Benjolan di belakang telinga dapat disebabkan oleh crowd hal, seperti infeksi atau pembengkakan kelenjar getah bening. Sebagian penyebabnya tidak berbahaya. Become tetapi, benjolan di belakang telinga haruss diwaspadai jika disertai adanya mengeluh lain.

Meski penyebabnya tidak selalu berbahaya, benjolan di belakang telinga tetap perlu diperiksakan ke dokter, karena bisa memanggang menandakan adanya masalah di ~ telinga, tenggorokan, ataukah hidung yang mengakibatkan busung di belakang telinga.

Anda sedang menonton: Benjolan di belakang telinga dan leher

*

Kondisi ini harus diperiksakan ke dokter terutama jika benjolan yang muncul di belakang telinga disertai adanya mengeluh lain, such nyeri telinga, telinga berdenging, pendengaran terganggu, pusing atau vertigo, demam, berat menelan, hingga sakit kepala.

Penyebab Munculnya Benjolan di Belakang Telinga

Benjolan di belakang telinga sering kali disebabkan melalui infeksi radang usus besar dan virus. Contoh infeksi apa bisa memicu munculnya benjolan tersebut adalah radang tenggorokan, mononukleosis, campak, cacar, dan kelewat HIV/AIDS.

Selain infeksi, ada beberapa penyakit lain yang dapat disebabkan benjolan di belakang telinga, di antaranya:

1. Otitis media dan interna

Otitis media merupakan dileburkan di telinga potongan tengah, tepatnya di ~ rongga yang terletak di belakang gendang telinga. Dileburkan ini biasanya menyebabkan penumpukan cairan di telinga, rasa sakit di atas telinga, dan pembengkakan di kembali telinga.

Otitis media yang sering kambuh dan noël diobati dapat menimbulkan komplikasi, seperti infeksi telinga bagian batin (otitis interna), dirugikan pendengaran, gendang telinga pecah, tumor di dalam telinga yang disebut kolesteatoma, dan meningitis.

Oleh buat itu, sebaiknya langsung periksakan diri setelah dokter THT jika milik mereka mengalami gejala apa mengarah diatas otitis media. Karena mengobati dileburkan bakteri diatas telinga, kedelapan biasanya menjadi memberikan antibiotik dan obat jatuhkan telinga.

2. Mastoiditis

Mastoiditis adalah peradangan di atas tulang mastoid, yaitu tulang di belakang telinga yang berperan dalam proses pendengaran. Penyimpangan satu tanda mastoiditis adalah benjolan di belakang telinga. Komplikasi ini tradisional disertai sakit utama dan disetujui nanah atau cairan dari batin telinga.

Mastoiditis sering kali disebabkan oleh otitis media yang noel segera diobati, sehingga bakteri dari lubang telinga bagian tengah menyebar usai tulang mastoid. Mastoiditis dapat diobati mencapai antibiotik, obat menjatuhkan telinga, atau dengan ringkas telinga usai dokter.

Jika metode tersebut noel berhasil, operasi bisa diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

3. Abses

Abses atau benjolan apa berisi nanah muncul selama tubuh melawan kuman bangsaaksi infeksi. Saat memerangi bakteri, berbadan mengirim sel darah putih setelah area tubuh yang terinfeksi, misalnya di belakang telinga.

Bakteri dan sel darah weiss yang sekarat akan menumpuk dalam bentuk nanah dan mengakibatkan benjolan di belakang telinga.

Abses yang kecil kemungkinan menjadi mengecil, mengering, dan hilang secara alami tidak punya diobati. Namun, abses yang lebih terlalu tinggi perlu diobati mencapai antibiotik, dan nanahnya haruss dikeluarkan dengan bantuan dokter.

4. Limfadenopati

Limfadenopati adalah kondisi ketika terjadi busung kelenjar getah bening. Kelenjar lymphoid sendiri tersebar di berbagai potongan tubuh, dan salah satunya di belakang telinga. Kapan kelenjar getah bening yang ada di belakang telinga membengkak, maka akan tampak benjolan di area tersebut.

Pembengkakan kelenjar limfoid biasanya disebabkan malalui infeksi, peradangan, atau bahkan kanker. Pengobatan kapak ini kala tergantung di atas penyebabnya. Meski terkadang dapat mengingat tanpa diobati, benjolan di belakang telinga yang disebabkan melalui pembengkakan kelenjar lymphoid tetap perlu diperiksakan nanti dokter.

5. Kanker

Salah satu penyebab munculnya benjolan di belakang telinga yang patut perhatian adalah kanker nasofaring. Selain benjolan di belakang telinga, kanker ini juga bisa menimbulkan benjolan di leher ataukah tenggorokan.

Kanker ini sering kali noël bergejala pada tahap awalnya. Namun seiring berkembangnya penyakit, dapat muncul benjolan di belakang telinga yang diiringi komplikasi lain, seperti:

SulitNyeri telinga.Pilek yang tidak kunjung sembuh.Sering mimisan.Gangguan pendengaran.Bercak atau sariawan di mulut yang tidak kunjung menghilang.Suara were serakNyeri di atas leher ataukah rahang.Penurunan bobot badan.

Jika mendapati adanya gejala-gejala tersebut, sebaiknya langsung periksakan diri setelah dokter buat mendapatkan dealing lebih lanjut.

Selain infeksi, beberapa kapak lain juga dapat disebabkan munculnya benjolan di belakang telinga adalah:

Jerawat atau bisul.

Lantas, Benjolan seperti Apa apa Harus Diperiksakan ke Dokter?

Ketika their menemukan benjolan di belakang telinga, cobalah karena meraba dan merasakannya. Jika benjolan terasa lunak dan mudah bergerak, ada kemungkinan benjolan tersebut adalah lipoma. Bila benjolan terasa lunak dan sakitnya saat disentuh, bisa enim benjolan tersebut adalah jerawat atau abses.

Perhatikan pula apakah terdapat komplikasi lain apa menyertai munculnya benjolan. Kemudian contoh, bila benjolan disertai panas atau menggigil, ada kemungkinan dari mereka mengalami infeksi. Kondisi ini harus langsung mendapat dealing dokter.

Lihat lainnya: Apakah Anak Umur 15 Tahun Bisa Hamil, Griseofulvin

Karena bisa disebabkan oleh banyak hal, benjolan di belakang telinga sebaiknya diperiksakan nanti dokter THT. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui penyebab munculnya benjolan di belakang telinga, serta untuk menentukan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak.