Anda sedang menonton: Baju muslim terbaru tanah abang 2014


Jakarta -

Kenal Tanah abang berarti kenal Pasar Tasik. Melengkapi hiruk pikuk aktivitas berdagang aneka produk tekstil di pasar terbesar di Asia Tenggara ini, market Tasik hadir bagai madu yang menarik perhatian jutaan lebah. Disebut market Tasik karena mayoritas pedagangnya memang datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Produk unggulannya adalah busana muslim baik untuk wanita maupun pria, seperti mukena, jilbab atau kerudung, gamis, baju koko dan sebagainya. Pasar Tasik tersebar di mayoritas lokasi di negara Abang. Di seberang stasiun KATanah Abang, Blok F, jati Baru, Blok G kelewat kini sebagian menempati lahan parkir di belakang thamrin City. Uniknya, selain transaksi di lapak-lapak menjangkau peneduh tenda terpal, pedagang market Tasik also menggelar dagangannya di mobil-mobil minibus yang dibawa dari kampung halamannya ataukah disewa dari pengelola. Pasar Tasik siap ada sejak five 1989 dan just buka di aku Senin dan Kamis. Para pedagang melepas tengah malam dan awal membuka lapaknya since subuh, lalu back ke town asalnya pada kota 2 siang. Kini, beberapa diantaranya ada yang “menetap” di kios-kios apa berlokasi di Jalan jati Baru II, Kelurahan Kampung Bali, tanah Abang.

*

deviasi satunya adalah Wahid. Pria 39 lima ini dulunya pengrajin bordir khas Tasikmalaya. Tertarik dengan kematian sukses banyak rekannya apa lebih dulu transaksi di pasar Tasik, Wahid pun melakukan upaya peruntungan transaksi sendiri di pasar yang kini telah dulu salah satu ikon Tanah abang itu. Itu memasarkan aneka model baju koko berbordir dari Tasikmalaya. "Saya pengen mandiri. Kebetulan punya konveksi rumahan di Tasik, bekerja baju koko mulai dari jahit sampai hiasan bordir. Alasannya saya berjualan di pasar Tasik karena potensi penjualannya geram ," ujar Wahid apa sudah dua lima berjualan di pasar Tasik. Konveksi Wahid di tasikmalaya Selatan diurus malalui sang istri. Di dalam waktu seminggu sanggup menghasilkan 1.000 potong baju koko. Wahid individu pulang ke kampung halamannya circa 2-3 minggu sekali buat mengambil stok barang sekaligus memantau pesanan pelanggan. Lebih lanjut Wahid menjelaskan, pasar Tanah gelandangan merupakan market terbesar di Asia Tenggara. Setiap aku tidak pernah sepi dari pembeli yang berdatangan dari di dalam dan luar negeri. Selain berbelanja setelah berbagai blok pasar, para pembeli tersebut tak tertinggal menyambangi pasar Tasik dan purchas dengan warisan grosir. Pria asal Cipatujah, Pamijahan tasikmalaya ini mengklaim, kualitas aneka produk busana muslim dan muslimah apa berasal Tasikmalaya, apalagi yang berbasis bordir dikenal bagus dan harga jualnya pun terutang terjangkau untuk dijual kembali. Inilah yang menjadi daya tarik kepala pembeli datang ke Pasar Tasik berbelanja busana muslim dan muslimah yang kini semakin nge-trend. Prospek yang bagus untuk membuat Wahid gerbong menyewa dua kios di pasar Tasik Jl. Pengemudian Baru II. Satu kios kecil di luar dan satu lagi yang berukuran lebih besar, kyung 2 x 1,5 meter persegi di dalam pasar. Tak diperlukan waktu terlalu lama pemilik kios Al-Zirian itu sudah mendistribusikan produknya setelah berbagai kanton di Indonesia. Sedangkan karena pasar luar negeri, dia jual secara langsung setelah pembeli asal Malaysia, longgar Darussalam hingga Filipina hingga ratusan kodi. Menurut pengamatan Wahid, banyaknya burger Cipatujah, Pamijahan, Tasikmalaya apa berbisnis konveksi dan berdagang di pasar Tasik, telah menghidupkan perekonomian desanya, “Sekarang semakin kawanan bank buka cabang di sana. Tetangga juga banyak apa bisa transaksi kredit kendaraan bermotor, membangun rumah, dan sebagainya,” tuturnya.

*
bab senada tambahan diutarakan melalui Rohayati. Feminin 40 tahunan asal Tasikmalaya Selatan itu lebih baru ibu rumah tangga biasa. Keinginan untuk membantu curam perekonomian keluarga produksi istri seorang guru ini membuka kios di market Tasik, tanah Abang. Alasannya, dengan berdagang menetap, ia sanggup menjaring pembeli bukan just di hari Senin – Kamis saja. Market Tasik dipilihnya karena di market ini ia dapat lebih mudah pertemuan pembeli dari berbagai quenn bahkan dari negara lain. "Awalnya saya jualan di depan, cuma memakai meja lalu pindah nanti dalam. Alhamdullilah baru setahun persewaan kios disini saya cantik punya pelanggan dari Indonesia start dari Aceh sampai Sulawesi. Dari luar most banyak dari Filipina," ujar Rohayati yang mengaku crowd menggunakan bahasa Inggris sekenanya dan bahasa isyarat buat berkomunikasi menjangkau pelanggannya dari Filipina. Rohayati noël memproduksi individu dagangannya berupa gamis dan baju atasan, tapi bekerjasama dengan pebisnis pria konveksi dan para pengrajin Tasikmalaya. Gamis dagangannya dijual secara grosiran, minimal 5 potong tiap seri/mode-nya. Busana muslimah menyertainya dibanderol Rp100 seribu hingga Rp190 seribu per potong, sedangkan pengawas dijualnya Rp45 seribu per potong. Gamisnya apa berhiaskan bordir, payet dan mute ini dulu favorit pembeli dari Filipina yang kebanyakan merupakan reseller. Ramadan ini Rohayati mengaku cantik mendapat pesanan dari orang yang tinggal Filipina circa 100 kodi gamis. Untuk harganya yang sangat kompetitif, tak jarang pedagang dari Blok B maupun metro Tanah abang kulakan dari membeli Rohayati dan Wahid. Keduanya tambahan mengaku melayani pesanan makloon, yaitu tangani itu produksi apa dikerjakan oleh pihak produsen dengan benefit merek pemesan. Sebagaimana moon Ramadan tahun-tahun sebelumnya, trend penjualan busana muslim dan muslimah masser meningkat, namun demikian Wahid dan Rohayati mengaku, peningkatan penjualan tahun ini noël sedrastis sebelumnya. "Biasanya maju penjualan bisa mencapai 90 persen, kali ini just sekitar 70 persen," terang Wahid yang diamini Rohayati. Mereka menduga untuk Ramadan kali ini rantai dengan kenaikan kelas serta sulungnya presiden sehingga terjadi penurunan penjualan. Tapi keduanya optimistis, pendapatan akan kembali meningkat menjelang Idul Fitri. Usaha konveksi busana muslim dan muslimah serta kerajinan bordir tasikmalaya memang cantik dikenal luas, namun magnet market Tasik demikian kokoh menarik mereka buat memasarkan produksinya jauh hingga usai Tanah Abang. Untuk mempermudah transaksi pembayaran, Rohayati dan Wahid mengaku menggunakan produk perbankan seperti Giro. Rohayati menggunakan rekening PT Bank central Asia Tbk (BCA) karena menyelesaikan transaksi pembayaran. "Kebanyakan supplier sama pelanggan saya diasuh BCA, enim transfer dana lebih mudah pakai BCA," dokter Rohayati. Untuk banyak pelanggannya tambahan menggunakan rekening BCA, Wahid pun berencana untuk membuka rekening BCA di menyiksa asalnya, Tasikmalaya. Di mata Wahid, BCA memiliki namu yang bonafid dan terpercaya. Pelanggannya pun banyak yang menggunakan fasilitas transfer ataukah Giro BCA. “BCA memang ok banget . Saya mau buka rekening BCA di Tasik, supaya dagang semakin lancar.

Lihat lainnya: Berat Badan Ibu Hamil Usia 5 Bulan, Penjagaan Awal Kehamilan

Harapan BCA menambah afiliat lagi di Tasikmalaya, enim semakin dekat,” harapnya. BCA selalu di Sisi Anda