Tak sedikit orang apa bertanya-tanya, apakah mereka melakukan hubungan intim terlalu sering atau malah terlalu jarang. Yuk, cari knows berapa kali frekuensi koneksi seksual apa sehat.

Anda sedang menonton: Berapa kali berhubungan intim yang baik


*

Setiap pasangan selalu mempertanyakan sekitar berapa frekuensi appropriate dalam berhubungan intim. Kebanyakan orang khawatir bahwa frekuensi mereka batin berhubungan intim terlalu berlebihan atau justru noel mendekati kata cukup. Tapi jangan lupa, setiap pasangan pribadi tolok ukur yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, hayatnya intim suatu sepasang dapat dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari usia, gaya hidup, health dan hasrat seksual masing-masing, kualitas dari tautan personal pasangan tersebut, dll. Berbagai faktor inilah apa dapat memengaruhi frekuensi menghubung intim yang sehat untuk masing-masing pasangan.

Dengan demikian, frekuensi hubungan intim apa sehat adalah saat masing-masing individu merasa bahagia dan puas mencapai frekuensi tersebut. Angka pastinya dapat berbeda untuk masing-masing pasangan.


1 dari 4 halaman

Survei Mengenai Frekuensi koneksi Intim


*

Ilustrasi menghubung Intim
Mengingat topik ini cukup menarik, rutin dilakukan menyelidiki mengenai frekuensi tautan intim yang sehat. Beberapa hasilnya adalah:

Survei tahun 2010 oleh National inspection of Sexual health and Behaviour menemukan 21 dan 24 persen dari pria dan wanita nikah dengan rentang usia 18-24 berhubungan intim empat kali ataukah lebih di dalam seminggu.Pada survei apa sama karena kelompok usia 25-49 tahun, persentase tertinggi tambahan ditemukan pada pasangan yang sudah menikah, dengan frekuensi beberapa kali sebulan hingga sekian seminggu.Studi apa dilaporkan melalui The university of Chicago Press melaporkan pasangan apa sudah menikah does hubungan seksual sebanyak tujuh kali sebulan.Studi lima 2017 di Amerika Serikat digali orang dewasa berusia 20-an berhubungan intim tentang 80 kali di dalam setahun (sekitar 1-2 kali per minggu).

Artikel lainnya: Jarang Berhubungan Badan, Benarkah sanggup Bikin Lebih Cepat Menopause?


2 dari 4 halaman

Bagaimana Frekuensi Berhubungan Intim efek Kesehatan?


*

Ilustrasi Frekuensi Berhubungan Intim memengaruhi Kesehatan
Sebuah penelitian dilakukan di negarawan terhadap 3.000 pasien dengan rentang usia 57-85 tahun. Hasilnya demonstrasi bahwa mereka yang berhubungan intim lebih sering memiliki tingkat kesehatan apa lebih baik ketimbang mereka apa jarang atau bahkan noel sama sekali.

Beberapa manfaat koneksi intim buat fisik adalah penurunan tekanan darah, membakar kalori, melatih otot, untuk mengurangi rosiko penyakit jantung dan stroke. Lebih lanjut, terdapat jasa penurunan stres dan perbaikan kualitas tidur.

Penelitian lain menemukan bahwa mereka yang berhubungan intim sekali ataukah dua kali seminggu, memiliki tingkat imunitas perlawanan penyakit apa lebih baik dibandingkan yang tidak berhubungan intim kemiripan sekali.

Immunoglobulin A (IgA) yang ditemukan di ~ mereka yang berhubungan intim satu ataukah dua kali satu minggu ternyata lebih tinggi circa 30 persen. Berhubungan intim dapat meningkatkan mati jantung dan puncaknya terjadi saat orgasme. Para lancar yakin ini setara dengan sebuah latihan fisik ringan kemudian berjalan atau naik tangga.

Lebih lanjut, hubungan intim yang sehat tambahan bermanfaat dari segi mental, seperti help ekspresi emosi, memperkuat hubungan dengan sepasang akibat peningkatan rasa percaya, intimasi, dan cinta.

Artikel lainnya: Lama Vakum Aktivitas Seks, Ini Akibatnya


3 dari 4 halaman

*

Walaupun noël ada patokan resmi berapa kali frekuensi hubungan intim apa sehat di dalam seminggu, melakukan seks berlebihan juga tidak baik bagi kesehatan, terutama jika dipaksakan.

Terlalu memaksakan frekuensi tertentu tanpa dapat menikmatinya malah untuk membuat hubungan intim terasa such kewajiban saja. Milik mereka bahkan bisa merasakan penurunan hasrat dan kenikmatan bercinta.

Terlalu sering does hubungan intim hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari juga tidak disarankan. Dalam dunia medis hal ini dikenal mencapai sebutan hypersexual disorder.

Kelainan ini secara mudah dapat dikenali selagi seseorang pribadi keinginan atau kebiasaan seksual yang noël lazim. Namun, untuk mendiagnosisnya, haruss evaluasi melalui dokter.

Beberapa gejala yang mungkin menandakan kelainan hiperseksual, antara lain munculnya keinginan, dorongan, atau tua seksual apa terus-menerus dan kuat; başı tersebut mengganggu aktivitas dan keberpihakan sehari-hari; kesulitan untuk mengontrol atau menguranginya; perilaku terus dilakukan tanpa menghiraukan risiko.


Baca Juga


Jadi, frekuensi hubungan intim apa sehat dapat berbeda-beda bagi tiap pasangan. Selama milik mereka dan pasangan masih sama-sama menikmatinya, kemungkinan frekuensi bercinta Anda sudah sesuai. Di sisi lain, jika terasa terlalu berlebihan, melakukan upaya berkomunikasi mencapai pasangan untuk menguranginya.

Lihat lainnya: Akibat Tidak Puasa Di Bulan Ramadhan, 5 Tips Makan Sehat Selama Puasa Ramadan

Jika ada masalah, silakan konsultasi lebih lanjut dengan ahlinya melalui layanan Live Chat menjangkau mengunduh aplikasi oksavingmoney.com.