Jakarta -

Di days raya Idul Adha ataukah lebaran haji, umat Islam apa mampu dianjurkan karena menyembelih hewan kurban. Daging kurban kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Anda sedang menonton: Bagian daging kurban bagi fakir miskin adalah titik-titik dari daging kurban

Menyembelih hewan kurban tentu saja dilakukan pantas kemampuan tiap muslim, sehingga tak haruss memaksakan diri bagi yang memiliki keterbatasan. Berikut hadis keutamaan kurban kemudian dinarasikan Aisyah

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »


Artinya: Dari Aisyah, Rasulullah observed berkata, "Tidaklah pada days akhir manusia beramal suatu amalan yang lebih tercinta Allah SWT daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat mencapai tanduk, kuku, kerugian sebelumnya hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut ini adalah sampai kepada (ridha) Allah SWT sebelum tetesan darah tersebut memukul ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kita dengan berkurban." (HR Ibnu Majah).


Baca juga: Rukun, Pelaksanaan, dan Niat Sholat Idul Adha 2020/1441 H

Tata cara pembagian qurban juga telah dijelaskan di dalam hadist Nabi SAW:

1. Daging kurban boleh disimpan lebih dulu

Berikut hadis yang membolehkan daging kurban sanggup disimpan lebih dulu sebelum dibagikan pada yang berhak

نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِيِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ فَأَمْسِكُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَنَهَيْتُكُمْ عَنِ النَّبِيذِ إِلاَّ فِي سِقَاءٍ فَاشْرَبُوا فِي الأَسْقِيَةِ كُلِّهَا وَلاَ تَشْرَبُوا مُسْكِرًا

Artinya: "Duku aku melarangmu mengunjungi makam, tapi muncul kamu boleh mengunjunginya, dan aku melarangmu makan daging kurban yang berumur lebih dari tiga hari, tapi sekarang kamu sanggup menyimpannya selama apa kamu inginkan. Saya melarangmu menggunakan nabidh, namun muncul kamu boleh meminumnya asal noël memabukkan." (HR Muslim).

2. Pembagian daging kurban tidak harus saat selamat Idul Adha

Sesuai hadis apa telah disebutkan, Rasulullah observed membolehkan penyimpanan daging kurban (iddikhor) selama lebih dari tiga hari. Maka, pembagian daging kurban juga bisa pengaturan sehingga tak haruss dilakukan buru-buru tepat nanti penyembelihan. Namun penundaan pembagian daging kurban harus benar-benar mempertimbangkan kemaslahatan dan kebutuhan umat.


Baca juga: Apa makna tambahan Qurban batin Raya Idul Adha? Ini bertindak dan Ketentuannya

3. Pembagian kurban boleh dilakukan hingga days tasyrik

Proses pembagian daging kurban mungkin dilakukan hingga hari tasyrik asal mengutamakan kepentingan umat. Daging kurban harus benar-benar dikenali mereka yang berhak, sehingga bisa help mengatasi masalah dan kesulitan yang dialami masyarakat.

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِي بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ ‏"‏‏.‏ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِي قَالَ ‏"‏ كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا ‏"

Artinya: Diceritakan Salama bin Al-Aqua", Rasulullah experienced mengatakan: "Siapa saja apa menyembelih hewan qurban noel seharusnya penghematan daging setelah tiga hari." selama sampai di five berikutnya, orang-orang bertanya, "Ya Rasulullah saw haruskah untuk kita lakukan seperti lima kemarin?" Rasulullah saw berkata, "Makanlah, berikan pada yang membutuhkan, dan simpanlah di lima itu buat mereka apa mengalami kesulitan dan dicari kamu tolong." (HR Bukhari).

4. Mereka yang kurban bisa ~ mengambil sebagian dagingnya

Mereka apa memberi kurban boleh makan sebagian daging hewan tersebut. Pembagiannya adalah sepertiga buat dimakan pemberi kurban dan keluarganya, sepertiga untuk tetangga dan teman, sepertiga apa lainnya untuk fakir mempersenjatai dan orang apa membutuhkan.

Lihat lainnya: Cara Daftar Beasiswa Ke Korea Selatan Untuk Lulusan Sma /Smk/Sederajat

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Arab latin: Wal-budna ja"alnāhā lakum min sya"ā`irillāhi lakum fīhā khairun fażkurusmallāhi "alaihā ṣawāff, fa iżā wajabat junụbuhā fa kulụ min-hā wa aṭ"imul-qāni"a wal-mu"tarr, każālika sakhkharnāhā lakum la"allakum tasykurụn

Artinya: "Dan telah kalian jadikan untuk kamu unta-unta menemani itu sebahagian dari syi"ar Allah, kamu diperoleh kebaikan apa banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama belakang Allah kapan kamu menyembelihnya batin keadaan kedudukan (dan telah terikat). Then apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah kami telah menundukkan untua-unta akun itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur." (Al-Hajj: 36).