Warga yang datang usai pesisir pantai juga mengabadikan peristiwa dugong terdampar tersebut dan diunggah setelah berbagai sosial media. Peristiwa dugong terdampar di Maluku ndak baru kali ini, namun siap berkali-kali. Kelewat Maluku merupakan penyimpangan satu teritorial yang paling banyak hadiah mamalia laut terdampar.

Anda sedang menonton: Bagian ikan yang tidak boleh dimakan

Mohammad Aswan, burger Tihu mengungkap, dugong yang panjang diperkirakan mencapai tiga meter tersebut ditemukan warga terdampar di bibir pantai dusun setempat jam 09.31 WIT. Sebelumnya ada dua ekor dugong terdampar, namun yang satunya kesuksesan menyelamatkan diri, sementara apa satu naik usai bibir pantai dan mati.

baca : Warga Seram Potong-potong Dugong mati Terdampar, buat Konsumsi?

Menurut Aswan, burger setempat tambahan sudah berupaya menyelamatkan dugong tersebut, namun mengalami luka cukup serius di tubuhnya sehingga banyak menit pasca ditemukan, mamalia lautnya tersebut kemudian mati.

“Warga juga sudah berupaya melakukan upaya penyelamatan. Namun pemfitnahan menit pasca ditemukan, dugong tersebut mati. Bahkan tidak ada tim yang turun does identifikasi terhadap bangkai dugong, mungkin akibat pandemi,” ungkapnya.

Informasi yang diterima oksavingmoney.oksavingmoney.comm, bangkai mamalia lautnya tersebut finite dipotong-potong, then dagingnya dibagi-bagi ke warga karena keperluan obat tradisional. Sisanya dikubur di lokasi sekitar.

Satwa Dilindungi

Kepala loka Pengelolaan bersumber Daya Pesisir dan laut (Loka PSPL) Sorong, Santoso Budi Widiarto mengaku, asibe kondisi epidemi oksavingmoney.comVID-19, pihaknya noel bisa leluasa menurunkan petugas nanti lokasi guna mengevakuasi mamalia laut tersebut.

Meski begitu, Santoso menyayangkan sikap warga apa tegah membagi-bagi daging dugong untuk dimakan atau keperluan obat-obatan. Dugong adalah jenis biota laut yang dilindungi undang-undang, sehingga mati pun, dagingnya tidak boleh dimanfaatkan termasuk karena dimakan.

baca juga : Dugong yang sekarat di Sabu Raijua Dikuburkan dengan Ritual Adat

Dia menegaskan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) individu telah mengeluarkan Keputusan menteri kesehatan Kelautan angka 79 tentang plan Aksi Nasional kelestarian Mamalia Laut lima 2018-2022. Dimana mamalia lautnya di sini, di dalamnya termasuk dugong.

Santoso menjelaskan, dugong merupakan satu-satunya types mamalia laut yang makan lamun, yang menjadi penyeimbang ekosistem tolong kesuburan radikal laut. Sebagai mana mamalia lautnya lainnya, untuk fekunditas dan reproduksinya lambat, maka perlu times 10 tahun untuk dugong menjadi dewasa, dan dugong betina butuh waktu 14 bulan mengandung anak dan melahirkan.

Dia tambahan menyebutkan, mamalia laut di dalam Keputusan menteri kesehatan Kelautan dan Perikanan tersebut terdiri dari dua, yakni Dugong dugon dan cetacean yang meliputi semua jenis paus dan lumba-lumba perairan laut. Dugong kini, kata dia, hanya tinggal satu jenis, berbeda dengan cetacean yang cukup berlimpah.

“Untuk dugong tidak disarankan dimakan, untuk siklus hidupnya di laut apa dapat mencapai waktu panjang. Dikhawatirkan ada penyakit buat akumulasi zat-zat karsinogen di dalamnya,” jelasnya.

Dugong menghabiskan waktunya cukup berbohong di laut. Sisi lain, sebagai mamalia apa memiliki sama, serupa dengan manusia, dugong akibat tak boleh dikonsumsi. Untuk penyakit yang terbawa dugong akan lebih mudah tertular dan menyebarkan setelah tubuh manusia.

“Secara ilmiah perlu kami sampaikan mengapa dugong tak boleh dimakan, meskipun secara regulasi biota laut ini dilindungi. Asibe masyarakat haruss penyadartahuan dan edukasi bahaya makan dugong. Prinsipnya, dugong tak boleh dikonsumsi,” terangnya.

Lihat lainnya: Apa Yang Dimaksud Dengan Perubahan Iklim Dan Peman, Apa Itu Perubahan Iklim

Apalagi, lanjut dia, banyak peristiwa keterdamparan dugong menjangkau kondisi dies dan cemberut masyarakat. Sehingga terhadap mamalia lautnya ini apabila terdampar mati, seharusnya warga segera lapor usai instansi atau melayani terkait sehingga sanggup ditangani menjangkau cara dikuburkan atau ditenggelamkan usai laut benar aturan apa ada.

baca also : Kisah Para Pemburu Dugong di Teluk Bogam

*
Ilustrasi. Seperti duyung (Dugong dugon) sedang memakan lamun di terlalu banyak air Filipina. Foto : Jürgen Freund/WWF