi diperoleh daya alamyang ada di Indonesia dapat berupa menggoyangkan hutan berskala terlalu tinggi untukkepentingan membuka lahan cocos sawit. Hal ini menimbulkan kerusakan habitathewan dan botani dan dapat mengakibatkan plague alam, selain menyertainya jugamenangkap ikan dengan benefit bahan peledak atau kimia yang akhirnyamerusak habitat ikan dan lingkungan lebih luas, membangun tambang-tambang liartanpa ijin dari pihak berwenang untuk mengeruk bersumber daya intisari misalnyatambang batu bara, tambang pasir, tambang emas, dan lain-lain. Selaineksploitasi terhadap lingkungan, eksploitasi terhadap hewan juga sering kitajumpai seperti topeng monyet, walaupun tujuannya buat menghibur, padakenyataannya aksi topeng monyet ini merupakan bentuk eksploitasi hewan, atraksiatau sirkus hewan, ini sangat jelas merupakan eksploitasi hewan apa dilakukanmanusia untuk mendapatkan keuntungan.

Dalamkaitannya dengan hubungan human dan lingkungan, terdapat banyak paham yangmenjelaskan hakekat dari hubungan tersebut, yaitu paham determinisme, pahamposibilisme dan paham optimisme teknologi.

Paham Determinisme (Alam sebagai faktor penentu)

Pahamdeterminisme merupakan pahamyang keluar bahwa human dan perilakunyaditentukan malalui alam. Adapun tokoh-tokoh atauilmuwan apa mengembangkan dan menganut paham determinisme diantaranya CharlesDarwin, frederich Ratzel dan Elsworth Huntington.

CharlesDarwin (1809) merupakan ilmuwan kebangsaan Inggris yang sangat terkenaldengan mengajar evolusinya. Menurutnya, makhluk lives secara berkesinambunganmengalami perkembangan dan dalam proses development tersebut terjadi seleksialam (natural selection). Makhlukhidup yang mampu beradaptasi mencapai lingkungannya menjadi mampu bertahan dan lolosdari seleksi alam. Di dalam hal ini intisari berperan sangat menentukan.

FrederichRatzel (1844-1904) merupakan ilmuwan kebangsaan Jerman apa sangat dikenaldengan mengajar ”Antopogeographie”-nya. Menurutnya manusia dan hidupnya sangattergantung diatas alam. Perkembangan kebudayaan dapat diandalkan oleh kapak alam,demikian halnya menjangkau mobilitasnya yang tetap dibatasi dan deteksi olehkondisi alam di permukaan bumi.

ElsworthHuntington merupakan ilmuwan kebangsaan Amerika Serikat apa dikenal darikarya tulisnya berupa buku apa berjudul, ”Principle of umat ​​manusia Geographie”.Menurutnya, gasthof sangat menentukan perkembangan budaya manusia.Sebagaimana telah kita pelajari dalam mata pelajaran Geografi, gasthof di duniasangat beragam.Keragaman iklim tersebut, menciptakan kebudayaan apa berlainan. Sebagaicontoh, budaya di quenn beriklim dingin berbeda mencapai di menyiksa beriklimhangat atau tropis.

Paham Posibilisme (Alam kemudian faktor pengontrol)

Pahamposibilisme merupakan suatupaham apa memberikan penjelasan bahwa kondisi alamtidak were faktor yang menentukan, melainkan were faktor pengontrol,memberikan kemungkinan atau opsi yang mempengaruhi kegiatan atau kebudayaanmanusia. Enim menurut paham ini, alam noël berperan memutuskan tetapi hanyamemberikan peluang. Human berperan menentukan pilihan dari peluang-peluangyang menghadiahkan alam.

Salah satu ilmuan yangmenetukan paham ini adalah seorang ilmuwan berkebangsaanPerancis bernama Paul Vidal de la Blache (1845-1919). Menurutnya, faktor yangmenentukan itu bukan alam melainkan tangani itu produksi apa dipilih human yangberasal dari kemungkinan yang diberikan alam, kemudian iklim, tanah, dan ruangdi suatu wilayah. Di dalam hal ini, manusia noël lagi bersikap pasif atau pasrahmenerima apapun apa diberikan alam sebagai yang diyakini melalui pahamdeterminisme, tetapi aktif batin pemanfaatannya. Umat ​​manusia dan kebudayaannyadapat memilih kegiatan apa cocok pantas dengan kemungkinan apa diberikan olehalam.

Paham Optimisme Teknologi

Dalamhubungannya mencapai lingkungan, manusia mengembangkan ilmu knowledge danteknologi. Sebagian rahasia alam terungkap dan teknologi untukmengeksploitasinya terus berkembang. Bahkan, dengan kemajuan teknologi saat inisebagian human menjadikan teknologi segala-galanya. Mereka mendesak optimisbahwa teknologi berkembang apapun dapat menjamin kebutuhan manusia. Teknologibukan lagi were alternatif tetapi telah dulu keyakinan yang dapatmenjamin hidup dan kehidupan manusia. Bahkan lagi telah mengarah padaketergantungan teknologi dan mentuhankan teknologi. Teknologi telah membuatsebagian manusia noël lagi percaya di ~ Tuhan. Padahal teknologi merupakanciptaan manusia dan bertuan diatas manusia, bukan sebaliknya.

Dalam masing-masing dariketiga komponen tersebut memiliki komponen fakta yang khas di setiap paham.Sebagian geram aktivitas keseharian manusia sangat dipengaruhi melalui alamdisekitarnya. Terlebih aktivitas-aktivitas apa berinteraksu secepatnya denganlingkungan alamiah, misalnya aktivitas pertanian.Aktivitas tersebut mendesak ditentukan oleh terms cuaca dan iklim, walaupundalam perkembangannya umat ​​manusia mulai menggunakan teknologi buat mengaturnyaseperti rumah kaca. Pakaian manusia batin banyak hal juga tergantung padakondisi cuaca. Hal ini merupakan bukti paham determinisme lingkungan. Namundemikian, seiring dengan perkembangan peradaban, human banyak melakukan upayarekayasa untuk mengoptimalkan pemanfaatan alam. Untuk itu, paham posibilis danoptimisme teknologi semakin unjuk kenyataan.

Dalam upaya mengatasi masalahlingkungan apa belakangan ini menjadi permasalahan besar bagi makhluk kehidupan dibumi, Langkah awal yang perlu dipahami adalah dengan alter cara pandang danperilaku manusia terhadap alam secara mendasar melalui pengembangan etikalingkungan.

ETIKA LINGKUNGAN

SonnyKeraf (2002) dalam bukunya bertajuk Etika Lingkungan ditingatkan bahwa masalahlingkungan hidup adalah masalah morell manusia, atau pesoalan perilaku manusia.Kerusakan bukan masalah non-teknis tetapi krisis lingkungannya adalah krisis moralmanusia. Menurut A. Sonny Keraf, buat mengatasi masalah lingkungan hidupdewasa ini langkah awalnya adalah menjangkau cara merubah cara pandang dan perilakumanusia terhadap alam secara dasar melaui pengembangan etika lingkungan.

Secarateoritis, terdapat tiga model mengajar etika lingkungan, yaitu apa dikenalsebagai Shallow environmental Ethics,Intermediate eco-friendly Ethics, dan DeepEnvironmental Ethics. Ketiga teori ini juga dikenal seperti antroposentrisme,biosentrisme, dan ekosentrisme (Sony Keraf: 2002).

Antroposentrisme

Etikalingkungan apa bercorak antroposentrisme merupakan sebuah kesalahan carapandang Barat, apa bermula dari Aristoteles hingga filsuf-filsuf modern, dimana heed utamanya adopsi bahwa etika just berlaku bagi komunitasmanusia. Antroposentrisme adalah aliran yang memandang bahwa umat ​​manusia adalahpusat dari alam semesta, dan hanya manusia yang memiliki nilai, sementara alamdan segala isinya sekedar tool bagi pemuasan kepentingan dan kebutuhan hidupmanusia. Manusia dianggap berada di luar, di atas, dan diputus dari alam.Bahkan human dipahami such penguasa atas alam yang boleh melakukan apasaja. Cara pandang seperti itu melahirkan postur dan basi eksploitatif tanpakepedulian sama terlalu banyak terhadap alam dan segala isinya apa dianggap tidakmempunyai cost pada diri sendiri.

Biosentrisme dan ekosentrisme

Carapandang antroposentrisme, saat ini kritik secara pedas oleh etikabiosentrisme dan ekosentrisme. Pada faham biosentrisme dan ekosentrisme, manusia tidak just dipandang sebagaimakhluk sosial, tetapi juga sebagai intisari biologis ataukah makluk ekologis.Manusia just bisa kehidupan dan berkembang such manusia menyelesaikan dan penuh, tidakhanya batin komunitas sosial, tetapi tambahan komunitas ekologis, yaitu sebagaimakhluk apa kehidupannya tergantung dari dan terikat erat dengan semuakehidupan lain di alam semesta. Tidak punya alam, tanpa makhluk kehidupan lain, manusiatidak ini adalah bertahan hidup, untuk manusia hanya merupakan deviasi satu entitas dialam semesta. Kemudian semua makhluk lives lainnya, umat ​​manusia mempunyai kedudukanyang sama dalam ”jaringan kehidupan” di alam semesta ini. Jadi, human tidakberada di luar, di atas dan koneksi rusak dari alam. Umat ​​manusia berada dalam alam danterikat serta tergantung dari makhluk dan seluruh isinya.

Daripemahaman ini, biosentrisme dan ekosentrisme memperluas pemahaman etika, yaitumenganggap komunitas biotis dan komunitas ekologis seperti komunitas moral.Etika noel lagi dibatasi just bagi manusia. Etika di dalam pemahamanbiosentrisme dan ekosentrisme berlaku bagi segenap makhluk hidup. Etikalingkungan apa diperjuangkan dan dibela oleh biosentrisme dan ekosentrismeadalah bagian belakang kepada etika social adat, yang dipraktikkan malalui hampirsemua suku nguyên di seluruh dunia.

Biosentrisme memiliki berpawai bahwasetiap kehidupan dan makhluk lives mempunyai nilai dan berharga diatas dirinyasendiri. Doktrinnya ini asumsi serius setiap hayatnya dan makhluk hidup di alamsemesta. Sema makhluk hidup bernilai pada dirinya sendiri sehingga benar mendapatpertimbangan dan kepedulian moral. Alam haruss diperlakukan secara moral,terlepas dari apakah ia bernilai bagi manusia atau tidak. Doktrin inimendasarkan moralitas diatas keluhuran kehidupan, siapa tahu pada manusia atau padamakhluk hidup lainnya.

Adaempat keyakinan biosentrisme yaitu pertama,berkeyakinan bahwa human adalahanggota dari komunitas kehidupan di bumi batin arti yang sama dan dalamkerangka yang sama bagaimana makhluk hidup yang lain tambahan anggota dari komunitasyang sama. Kedua, keyakinan bahwaspesies manusia, bersama dengan semua spesies lain, adalah bagian dari sistemyang saling tergantung sedemikian rupa sehingga kehidupan ditentukan olehrelasi satu dengan lainnya. Ketiga,keyakinan bahwa semua organisme adalah pusat kehidupan apa mempunyai tujuansendiri. Keempat, keyakinan bahwamanusia di ~ dirinya sendiri noël lebih unggul dari mahluk kehidupan lainnya.

Pandanganitu making manusia dulu lebih netral di dalam memandang setiap orang makhluk hidupdengan segala kepentingannya. Tentu saja saja. Manusia akan selalu memandangkepentingannya lebih penting. Mencapai keyakinan tadi, umat ​​manusia akan lebih terbukauntuk dicamkan dan memperhatikan kepentingan makhluk hidup lainnyasecara serius, khususnya selagi ada benturan kepentingan antara manusia denganmakhluk kehidupan lain.

Sedikitberbeda mencapai biosentrisme, ekosentrismelebih memandang etika berlaku pada keseluruhan elemen lingkungan, seluruhkomunitas ekologis, baik yang hidup maupun tidak. Secara ekologis, makhlukhidup dan benda-benda abiotis berbeda saling terhubung dengan satu kesamaan lainnya. Karenaitu, keberpihakan dan tanggung jawabmoral tidak hanya dibatasi pada maklukhidup tetapi tambahan pada lingkungannya tak hidup. Etika ekosentrisme sekarang ini diperpanjang dengan istilah Deep Ecologysebuah istilah yang diperkenalkan kali duluan oleh Arne Naess, seorangfilsuf Norwegia, lima 1973.

Deep Ecology menuntutetika baru yang tidak just berpusat pada manusia, tetapi berpusat pada maklukhidup seluruhnya batin kaitannya dengan upaya mengatasi persoalan lingkunganhidup. Etika ini noel mengubah sama sekian hubungan antara manusia denganmanusia. Hal apa baru adalah, pertama, human dan kepentingannya ndak lagiukuran bagi segala sesuatu apa lain. Manusia bukan lagi tengah dari duniamoral. Deep Ecology justru memusatkankepada seluruh spesies implisit spesies bukan manusia, singkatnya kepadaseluruh lapisan kehidupan (biosfer).

Kedua,bahwa etika lingkungannya hidup yang dikembangkan Deep Ecology dirancang seperti sebuah etika praktis, yaitu sebagaisebuah gerakan. Artinya prinsip morel etika lingkungannya harus diterjemahkandalam aksi nyata dan konkrit. Mencapai demikian, Deep Ecology adjuvan orang-orang buat mempunyai sikap dankeyakinan apa sama, mendukung suatu gaya hidup yang selaras menjangkau alam, dansama-sama memperjuangkan isu lingkungan dan politik. Suatu gerakan apa menutut perubahan cara pandang,nilai, dan tua atau gaya hidup.

Daftar Pustaka:

A. Sonny Keraf. 2002. Etika lingkungan Hidup. Jakarta:PT. Kompas Nusantara.

GBIM PLH KLH. 2016. Hubungan umat ​​manusia dan LingkunganHidup. Jawa barat: KLH

Guru Pendidikan. 2019. Eksploitasi : Pengertian,Jenis, tabrakan dan Contoh Terlengkap. Jakarta: Seputar Ilmu.

Lihat lainnya: Apa Nama Virus Yg Saat Ini Menjadi Wabah Di Banyak Negara Di Dunia

Taufik Wijaya. 2019. Bentang intisari Rusak buat CaraPandang Kita apa Keliru?. Palembang: Mongabay.