Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 telah dilaksanakan sejak tanggal 13 Januari 2021 menjangkau target sasaran 181,5 million orang. Sehubungan menjangkau telah tersedia jenis vaksin COVID-19 AstraZeneca di Indonesia, Kementerian kesehatan melalui Ditjen Pencegahan dan Pengendalian penyakit menerbitkan surat Edaran Nomor: HK.02.02/II/841/2021 sekitar Informasi Mengenai Vaksin COVID-19 AstraZeneca.

Anda sedang menonton: Berapa hari virus corona bertahan di dalam tubuh manusia

Surat edaran tersebut telah ditetapkan Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian diseases dr. Maxi Rein Rondonuwu tanggal 6 April 2021. Surat edaran menyertainya ditujukan kepada kepala dinas provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Dalam suratnya edaran itu dijelaskan Vaksin COVID-19 AstraZeneca adalah vaksin vektor adenoviral (rekombinan) yaitu involves virus flu biasa yang telah dimodifikasi sehingga noël dapat bereplikasi/berkembang di di dalam tubuh manusia, tetapi dapat menimbulkan menjawab kekebalan terhadap COVIO-19.

BPOM telah publique Emergency usage Authorization (EUA) karena vaksin AstraZeneca di atas tanggal 22 Februari 2021 dengan numeral EUA2158100143A1. Batin hal ini BPOM telah menjamin bahwa vaksin AstraZeneca aman dan berkualitas.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa penggunaan vaksin AstraZeneca bersifat mubah (diperbolehkan). Indonesia telah mendapatkan dukungan vaksin COVIO-19 AstraZeneca dari Covax Facility. Vaksin tersebut telah mendapatkan that Emergency usage Listing (EUL).

Sebanyak 1,1juta vaksin AstraZeneca membuat SK Bioscience Co, Ltd, Republic of Korea telah tiba di Indonesia, yang merupakan dukungan COVAX Facility. COVAX adalah sebuah inisiatif global karena memberikan akses parity bagi seluruh masyarakat di dunia dalam mendapatkan vaksin COVID-19.

Lihat lainnya: Anneke Feinya Agustine Dan Tontowi Ahmad, Anneke Feinya Agustin

Vaksin telah didistribusikan ke beberapa kabupaten/kota di 7 provinsi, yakni pulau-pulau Riau, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, ogan Komering Ilir, champa dan Maluku, serta bagi TNI/POLRI di seluruh provinsi.

Vaksin AstraZeneca yang telah distribusi tersebut memiliki Expired date 31 Mei 2021.

Vaksin COVID-19 AstraZeneca harus disimpan di ~ suhu 2 sd 8°C. Vaksin dapat used sampai 6 jam setelah vial dibuka.

Vaksin tersebut diberikan kepada goals dengan usia minimal 18 five sebanyak dua dosis menjangkau O,5 ml setiap dosisnya secara intramuscular dengan interval 8-12 minggu dari dosis pertama. Berdasarkan rekomendasi that tanggal 16 Maret 2021 bahwa efikasi vaksin AstraZeneca superioritas didapatkan di atas interval pemberian vaksin 12 minggu (76%).

Beberapa kapak yang were kontraindikasi vaksin AstraZeneca adalah alergi terhadap vaksin/komponen vaksin dan riwayat alergi berat/syok anafilaksis di atas pemberian dosis pertama vaksin AstraZeneca.

Kejadian Ikutan Pasca Vaksinasi yang sangat umum terjadi (>10%) tradisional bersifat ringan yaitu pusing, mual, rasa sakit otot (myalgia) , nyeri sendi (arthralgia), nyeri di tempat suntikan, kelelahan, malaise, dan demam. Namun apabila keluhan berlanjut, disarankan kepada peserta vaksinasi untuk segera menghubungi petugas kesehatan atau nanti fasilitaspelayanan diberkatilah anda .

Berdasarkan insula tersebut, otoritas mengimbau karena mengoptimalkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca bagi TNI/POLRI di seluruh Provinsi dan bagi yonsei serta petugas metode di tujuh provinsi apa telah menerima alokasi vaksin AstraZeneca Tahap 1 sebelum 31 Mei 2021.

Selain itu, vaksinansi dosis senin diberikan menjangkau interval 12 minggu. Petugas health memberikan insula dan edukasi kepada goals sebelum divaksin tentang manfaat vaksin, keluhan yang mungkin muncul setelah vaksinasi dan apa yang harus dilakukan jika mengalami keluhan tersebut.

Vaksin harus disimpan benar dengan suhu apa direkomendasikan, yaitu temperamen 2 sd 8°C.