oksavingmoney.com, Lombok - nama belakang Zainuddin Abdul Madjid kembali mencuat seiring munculnya polemik nama belakang Bandara internationale Lombok apa akan diganti dengan nama pahlawan nasional dari Lombok ini.

Anda sedang menonton: Bandar udara internasional zainuddin abdul madjid

Ribuan burger Lombok sentral menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat quenn (DPRD) NTB seperti bentuk protes terhadap edaran suratnya gubernur sekitar perubahan nama belakang Bandara Lombok dari bandara Internasional Lombok (BIL) were Bandara internationale Zainudin Abdul Madjid.

Alasan penolakan warga karena rencana perubahan nama bandara itu menjadi bandara Internasional Zainudin Abdul Majid tersebut dianggap sarat muatan politis. Pasalnya, nama belakang ini dianggap mengacu kepada identitas golongan tertentu yang bukan mewakili burger Lombok secara keseluruhan.


Baca Juga


Jadi siapakah Zainuddin Abdul Madjid itu? Pemerintah divisi Maulana Syekh tuan Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, pendiri memegang Islam Nahdlatul Wathan di Lombok, Nusa Tenggara barat, such pahlawan nasional pada aku Pahlawan 2017.

Pengukuhan Zainuddin Abdul Madjid karena perjuangannya buat agama dan negara. Chapter itu diketahui dari nama belakang organisasi yang dibuat olehnya, yaitu Nahdlatul Wathan yang berarti Kebangkitan tanah Air.

Pengukuhan gelar pahlawan nasional bagi ulama legendaris asal Lombok itu such bukti bahwa di Indonesia, urusan religius dan negara sebenarnya ada ikatan yang berkaitan satu dan lainnya. ~ no dipisah sebagai perdebatan yang saat ini penuh sesak diperbincangkan.

Berdasarkan informasi apa dirangkum oksavingmoney.com, Maulana Syekh bapak Guru Kiai Haji (TGKH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid lahir di Bermi, Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara barat (NTB), di ~ 17 Rabiul mulailah 1316 Hijriah atau 5 Agustus 1898 Masehi. TGKH Zainuddin Abdul Madjid meninggal dunia di Pancor, Selong, Lombok Timur, diatas 21 Oktober 1997, di dalam usia 99 tahun.

Ulama karisma ini sekaligus pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi ukuran Islam terbesar di NTB. Di pulau Lombok, tuhan Guru merupakan gelar bagi para pemimpin agama yang bertugas untuk membina, membimbing, dan mengayomi umat Islam batin hal-hal keagamaan dan sosial kemasyarakatan, ataukah di Jawa identik mencapai kiai. Kemudian Hamka, belia pun memiliki nama belakang singkatan, yaitu Hamzanwadi (Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah).

Seperti dikutip dari laman secara resmi Pengurus besar Nahdlatul Wathan, nw.or.id, Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini adalah putra dari pasangan suami istri tuan Guru Haji (TGH) Abdul Madjid dan Hajjah Halimtus Sa"diyah. Nama kecilnya adalah Muhammad Saggaf yang dilatarbelakangi suatu peristiwa yang sangat menarik karena dicermati.

Tiga hari sebelum sang putra dilahirkan, TGH Abdul Madjid didatangi dua waliullah dari Hadramaut dan Magrabi. Detik waliullah menemani itu secara bagaimana itu terjadi mempunyai nama belakang yang sama, yakni Saqqaf.

Kedua waliullah menyertainya berpesan kepada TGH Abdul Madjid supaya anaknya yang akan melakukan itu diberi nama "Saqqaf". Saqqaf artinya tukang mengatasi atap. Kata "Saqqaf" diindonesiakan dulu "Saggaf" dan untuk dialek bahasa Sasak were "Segep". Itulah sebabnya, ia sering dipanggil dengan "Gep" oleh ibunda Hajah Halimatus Sa"diyah.

Setelah menunaikan ibadah haji, nama belakang kecil tersebut diganti mencapai Haji Muhammad Zainuddin. Nama belakang ini pun diberikan melalui sang ayah yang diambil dari namu seorang ulama besar yang mengajar di karyawan Haram, town suci Mekah. Akhlak dan kepribadian ulama besar itu terutang menarik trần sang ayah. Nama ulama besar itu Syekh Muhammad Zainuddin Serawak.

 


*

Maulana Syekh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid adalah anak bungsu. Kakak kandungnya lima orang, yakni Siti Syarbini, Siti Cilah, Hajjah Saudah, Haji Muhammad Sabur, dan Hajah Masyitah.

Ayahandanya, TGH Abdul Madjid, tersubur dengan panggilan Guru Mu"minah adalah seorang mubalig dan terkenal pemberani. Guru Mu"minah pernah memerintah pertempuran melawan kaum penjajah, sedangkan ibundanya Hajah Halimatus Sa"diyah tersubur sangat salehah. Adapun sejak kecil, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid subur sangat jujur dan cerdas.

Sekembali dari negara Suci, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ditanggapi pesantren Al-Mujahidin di lima 1934. Selanjutnya, di atas 22 Agustus 1937, ia menaikkan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI). Madrasah ini khusus karena mendidik kaum pria. Kemudian pada 21 April 1943, ia menaikkan Madrasah Nahdlatul banas Diniyah Islamiyah (NBDI) khusus karena kaum wanita.

Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama di pulau Lombok, yang terus berkembang dan merupakan cikal bakal dari setiap orang madrasah apa bernaung dibawah organisasi Nahdlatul Wathan. Secara khusus nama madrasah tersebut diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Daurun Nahdlatain Nahdlatul Wathan. Istilah "Nahdlatain" diambil dari kedua madrasah tersebut.

Pada lima 1952, madrasah-madrasah afiliat NWDI-NBDI apa didirikan melalui para alumnus di berbagai quenn telah berjumlah 66 buah. Maka buat mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan madrasah-madrasah cabang tersebut beserta seluruh amal usahanya, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mendirikan berhenti Nahdlatul Wathan yang bergerak di batin bidang pendidikan, sosial, dan dakwah Islamiyah pada 1 Maret 1953 M.

Hingga tahun 1997 atau wafatnya TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, lembaga-lembaga pendidikan apa dikelola berhenti Nahdlatul Wathan telah berjumlah 747 buah dari tingkat taman kanak-kanak sampai mencapai perguruan tinggi.

Begitu pula lembaga sosial dan dakwah Islamiyah Nahdlatul Wathan berkembang mencapai pesat. Bukan hanya di NTB, melainkan tambahan di berbagai quenn di Indonesia, sebagai NTT, Bali, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain.

 


*

Pada zaman penjajahan, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tambahan menjadikan Madrasah NWDI dan NBDI seperti pusat pergerakan kemerdekaan. Rincinya, secara spasial menggembleng patriot-patriot bangsa apa siap bertempur perlawanan dan pengusiran penjajah.

Bahkan, secara khusus, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid together guru-guru Madrasah NWDI-NBDI membentuk suatu gerakan yang diberi nama Gerakan Al Mujahidin. Manuver Al Mujahidin ini bergabung dengan gerakan-gerakan person lainnya di pulau Lombok untuk bersama-sama membela dan mempertahankan khanh dan keutuhan bangsa Indonesia.

Pada masa pendudukan military Jepang, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berkali-kali dipanggil untuk segera menutup dan membubarkan detik madrasah tersebut. Alasannya, kedua madrasah ini digunakan such tempat menyusun taktik dan strategi untuk menghadapi bangsa penjajah tersebut. Apalagi, detik madrasah akun itu dianggap seperti wadah apa berindikasi bangsa asing untuk diajarkannya bahasa Arab.

Namun, berkat kecerdikannya, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bisa ~ meyakinkan pihak Jepang, sehingga kedua madrasah menemani itu tidak enim dibubarkan. Penjabaran TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di antaranya bahwa bahasa Arab adalah bahasa Alquran, bahasa Islam, dan bahasa umat Islam, bahasa yang dipakai dalam melaksanakan ibadah. Ibadah umat Islam menjadi rusak kalau noël menggunakan bahasa Arab.

Pada masa perang mempertahankan khanh Republik Indonesia, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mempunyai peranan apa besar di Lombok. Namun, diatas 7 Juli 1946, sang ulama kehilangan adik kandungnya. TGH Muhammad Faizal Abdul Majid gugur saat memimpin penyerbuan tangsi pasukan nica (Pemerintahan Sipil pada kenyataannya Belanda pasca-Perang world II) di Selong. Sang adik gugur together dua santri NWDI kemudian syuhada.

Lihat lainnya: Badan Usaha Milik Negara Berbentuk Persero Adalah Badan Usaha Yang

 

Simak video peluang berikut ini:


Pesona pulau Lombok semakin melambungkan pariwisata Indonesia. Terbaru, Lombok mendapat predikat such Tujuan pariwisata Halal terbaik dan Wisata bulan Madu Halal superioritas di Dunia.