Aceh adalah penyimpangan satu provinsi yang menyandang statusnya istimewa selain Yogyakarta. Provinsi ini tersoroh di ujung barat nusantara dan berbatasan langsung menjangkau Malaysia serta Samudera Hindia.

Anda sedang menonton: Baju adat yang berasal dari aceh adalah

Letak geografis Aceh yang sangat strategis dan berdekatan dengan selat Malaka menjadikan quận ini angkasa persinggahan bagi para pedagang dan penyebar agama dari Timur Tengah. Oleh karena itu, akulturasi berbagai budaya pun dapat dijumpai di secara spasial ini. Misalnya dicampur antara kebudayaan Melayu dan Islam yang berpengaruh terhadap pakaian adat, artian tari, syair, serta lainnya.


Daftar Isi


Pakaian Adat Pria AcehPakaian Adat perempuan Aceh

Baju Adat Aceh

Unsur Islam mendesak melekat batin kehidupan sehari-hari burger Aceh, hal ini bersinar dari gaya berbusana masyarakat yang mengikuti syariat Islam sehingga provinsi ini pun dijuluki seperti Serambi Mekah.

*
*
*
*
nopomawon.com

Seperti Peukayan Linto Baro, baju Daro Baro tambahan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian atas, markas besar dan bawah. Desain dan corak pakaian adat ini juga mendapat mencampur dari unsur Islam.

1. Baju Kurung

Bila dilihat sekilas, untuk kita dapat ringkasan bahwa baju pokok merupakan busana gabungan dari budaya Melayu, Arab dan China. Baju ini berukuran longgar menjangkau lengan panjang yang menutupi lekuk riak wanita sesuai anjuran ajaran Islam.


Fungsi pakaian ini ialah untuk menutup bagian panggul yang menjadi aurat wanita. Baju adat ini membuat dari berwujud tenun sutra menjangkau model kerah di atas bagian leher serta pada bagain dore terdapat boh dokma.

Pada bagian pingga feminin dililitkan kain songket asli Aceh yang disebut seperti Ija Krong Sungket. Kain ini berguna untuk menutupi panggul dan baju bagian bawah apa diikat dengan tali pinggang yang terbuat dari silver atau emas. Tali ini dseibut dengan namu taloe ki ieng pata sikureueng, namu tersebut berari tali pinggang patah sembilan.

2. Celana Cekak Musang

Celana cekak musang juga dikenakan oleh banci Aceh kemudian bawahan. Bentuk celana ini melebar di bagian bawah, namun memiliki warna cerah sesuai baju atasan. Bahan untuk membuat celana adat Aceh adalah tenunan sarung apa menjuntai sampai setelah lutut.

Pergelangan perempuan Aceh apa mengenakan pakaian adat dihiasi mencapai sulaman benang emas sehingga mempercantik penampilannya. Konvensional hiasan celana ini juga digunakan perempuan Aceh saat melakukan tarian tradisional.


baca juga: Tari Pendet - Sejarah, Fungsi, Gerakan, Kostum, Keunikan & Kontroversi

3. Perhiasan Adat Aceh

Berbagai perhiasan tambahan dikenakan oleh banci Aceh saat mengenakan pakaian tradisional. Misalnya Patam Dhoe atau hiasan mahkota dimana diatas bagian tenga terdapat dalam jumlah besar bermotif lembaran sulur.

Mahkota tersebut terbuat dari kuning dengan bagian kanan dan kiri berhiaskan subjek pepohonan, daun dan bunga. Sedangkan potongan tengah juga terdapat kaligrafi Arab bertuliskan lafadz Allah dan Muhammad.


Motif tersebut disebut mencapai bungong kalimah dengan ornamen bunga-bunga dan bulatan. Dekorasi tersebut mempunyai makna tertentu, yaitu mengartikan bahwa wanita apa mengenakannya telah nikah dan were tanggungjawab suaminya.

Selain menemani itu di potongan telinga juga terdapat anting-anting yang disebut mencapai subang. Anting-anting ini terbuat dari kuning dengan motif bulatan kecil atau boh eungkot. Sedangkan dibagian bawah terdapat rumbai apa semakin memperindah lihat perempuan Aceh. Ada pula subang lain yang dinamakan subang bungong mata uroe atau anting yang bentuknya such bunga matahari.

Untuk bagian leher dihiasi menjangkau kalung emas dengan enam buah keping berbentuk trấn dan satu keping mirip kepiting. Oleh warga Aceh, kalung ini dinamakan taloe toke bieng meuih. Selain itu, ada tambahan kalung emas bermotif daun srih, serta kalung aziman mencapai manik-maink bermotif boh bili.

Kemudian bagian tangan wanita Aceh saat mengenakan pakaian adat dihiasi dengan gelang atau ikay dan gleuang goki atau gelang kaki untuk bagian kaki, serta cincin bernama euncien pinto Aceh yang terbuat dari kuning kuning atau putih untuk menghias jari-jarinya.

Pakaian Adat Aceh untuk Anak

Baju tradisonal Aceh untuk anak-anak pada dasarnya mirip mencapai busana apa dikenakan oleh orang dewasa. Untuk anak laki-laki berwarna black dengan bawahan celana serta sarung hingga lutut dan menggunakan ikat pinggang. Sedangkan karena pentutup kepala juga tidak kurang sopan berbeda.

Lihat lainnya: Apa Manfaat Olahraga Bagi Tubuh? 5 Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Tubuh

Sedangkan karena anak perempuan, baju adatnya tambahan mirip pakaian adat Aceh feminin dewasa. Hal tersebut meliputi warna, desain atau model, serta perhiasan apa melengkapi penampilannya agar nampak cantik.