INFORMASI DAN EDUKASI ALERGI pada ANAK : Atasi alergi ~ no dengan obat tapi identifikasi dan hindari penyebabnya.

Anda sedang menonton: Berapa kali bayi bab jika minum susu formula


Posted by: Indonesian Children | October 3, 2010

Berak darah di ~ Bayi usia 0 – 12 moon disebabkan Alergi-Hipersensitif Makanan


Berak darah diatas Bayi usia 0 – 12 bulan disebabkan Alergi-Hipersensitif pakan

 Latar Belakang Nadine, bayinya perempuan banci usia 10 bulan sejak lahir hingga sekarang mengalami berak darah berulang mayoritas kali. Berak darah yang terjadi pada nadine patuh dianggap disentri ataukah amuba dan harus dioberikan antibiotika atau anti amuba. Banyak dokter sering menyalahkan orangtua untuk tidak mengolah kebesihan sehingga anaknya sering mengalami diare. Padahal waktu itu hanya minum ASI dan ibu berusaha seper bersih di dalam merawat anak. Usai berganti-ganti dokter, terdapat salah seorang dokter tidak punya memberikan antibiotika dan mengadviskan melakukan perlakuan alergi dan hipersensitifitas memberi makan dengan dihindari sementara beberapa makanan yang diduga menyebabkan alergi papan ternyata noël dalam waktu lama keluhan gangguan berak darahnya noël timbul lagi. Benarkah sayang itu mengalami alergi berikan padaku sapi ?Identifikasi asal perdarahan kanal cerna
Gejala klinisLokasi perdarahan
  Laserasi esofagus/mukosa gaster (Mallory limbah syndrome)
Muntahan darah merah segar atau such kopiLesi proksimal dari ligamen Treitz
MelenaLesi proksimal dari ligamen Treitz, usus kecilKehilangan darah berkisar 50-100 ml/hari
Darah segar bercampur tinjaLesi di atas ileum atau colonPerdarahan massf upper gastrointestinaltract
Darah diluar tinjaLesi di atas ampula rektum ataukah anus

 

Penyebab go Perdarahan kanal Cerna
 Bayi
HematemesisTertelan darah ibuPeptic esophagitis 
MelenaUlkus duodenumDuplikasi ileumDivertikulum Meckel 
Melena mencapai nyeri, obstruksi, peritonitis, perforasiNecrotizing enterocolitisIntususepsiVolvulus 
Hematochezia mencapai diare, crampy ab painKolitis infeksiosaKolitis pseudomembranEnterokolitis Hirschprung 
Hematochezia tidak punya diare dan nyeri perutFisura aniKolitis eosinofilik

 

Amati sign dan komplikasi gangguan kanal cerna yang lain buat alergi dan hipersensitif papan (Gastrointestinal Hipersensitivity) (Gejala intervensi Fungsi saluran cerna yang ada selama ini sering dianggap normal)

Pada bayinya : GASTROOESEPHAGEAL REFLUKS ataukah GER, sering MUNTAH/gumoh, kembung,“cegukan”, buang angin keras dan sering, patuh rewel gelisah (kolik) terutama malam hari, hal > 3 kali perhari, BAB tidak tiap hari. Kredit warna hijau,hitam dan berbau. Sering “ngeden & beresiko Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis. Air liur berlebihan. Lidah/mulut sering timbul putih, bibir keringMANIFESTASI KLINIS apa SERING MENYERTAI ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS pakan PADA bayi :KULIT : patuh timbul bintik kemerahan terutama di pipi, telinga dan quận yang tertutup popok. Kerak di quenn rambut. Mengembangkan bekas hitam sebagai tergigit nyamuk. Bangku telinga berlebihan & berbau. Bekas suntikan BCG bengkak dan bernanah. Mengembangkan bisul.SALURAN napas : napas grok-grok, kadang disertai batuk ringan. Sesak pada bayi baru incuver disertai kelenjar thimus membesar (TRDN/TTNB)HIDUNG : Bersin, nasution berbunyi, bangku hidung banyak, terutama sering miring usai salah satu sisi untuk salah satu sisi merusak buntu, sehingga beresiko ”KEPALA PEYANG”.MATA : Mata berair atau timbul kotoran mata (belekan) deviasi satu sisi.KELENJAR : Pembesaran kelenjar di leher dan terutama belakang bawah.PEMBULUH DARAH : telapak groep dan feet seperti pucat, sering terba dinginGANGGUAN hormone : keputihan/keluar darah dari vagina, mengembangkan bintil merah bernanah, pembesaran payudara, rambut rontok.PROBLEM meningkatkan ASI : minum berlebihan, bobot berlebihan krn bayi sering menangis dianggap haus (haus chiang : sering menangis belum tentu karena haus atau bukan untuk ASI kurang.). Sering menggigit puting sehingga luka. Pengayaan ASI sering tersedak, buat hidung kritik & mengambil napas dalam-dalam dengan mulut. Curam ASI lebih sebentar di ~ satu sisi,`karena satu sisi penggergajian buntu, jangka liong bisa disebabkan payudara geram sebelah. GANGGUAN perkembangan DAN tua YANG patuh MENYERTAI PENDERITA ALERGI DAN HIPERSENSITIFITAS pakan PADA BAYISUSUNAN SARAF PUSAT : sederhana kaget bila ada suara keras. Saat menangis : tangan, kaki dan bibir patuh gemetar atau napas tertahan/berhenti momen (breath stop spells)GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat nanti atas. Rumbai dan kaki bergerak terus noël bisa dibedong/diselimuti. Bahagia posisi kedudukan bila digendong, sering minta dibawah atau sering menggerakkan badan dan kepala nanti belakang, membentur benturkan major atau memukul-kepala. Patuh menggeleng-gelengkan terutama berlebihan.AGRESIF MENINGKAT sering bang kepala sendiri, ataukah wajah orang yang menggendong. Patuh menggigit atau menarik mencapai mulut puting Ibu, menjilat, mencubit, menjambak atau sebagai mudah “gemes”, sering menggigit groep atau punggung yang menggendong.GANGGUAN KONSENTRASI: mudah bosan, bila memegang atau melihat mainan cepat berpindah ke lidah atau halaman lain.EMOSI TINGGI: bila minta minum noël sabar ataukah terburu-buru. Sering berteriak teriak, atau bila menangis terutang keras sekali dan lama. GANGGUAN keseimbangan KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalur terburu-buru, sederhana terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”. GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara mudah kagetGANGGUAN oral MOTOR : TERLAMBAT BICARA, mengoceh berkurang ataukah menghilang dibandingkan beberapa moon sebelumnya. GANGGUAN tertelan DAN MENGUNYAH, terlambat makan nasi tim saring, bila ada makanan yang berserat sedikit noël mau ataukah dikeluarkan dari mulut. Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi.

KOMPLIKASI apa SERING TERJADI

Sering mengalami Gizi Ganda : satu dicuri sulit makan terdapat doan lain makan berlebihan sehingga beresiko kegemukanGANGGUAN padat MAKAN : nafsu makan menurun kelewat kadang noel mau makan kemiripan sekali, perambahan mengunyah menelan, terlambat makan nasi tim saring, bila ada makanan yang berserat sedikit noël mau atau dikeluarkan dari mulut. Disertai keterlambatan pertumbuhan gigi. Di atas kasus sebagai ini biasanya bobot badan mulai tidak baik saat usia 4-6 moon saat diberi susu tambahan atau papan tambahan baru.MAKAN BERLEBIHAN KEGEMUKAN ataukah OBESITAS, biasanya sering terjadi pada bayi yang pada malam aku sering minta minum susu untuk rewel, selama ini halaman tersebut dianggap kehausan ataukah minum cinbable padahal ada yang noël nyaman (biasanya di terusan cerna, coba kronologi gejala gangguan kanal cerna pada bayi alergi)Daya tangkap menurun sering sakit demam, batuk, pilek setiap bulan bahkan satu bulan 2 kali. (normal sakit seharusnya 2-3 bulan sekali). Di atas bayi pemberian ASI ekslusif seharusnya silam usia 6 bulan tidak menjadi mengalami sakit batuk, kedinginan atau diare tetapMudah mengalami INFEKSI kanal KENCING. Kulit di tentang kelamin sering kemerahan SERING TERJADI OVERDIAGNOSIS TBC (MINUM OBAT JANGKA panjang PADAHAL belum TENTU menanggung TBC / ”FLEK ”) untuk GEJALA ALERGI MIRIP penyakit TBC. BATUK LAMA ndak GEJALA TBC di ~ ANAK BILA DIAGNOSIS TBC MERAGUKAN SEBAIKNYA ”SECOND OPINION” DENGAN tutur LAINNYA   Bila gejala dan gejala gangguan Berak Darah berulang di ~ anak tersebut disertai beberapa tanda, gejala atau komplikasi alergi dan hipersensitifitas makanan (terutama gangguan kanal cerna) tersebut maka sangat mungkin Gangguan Berak Darah berulang itu disebabkan karena alergi atau hipersenitifitas makanan. Penyebab go yang memperberat intervensi Berak Darah berulang di ~ Anak adalah saat anak terkena infeksi sebagai demam, batuk, masuk angin atau muntah dan diencerkan lainnya yang timbul luarnya saluran cerna  Berak darah diatas penderita alergi dan hipersensitif pakan biasanya timbul dipicu oleh infeksi keluar saluran cerna seperti infeksi saluran pernafasan demam, bersin, batuk, napsa grok-grok. Infeksi ringan yang biasanya disebabkan untuk infeks viridans ini seringkali diabaikan atau tida terdeteksi melalui para klinisi untuk gangguannya sangat ringan. Chapter inilah apa sering deviasi diagnosis atau overdiagnosis berak darah dianggap untuk alergi cinbable sapi padahal depan minum susu sapi sudah 2-6 bulan tidak mengalami gangguan apapun. Alasannya klinisi tentang gejala apa timbul baru terjadi then itgu dianggap karena sensitisasi diperlukan waktu also tidak benar. Karena, buat sensitisasi noël perlu waktu apa demikian lama, dan tradisional bayi siap tersensitisasi didambakan sapi sejak usia dalam kehamilan. Banyak kasus di ~ penderita tersebut usai dilakukan provokasi atau dicoba berikan padaku sapi ternyata memang tidak mengalami intervensi sedikitpun. TIPS sederhana MEMBEDAKAN BERAK DARAH buat INFEKSI kanal CERNA atau KARENAHIPERSENSITIF saluran CERNA (YANG dipicu INFEKSI keluar SALURAN CERNA)INFEKSI kanal CERNA (DISENTRI, AMUBA) : Saat hari pertama frekuensi darah batin feses sedikit selanjutnya hari ke dua dan setelah tiga sering dan bertambah banyak. Gangguan ini haruss antibiotikaHipersensitif terusan cerna (dipicu infeksi luarnya saluran cerna sebagai demam, flu, batuk, pilek) : bila berak darah just timbul saat hari pertama dan saat hari ke dua dan nanti tiga semakin berkurang dan membaik tidak punya pemberian antibiotika. Gangguan ini noël perlu antibiotika  Memastikan DiagnosisDiagnosis Gangguan Berak Darah berulang Pada bayi apa disebabkan alergi ataukah hipersensitif papan dibuat bukan dengan memeriksa alergi tetapi berdasarkan diagnosis klinis, yaitu anamnesa (mengetahui riwayat diseases penderita) dan pemeriksaan yang cermat kyung riwayat keluarga, riwayat pemberian makanan, sign dan komplikasi alergi pakan sejak bayi dan dengan eliminasi dan provokasi.Untuk memastikan pakan penyebab alergi dan hipersensitifitas memberi makan harus benefit Provokasi memberi makan secara buta (Double remote Placebo regulate Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC adalah gold standard atau baku emas untuk mencari penyebab secara pasti alergi makanan. Cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan diperlukan waktu, noel praktis dan cost yang noël sedikit.Beberapa sentral layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Clinic Jakarta melakukan modifikasi mencapai cara apa lebih sederhana, senjata dan tampan efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan does “Eliminasi Provokasi pakan Terbuka Sederhana”. Bila setelah dilakukan eliminasi beberapa bangsaaksi alergi memberi makan selama 3 minggu didapatkan perbaikan dalam gangguan muntah tersebut, maka dapat dipastikan penyebabnya adalah alergi makanan.Pemeriksaan standar apa dipakai oleh para fasih alergi untuk mengetahui penyebab alergi adalah dengan menguji kulit. Ujian kulit ini bisa ~ terdari ujian gores, ujian tusuk atau tes suntik. Kebijakan aturan INI just MEMASTIKAN ADANYA ALERGI atau TIDAK, BUKAN untuk MEMASTIKAN alasan ALERGI. Kebijakan aturan ini mempunyai sensitifitas yang cukup baik, tetapi sayangnya spesifitasnya rendah. Sehingga sering terdapat false negatif, artinya sasaran negatif belum tentu ~ no penyebab alergi. Untuk hal inilah maka sebaiknya noël membolehkan makan papan penyebab alergi just berdasarkan tes kulit ini. Di dalam waktu last ini sering dipakai alat diagnosis apa masih sangat kontroversial atau ”unproven diagnosis”. Terdapat berbagai dirombak dan tes karena mengetahui bangsaaksi alergi menjangkau akurasi apa sangat bervariasi. Secara ilmiah dirombak ini masih noël terbukti baik sebagai alat diagnosis. Diatas umumnya kebijakan aturan tersebut mempunyai spesifitas dan sensitifitas yang sangat rendah. Juga beberapa organisasi profesi alergi dunia noël merekomendasikan penggunaan alat tersebut. Apa menjadi peringatan oraganisasi profesi tersebut ndak hanya buat masalah mahalnya harga tool diagnostik tersebut tetapi ternyata tambahan sering menyesatkan penderita alergi apa sering memperberat permasalahan alergi apa adaNamun kebijakan aturan ini masih kerumunan dipakai malalui praktisi diberkatilah anda atau dokter. Di field kedokteran pemeriksaan tersebut belum terbukti secara klinis kemudian alat diagnosis untuk sensitifitas dan spesifitasnya noël terlalu baik. Beberapa dirombak diagnosis yang kontroversial tersebut adalah used Kinesiology, VEGA experimentation (Electrodermal Test, BIORESONANSI), rambut Analysis trial and error in Allergy, Auriculo-cardiac reflex, Provocation-Neutralisation Tests, Nampudripad’s Allergy Elimination an approach (NAET), Beware that anecdotal and also unsubstantiated allergy tests. PENATALAKSANAAN Penanganan Gangguan Berak Darah berulang Pada Bayi karena alergi dan hipersensitifitas papan haruslah dilakukan secara benar, paripurna dan berkesinambungan. Pemberian obat terus menerus bukanlah beraliran terbaik di dalam penanganan intervensi tersebut tetapi yang most ideal adalah menghindari penyebab yang bisa menimbulkan keluhan alergi tersebut. Penghindaran memberi makan penyebab alergi pada bayi harus dicermati secara benar, karena beresiko buat terjadi perambahan gizi. Sehingga orang perilaku penderita harus diberitahu kyung makanan pengganti yang tak kalah kandungan gizinya dibandingklan dengan papan penyebab alergi. Penghindaran terhadap didambakan sapi dapat diganti dengan susu soya, formula hidrolisat kasein atau hidrolisat whey., meskipun anak alergi terhadap berikan padaku sapi 30% diantaranya alergi terhadap berikan padaku soya. Sayur dapat dipakai kemudian pengganti buah. Tahu, tempe, daging sapi atau daging kambing dapat dipakai seperti pengganti telur, ayam atau ikan. Pemberian makanan jadi atau indoors makan harus dibiasakan mengetahui kandungan isi memberi makan atau membaca label makanan. Medicine simtomatis sebagai anti diare, anti histamine (AH1 dan AH2), ketotifen, ketotofen, kortikosteroid, serta inhibitor sintesaseprostaglandin hanya dapat mengurangi komplikasi sementara bahkan dalam keadaan tertentu seringkali tidak bermanfaat, umumnya mempunyai efisiensi rendah. Sedangkan penggunaan imunoterapi dan natrium kromogilat peroral masih dulu kontroversi hingga sekarang. ObatPemberian obat antibiotika, anti disentri dan anti amuba noel banyak bermanfaat dan noël diindikasikan diatas Gangguan Berak Darah berulang untuk alergi dan hipersensitifitas makananPengobatan Gangguan Berak Darah berulang pada bayi karena alergi dan hipersensitifitas makanan apa baik adalah mencapai menanggulangi penyebabnya. Bila gangguan sulit makan yang dialami disebabkan karena gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan, menangani terbaik adalah menunda ataukah menghindari makanan seperti penyebab tersebut. Waspadai overdiagnosis Alergi cinbable Sapi atau diagnosis yang tidak benar sekitar alergi cinbable sapi.

 

DAFTAR referensi Sicherer SH, Eigenmann PA, Sampson HA. Clinical functions of food-protein-induced enterocolitis syndrome. J. Pediatr. 1998; 133: 214-219Vandenplas Y, Edelman R, Sacre L. Chicken-induced anaphylactoid reaction and also colitis. J. Pediatr. Gastroenterol. Nutr. 1994; 19: 240-241.Nowak-Wegrzyn A, Sampson HA, wood RA, Sicherer SH. Food protein-induced enterocolitis syndrome led to by hard food proteins. Pediatrics 2003; 111: 829-835.Powell GK. Food protein-induced enterocolitis of infancy: differential diagnosis and also management. Compr. Ther.

Lihat lainnya: Beasiswa Belajar Bahasa Inggris Di Luar Negeri, Tag: Kursus Bahasa Inggris Di Australia

1986; 12: 28-37.Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR. Dietary protein inducing colitis in breast digabung infants. J. Pediatr. 1982; 101: 906-910.Chin KC, Tarlow MJ, Allfree AJ. Allergy to cow’s milk presenting together chronic constipation. BMJ.1983; 287 :1593Shah N, Lindley K, Milla P. Cow’s milk and also chronic constipation in children. N Engl J Med.1999; 340 :891 –892Terr AI, Salvaggio JE. Controversial ideas in allergy and also clinical immunology. In: Bierman CW, Pearlman DS, Shapiro GG, Busse WW, eds. Allergy, Asthma, and also Immunology indigenous Infancy to Adulthood. Philadelphia, PA: WB Saunders; 1996:749–760Zeiger RS, Sampson HA, Bock SA, et al. Soy allergy in infants and also children with IgE-associated cow’s milk allergy. J Pediatr.1999; 134 :614 –622Bellioni-Businco B, Paganelli R, Lucenti P, Giampietro PG, Perborn H, Businco L. Allergenicity the goat’s milk in youngsters with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 103 :1191 –1194Sampson HA, anderson JA. Review and recommendations: menggolongkan of gastrointestinal manifestations due to immunologic reaction to foods in infants and also young children. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S87 –S94Sampson HA, Sicherer SH, Birnbaum AH. AGA keahlian review on the evaluation of food allergy in gastrointestinal disorders. Gastroenterology.2001; 120 :1026 –1040.Lake AM, Whitington PF, Hamilton SR. Dietary protein-induced colitis in breast-fed infants. J Pediatr.1982; 101 :906 –910.Machida H, smith A, bile D, Trevenen C, Scott RB. Allergy colitis in infancy: clinical and also pathologic aspects. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :22 –26Gerrard JW, mackerzie J, Golubott N, et al. Cow’s milk allergy: prevalence and also manifestations in an unselected series of newborns. Acta Paediatr Scand.1973; 234 :1Cavataio F, Carroccio A, Iacono G. Milk-induced reflux in babies less 보다 one tahun of age. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30 :S36 –S44Buisseret PD. Typical manifestations of cow’s milk allergy in children. Lancet.1978; 8059 :304 –305Borrelli O, Schappi MG, Knafelz D, et al. Mast Cell-Nerve interaksi Is an essential for Food allergy Intestinal Dysmotility. Gift at the 34th Annual bertemu of ESPGHAN; might 9–12, 2001; Geneva, Switzerland (abstr 04)Johnstone DE, Roghmann KJ. Recommendation for soy infant formula: a formulir penilaian of the literatur and a survey of pediatric allergists. Pediatr Asthma Allergy Immunol.1993; 7 :77 –88Walker-Smith JA, Murch SH. Gastrointestinal food allergy. In: penyakit of the kecil Intestine in Childhood. Fourth ed. Oxford, unified Kingdom: Isis medical Media; 1999:205–234Grybosky J. Cradle milk allergy in infancy. Pediatrics 1967; 40: 354-362.Odze RD, Bines J, Leichtner AM, Goldman H, Antonioli DA. Allergy proctocolitis in infants: a prospective clinicopathologic biopsy study. Hum Pathol.1993; 24 :668 –674Wilson NW, aku TW, Hamburger RN. Significant cow’s milk induced colitis in an solely breast-fed neonate. Situation report and also clinical tinjauan of cow’s milk allergy. Clin Pediatr (Phila).1990; 29 :77 –80Pumberger W, Pomberger G, Geissler W. Proctocolitis in breast penyerapan infants: a donation to differential diagnosis of haematochezia in early childhood. Postgrad Med J.2001; 77 :252 –254Anveden HL, Finkel Y, Sandstedt B, Karpe B. Proctocolitis in specifically breast-fed infants. Eur J Pediatr.1996; 155 :464 –467Pittschieler K. Cow’s milk protein-induced colitis in the breast-fed infant. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1990; 10 :548 –549Vanderhoof JA, Murray ND, Kaufman SS, et al. Intolerance come protein hydrolysate child formulas: one underrecognized cause of gastrointestinal symptoms in infants. J Pediatr.1997; 131 :741 –744Winter HS, Antonioli DA, Fukagawa N, Marcial M, Goldman H. Allergy-related proctocolitis in infants: diagnosa usefulness that rectal biopsy. Mod Pathol.1990; 3 :5 –10Goldman H, Proujansky R. Allergy proctitis and gastroenteritis in children. Clinical and mucosal biopsy attributes in 53 cases. Am J Surg Pathol.1986; 10 :75 –86Wyllie R. Cow’s milk protein allergy and hypoallergenic formulas. Clin Pediatr (Phila).1996; 35 :497 –500Kuitunen P, Visakorpi J, Savilahti E, Pelkonen P. Malabsorption syndrome v cow’s milk intolerance: clinical findings and also course in 54 cases. Arch Dis Child.1975; 50 :351 –356Iyngkaran N, Yadav M, Boey C, Lam K. Severity and tingkat of upper kecil bowel mucosal cedera in cow’s milk protein-sensitive enteropathy. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1988; 8 :667 –674Walker-Smith JA. Cow milk-sensitive enteropathy: predisposing factors and treatment. J Pediatr.1992; 121 :S111 –S115Iyngkaran N, Robinson MJ, Prathap K, Sumithran E, Yadav M. Cows’ milk protein-sensitive enteropathy. Linked clinical and also histological criteria for diagnosis. Arch Dis Child.1978; 53 :20 –26Yssing M, Jensen H, Jarnum S. Dietary treatment of protein-losing enteropathy. Acta Paediatr Scand.1967; 56 :173 –181Hauer AC, Breese EJ, Walker-Smith JA, macdonald TT. The frequency of cell secreting interferon-gamma and interleukin-4,–5, and also -10 in the blood and duodenal mucosa of children with cow’s milk hypersensitivity. Pediatr Res.1997; 42 :629 –638Kokkonen J, Haapalahti M, Laurila K, Karttunen TJ, Maki M. Cow’s milk protein-sensitive enteropathy at school age. J Pediatr.2001; 139 :797 –803Powell GK. Milk- and soy-induced enterocolitis of infancy. J Pediatr.1978; 93 :553 –560 Powell G. Food protein-induced enterocolitis that infancy: differential diagnosis and also management. Compr Ther.1986; 12 :28 –37Sicherer SH, Eigenmann PA, Sampson HA. Clinical attributes of food protein-induced enterocolitis syndrome. J Pediatr.1998; 133 :214 –219Vandenplas Y, Edelman R, Sacre L. Chicken-induced anaphylactoid reaction and also colitis. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1994; 19 :240 –241Nowak-Wegrzyn A, Sampson HA, hardwood RA, Sicherer SH. Food protein-induced enterocolitis syndrome led to by solid food proteins. Pediatrics.2003; 111 :829 –835Murray K, Christie D. Diet protein intolerance in infants with transient methemoglobinemia and also diarrhea. J Pediatr.1993; 122 :90 –92Powell GK. Enterocolitis in low-birth-weight infants connected with milk and soy protein intolerance. J Pediatr.1976; 88 :840 –844Gryboski J. Gastrointestinal milk allergy in infancy. Pediatrics.1967; 40 :354 –362Lake AM. Food protein-induced colitis and also gastroenteropathy in infants and also children. In: Metcalfe DD, Sampson HA, Simon RA, eds. Food Allergy: adverse Reactions to Foods and also Food Additives. Boston, MA: Blackwell scientific Publications; 1997:277–286Halpin TC, Byrne WJ, Ament ME. Colitis, persistent diarrhea, and soy protein intolerance. J Pediatr.1977; 91 :404 –407Jenkins H, Pincott J, Soothill J, Milla P, Harries J. Food allergy: the utama cause the infantile colitis. Arch Dis Child.1984; 59 :326 –329Benlounes N, Candalh C, Matarazzo P, Dupont C, hello M. The time-course that milk antigen-induced TNF-alpha secretion differs according come the clinical symptoms in youngsters with cow’s milk allergy. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :863 –869Osterlund P, Jarvinen KM, Laine S, Suomalainen H. Defective tumor necrosis factor-alpha manufacturing in infants with cow’s milk allergy. Pediatr Allergy Immunol.1999; 10 :186 –190Chung HL, Hwang JB, Park JJ, Kim SG. Expression the transforming development factor beta1, transforming growth factor type I and II receptors, and also TNF-alpha in the mucosa of the small intestine in babies with food protein-induced enterocolitis syndrome. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :150 –154Busse P, Sampson HA, Sicherer SH. Non-resolution of infantile food protein-induced enterocolitis syndrome (FPIES). J Allergy Clin Immunol.2000; 105 :S129 (abstr)Hill DJ, Hosking CS. Infantile colic and also food hypersensitivity. J Pediatr Gastroenterol Nutr.2000; 30(suppl) :S67 –S76Lucassen PL, Assendelft WJ, Gubbels JW, valve Eijk JT, van Geldrop WJ, Neven AK. Performance of treatments for infantile colic: methodical review. Br Med J.1998; 316 :1563 –1569Castro-Rodriguez JA, Stern DA, Halonen M, et al. Relation in between infantile colic and also asthma/atopy: a prospective riset in one unselected population. Pediatrics.2001; 108 :878 –882Sampson HA, McCaskill CC. Food hypersensitivity and also atopic dermatitis: review of 113 patients. J Pediatr.1985; 107 :669 –675 Burks AW, James JM, Hiegel A, et al. Atopic dermatitis and food hypersensitivity reactions. J Pediatr.1998; 132 :132 –136 D’Netto MA, Herson VC, Hussain N, et al. Allergic gastroenteropathy in preterm infants. J Pediatr.2000; 137 :480 –486Talley NJ, shorter RG, Phillips SF, Zinsmeister AR. Eosinophilic gastroenteritis: a clinicopathological riset of patients with disease of the mucosa, muscle layer, and subserosal tissues. Gut.1990; 31 :54 –58Caldwell JH, Mekhjian HS, Hurtubise PE, Beman FM. Eosinophilic gastroenteritis with obstruction. Immunological studies of seven patients. Gastroenterology.1978; 74 :825 –828Dobbins JW, Sheahan DG, Behar J. Eosinophilic gastroenteritis with esophageal involvement. Gastroenterology.1977; 72 :1312 –1316Orenstein SR, Shalaby TM, Di Lorenzo C, Putnam PE, Sigurdsson L, Kocoshis SA. The spectrum of pediatric eosinophilic esophagitis past infancy: a clinical series of 30 children. Am J Gastroenterol.2000; 95 :1422 –1430Vitellas KM, Bennett WF, Bova JG, Johnston JC, Caldwell JH, Mayle JE. Idiopathic eosinophilic esophagitis. Radiology.1993; 186 :789 –793Martino F, Bruno G, Aprigliano D, et al. Effectiveness of a home-made meat based formula (the Rezza-Cardi diet) as a diagnostic alat in kids with food-induced atopic dermatitis. Pediatr Allergy Immunol.1998; 9 :192 –196Van Rosendaal GM, anderson MA, Diamant NE. Eosinophilic esophagitis: situation report and clinical perspective. Am J Gastroenterol.1997; 92 :1054 –1056Rothenberg ME, Mishra A, Collins MH, Putnam PE. Pathogenesis and also clinical functions of eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2001; 108 :891 –894Attwood SE, Smyrk TC, Demeester TR, Jones JB. Esophageal eosinophilia through dysphagia. A distinctive clinicopathologic syndrome. Destruction Dis Sci.1993; 38 :109 –116Ruchelli E, Wenner W, Voytek T, Brown K, Liacouras C. Severity the esophageal eosinophilia predicts response to traditional gastroesophageal reflux therapy. Pediatr Dev Pathol.1999; 2 :15 –18Lee RG. Marked eosinophilia in esophageal mucosal biopsies. To be J Surg Pathol.1985; 9 :475 –479Walsh SV, Antonioli DA, Goldman H, et al. Allergic esophagitis in children: a clinicopathological entity. Am J Surg Pathol.1999; 23 :390 –396Liacouras CA, Wenner WJ, Brown K, Ruchelli E. Main eosinophilic esophagitis in children: successful treatment with oral corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 26 :380 –385Kelly KJ, Lazenby AJ, Rowe PC, Yardley JH, Perman JA, Sampson HA. Eosinophilic esophagitis attributed to gastroesophageal reflux: advancement with an amino-acid based formula. Gastroenterology.1995; 109 :1503 –1512Spergel JM, Beausoleil JL, Mascarenhas M, Liacouras CA. The usage of skin prick tests and patch test to determine causative foods items in eosinophilic esophagitis. J Allergy Clin Immunol.2002; 109 :363 –368Faubion WAJ, Perrault J, Burgart LJ, Zein NN, Clawson M, Freese DK. Treatment of eosinophilic esophagitis v inhaled corticosteroids. J Pediatr Gastroenterol Nutr.1998; 27 :90 –93Shirai T, hashimoto D, Suzuki K, et al. Effective treatment the eosinophilic gastroenteritis through suplatast tosilate. J Allergy Clin Immunol.2001; 107 :924 –925Neustrom MR, Friesen C. Therapy of eosinophilic gastroenteritis with montelukast. J Allergy Clin Immunol.1999; 104 :506Sicherer SH, Noone SA, Koerner CB, Christie L, Burks AW, Sampson HA. Hypoallergenicity and also efficacy of one amino acid-based formula in children with cow’s milk and multiple food hypersensitivities. J Pediatr.2001; 138 :688 –693Ortolani C, Ispano M, Pastorello E, Bigi A, Ansaloni R. The oral allergy syndrome. Ann Allergy.1988; 61 :47 –52Ortolani C, Pastorello EA, Farioli L, et al. IgE-mediated allergy from vegetable allergens. Ann Allergy.1993; 71 :470 –476Farrell RJ, kelly CP. Celiac sprue. N Engl J Med.2002; 346 :180 –188 Ferguson A. Mechanisms in disadvantage reactions come food. The gastrointestinal tract. Allergy.1995; 50 :32 –38Kelso JM, Sampson HA. Food protein-induced enterocolitis come casein hydrolysate formulas. J Allergy Clin Immunol.1993; 92 :909 –910Frisner H, Rosendal A, Barkholt V. Identification of immunogenic maize proteins in a casein hydrolysate formula. Pediatr Allergy Immunol.2000; 11 :106 –110Isolauri E, Sutas Y, Makinen KS, Oja SS, Isosomppi R, Turjanmaa K. Efficacy and also safety of hydrolyzed cow milk and also amino acid-derived recipe in infants with cow milk allergy. J Pediatr.1995; 127 :550 –557 Provided through
*