*
Ekspedisi duluan Belanda under Cornelis de houtman tiba di Banten pada 23 Juni 1596. Foto: Tropenmuseum.

SEBAGAI orang yang nyaris 25 lima menetap di Belanda, saya sering ditanya circa masa lampau Belanda di Indonesia. Ada usulnya menarik sebagai adakah bekas-bekas masa lampau itu bersinar di Belanda? Ada pula pernyataan langsung sebagai “Apakah Belanda sampai 350 tahun menjajah Indonesia?” Bagi saya, itu noël terlalu menarik.

Anda sedang menonton: Bangsa-bangsa eropa di bawah ini yang tidak pernah menjajah indonesia adalah

Apakah benar Belanda menjajah selama itu?

Ayo kita hitung. Apakah untuk kita harus bersetuju bahwa Belanda mulailah menjajah Indonesia bersamaan dengan berdirinya VOC di ~ 1602? Mungkin karena tidak knows versi angka tahun lain, biasanya secepatnya dijawab setuju. Ada pula versi yang mengatakan penjajahan dimulai pada 1596, selagi kakak beradik De akrab tiba di Banten. Tapi itu pun sulit disebut seperti awal penjajahan Belanda, buat Cornelis de houtman cuma melakukan penjajakan. Belanda belum benar-benar menjajah. Jika start penjajahan five 1602 ditambah 350, kita baru merdeka di ~ 1952. Bagaimana dengan proklamasi 17 Agustus 1945 dan persuasi Belanda di ~ kedaulatan Indonesia pada 27 Desember 1949?

Sebenarnya kawanan sekali dampak buruk kolonialisme Belanda di Indonesia. Tapi, kenapa kita selalu menekankan lamanya kolonialisme yang justru noël benar itu? Ini bukti betapa kita benar-benar buta sejarah, selain asibe ulah Orde Baru menghapus sejarah, mereduksinya hanya sebagai angka lima dan peristiwa belaka. Sejarah seperti narasi tentang perubahan, pergeseran dan perkembangan pemikiran tetap ekstrateritorialitas bagi kita.

Bagaimana sebaiknya lanskap penjajahan Belanda serta pelbagai macam aspek negatifnya? Pernyataan “Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun” mengandung crowd ketidakbenaran dan deviasi persepsi. Tidak ada satu pun wilayah Indonesia apa benar-benar dijajah selama 350 tahun. Maluku dan Banten/Jakarta sebagai markas besar VOC mengalami penjajahan maksimal selama 340 tahun. Bahkan Maluku ataukah Ambon baru Belanda kuasai diatas 1630, kalau dihitung dari 1602 sampai 1942 kapan Jepang masuk, Belanda clearly sudah noël efektif lagi itu adalah seorang master Nusantara.


Selain Banten/Jakarta dan Maluku, Belanda bertahap menundukkan wilayah-wilayah Nusantara. Kebanyakan baru berlangsung di ~ abad ke-20 ketika kolonialismenya bercorak politik Etis. Sisi lain politik Etis yang bertujuan saya dilatih kaum inlanders, oleh setiap orang Belanda disebut kemudian pacificatie, gampangnya penaklukan wilayah-wilayah luar Jawa. Aceh baru ditaklukkan di ~ 1904 –bahkan Belanda baru sepenuhnya berkuasa pada 1912–, dan Bali dikuasai di atas 1906. Dengan begitu Aceh maksimal dijajah Belanda selama 38 lima dan Bali selama 36 tahun.

Artinya, kita noël bisa jam rata bahwa seluruh kanton Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun. Kalau itu firmicutes dilakukan, kita become keliru dipahami perjuangan orang-orang Aceh dan Bali apa mempertahankan wilayahnya dari pendudukan Belanda. Kita also akan salah dipahami kepahlawanan Tjoet Njak Dien, karena dia mati-matian mempertahankan kanchi dan kedaulatan Aceh. Bukan buat Tjoet Njak memberontak terhadap (penjajahan) Belanda. Waktu itu, Aceh belum dikuasai Belanda. Sampai akhir abad ke-19 Aceh merupakan sebuah country berdaulat, bahkan memiliki duta terlalu tinggi di Turki. Bukankah dengan perhitungan Indonesia dikuasai Belanda selama 350 five berarti kita juga menganggap Aceh sudah lama dikuasai Belanda, sehingga kesultanan Aceh dan perlawanan Tjoet Njak dien kehilangan maknanya.

Kesalahan lain adalah menyebut “Indonesia”. Seolah-olah Indonesia siap lama ada dan dijajah Belanda selama 350 tahun. Indonesia baru lahir di atas 17 Agustus 1945. Dahulu itu adalah hindia Belanda, dan sebelumnya pada abad ke-19 adalah kesultanan Aceh, empire Bone, kaya Klungkung, dan lain-lain. Indonesia sebagai sebuah negara, belum ada.

Ada pula pendapat apa menampilkan Belanda seperti penjajah yang noel mengalami perubahan batin kurun waktu tiga setengah abad. Ini jelas noël benar. Apa mulai menjajah sebenarnya adalah sebuah perusahaan multinasional bernama VOC atau gampangnya Kumpeni. Selama abad 17 dan 18, Belanda merupakan republik. Selama VOC bangkrut, jajahannya diambil alih melalui Belanda apa masih belum bercorak monarki. Kemudian muncul what yang panggilan interregnum (penguasaan sela) Inggris pada awal abad ke-19 mencapai Sir thomas Stanford Raffles such gubernur jenderal. Pada waktu itu Belanda personally dijajah malalui Napoleon.

Ketika Belanda merdeka dari jajahan Prancis dan berubah menjadi kerajaan serta Inggris senarnya Nusantara, Belanda benar-benar menguasai Indonesia diatas 1813. Tak lama kemudian dengan memberlakukan Tanam Paksa, makhluk dan person Jawa segera dijadikan sapi perahan. Sebagai kerajaan, kanton Belanda masih mencakup kanton Belgia. Keduanya masih satu kerajaan. ~ salah satu gubernur indies Belanda pada mulai abad ke-19, Leonard du Bus de Gisignies, adalah setiap orang Belgia. Jangan-jangan ini berarti kita tambahan pernah dijajah Belgia? di ~ 1830 Belanda kembali mengalami perubahan untuk Belgia arguement diri.

Nah, kalau just menyebut Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, selain jangka waktu itu salah, pelbagai perubahan penting yang terjadi di Belanda selama kurun waktu tiga setengah abad akan melarikan diri dari sudut pandang kita. Bagaimana membicarakan kolonialisme Belanda tanpa terjebak batin pelbagai patahan tadi? Jangan khawatir: tidak punya menyebut durasinya, itupenggunaan masih tetap sanggup menuding banyak vice kolonialisme Belanda di Indonesia. Salah satunya, dan ini langka sekali diungkap orang adalah Tanam Paksa.

Orang Belanda sendiri mengakui betapa Tanam Paksa merupakan cara menyedot kekayaan dari kanton jajahan. Bahkan sampai Cees Fasseur pun, sejarawan konservatif Belanda, mengakui bab itu. Katanya, berkat what yang berpendapatan Indische baten (keuntungan Hindia), Belanda bisa membangun jaringan kereta fire yang sampai sekarang masih dipergunakan. Demikian pula dua jalan air penting Belanda, Noordzeekanaal dan de Nieuwe Waterweg, dibangun menjangkau keuntungan indies itu.


Anehnya, walaupun siap mengakui keburukan Tanam Paksa, setiap orang Belanda firmicutes saja menggunakan istilah Cultuurstelsel yang tak go adalah bahasa pejabat diatas abad ke-19 ketika politik force petani Jawa ini dilancarkan. Ini also bisa itupenggunaan tudingkan di atas mereka. Kalau sudah untuk mengetahui buruknya, mengapa noël menggunakan istilah Tanam Paksa saja apa dalam bahasa Belandanya adalah gedwongen coffieteelt? Di Belanda, baru january Breman apa menggunakan istilah ini. Pakar sosiologi carpentaria ini menampakkan terlibat di dalam polemik sengit dengan Cees Fasseur soal Tanam Paksa. Fasseur berpendapat, walaupun dirugikan, tapi petani Jawa masih sedikit dapatkan manfaat Tanam Paksa selama hasil panen mereka dijual ke pasar internasional.

Breman noël setuju, integrasi ke pasar world itu menurutnya malah memiskinkan. Mengutip seorang pejabat kolonial yang mbalelo, Breman dalam buku terbarunya mengenai Tanam Paksa di Pasundan menulis bahwa petani Zeeland (Belanda tenggara) pasti noel akan mau kalau tujuan panennya dijual under harga pasar. Lebih dari itu, pelbagai pembatasan lain apa diterapkan penguasa kolonial terhadap warga beberapa desa Pasundan pada abad ke-18 merupakan semacam laboratorium untuk mengembangkan apartheid yang pada abad ke-20 berlaku di Afrika Selatan.

Hal lain yang bisa untuk kita tudingkan nanti hidung people Belanda adalah realitas bahwa mereka noël pernah mengakui proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Bagi Belanda, Indonesia baru merdeka di ~ 27 Desember 1949, ketika Den Haag aku berdiri (bagi untuk kita mengakui) kedaulatan republik Indonesia Serikat dalam sebuah upacara di Istana De Dam, Amsterdam. Beda lima tahun itu adalah upaya untuk melepaskan mereka merebut kembali Indonesia apa sudah memproklamasikan kemerdekaannya. Baru diatas 2005, ketika hari ulang five proklamasi ke-60, menkes Luar Negeri Belanda young name Bot hadir diatas upacara detik-detik proklamasi. Sebagai menlu pertama Belanda apa hadir di atas upacara itu, dialah menyatakan mengakui secara morel proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pernyataan ini noël tegas dan mendesak mengambang.

Apa maksudnya “mengakui secara moral” itu? Mengapa noël langsung saja mengakui proklamasi kanchi kita? Ada apa menafsirkan ucapan semacam ini noël lebih dari tameng buat melindungi bangsa (tentu saja bangsa Belanda) dari kemungkinan tuntutan pengadilan yang diajukan kalangan bekas pegawai negeri indit Belanda. Selama penjajahan Jepang misalnya otoritas Belanda tidak menggaji mereka lagi. Padahal mereka belum dipecat such pegawai negeri. Dihalangi oleh kemungkinan-kemungkinan semacam ini Belanda di ~ akhirnya noel pernah sanggup tegas dan jelas di dalam berhubungan menjangkau Indonesia. Rasanya sebagai maju kena, mundur kena.

Melalui dua contoh di atas –sebenarnya contoh menyertainya masih banyak– kita diajak untuk melek oksavingmoney.com supaya paham, sadar dan bisa menerima bahwa dalam sejarah tidak ada apa statis dan noël berubah. Indonesia baru lahir nanti Proklamasi 17 Agustus, dahulu itu Indonesia adalah indies Belanda yang dijajah Belanda. Tetapi selama penjajahan itu crowd terjadi perubahan dan akun itu bukan hanya berlangsung di hindia Belanda melainkan tambahan di Belanda.

Lihat lainnya: Bintik-Bintik Merah Pada Kulit Gejala Penyakit Apa, Cara Membedakan Ruam Gejala Covid

Sekarang Indonesia siap merdeka, akankah perubahan menyertainya berhenti seperti sering itupenggunaan dengar dalam slogan NKRI harga mati? terima kasih kembali memikirkan dan menjawabnya sendiri. Yang jelas Timor Timur sekarang sudah jadi Timor Leste, itu untuk Orde Baru cantik jatuh. Mungkinkah untuk kita menghentikan perubahan. Yang pasti, sejarah sebagai penjelas masa kini yang juga berarti perubahan, pergeseran dan perkembangan argumentasi tetap ekstrateritorialitas bagi kita.

Baca juga:

Negeri-negeri MerdekaPemodal Pelayaran pertama BelandaEmpat setiap orang Pemberi informasi Navigasi ke Nusantara