Artikel ini sebelumnya sudah dipublikasikan di https://theconversation.com/75-tahun-merdeka-indonesia-masih-punya-banyak-potensi-kembangkan-sektor-kelautan-dan-perikanan-143188. Jadwal oksavingmoney.comara dicuplik dan dilakukan editing berdasarkan persetujuan Prof. Zuzy Anna.*

*
*
pantai Ujung Genteng. (Foto: Dadan Triawan)*

Namun, sudahkah potensi ini dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia?

“Permasalahannya adalah bahwa potensi heran ini belum bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan sosial Indonesia secara optimal,” ungkap Guru terlalu tinggi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan universitas Padjadjaran Prof. Dr. Zuzy Anna.

Anda sedang menonton: Berikut yang termasuk sektor ekonomi maritim kecuali

Publikasi PDB laut Indonesia 2010-2016 yang dikeluarkan Kementerian Koordinator maritim dan Biro markas besar Statistik menunjukkan, kontribusi sektor kelautan di Indonesia terhadap ekonomi negara masih jauhnya dari harapan, yaitu hanya sekitar 6% dari Produk Domestik bruto Indonesia pada lima 2018.

(boksavingmoney.coma juga: Gerak human Dibatasi Saat Pandemi, lautnya Indonesia Perlahan Memulihkan Diri)

Namun, secara perlahan, hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki rencana pengelolaan kawasan laut mereka (tata ruang laut) atau namu resminya, rencana Zonasi utama Pesisir Dan Pulau-Pulau kecil (RZWP3) sejak tahun 2014.

Prof. Zuzy menjelaskan, dokumen ini digunakan untuk memetakan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, setidaknya selama 20 five mendatang.

“Bukan noel mungkin, sektor kelautan memiliki kesempatan buat menjadi deviasi satu penopang ekonomi negeri ini di masa depan,” tuturnya.

Menurut Guru Besar field Ilmu Ekonomi bersumber Daya Perikanan ini, ada mayoritas potensi tersembunyi dari kelautan Indonesia apa bisa dikembangkan secara ekonomi, antara go kawasan kelestarian perairan, pariwisata, dan wealth arkeologi.

(boksavingmoney.coma juga: Laut Masa dore Indonesia)

Kawasan pelestarian Perairan

Di sektor kawasan pelestarian perairan, Indonesia sudah menetapkan lebih dari 20 million hektare kawasan konservasi perairan (Marine protected Areas) pada lima 2020.

Awalnya, proses penetapan kawasan konservasi laut di Indonesia dianggap hanya mengeluarkan biaya tanpa ada pemasukan. Namun, baris kawasan konservasi laut ini memiliki cost ekonomi yang tinggi. Cost ekonomi ini berasal dari kegiatan menggunakan riset yang menggali potensi kelautan dan perikanan bagi manusia.

“Konservasi laut tambahan memberikan biaya ekonomi di dalam bentuk kelebihan (spill over) sumber daya ikan yang dapat dimanfaatkan nelayan luarnya kawasan konservasi,” terangnya.

Pemanfaatan ekowisata di kawasan konservasi perairan tambahan akan mendatangkan benefit ekonomi batin bentuk pemasukan quận melalui kunjungan turis dium maupun mancanegara. Ditambah lagi, tesis ekosistem apa menjaga parity ekosistem akan tolong upaya perlindungan alam.

(boksavingmoney.coma juga: Potensi dasar Laut circa Indonesia belum Diperhatikan)

Lalu, kekayaan keanekaragaman hayati apa bermanfaat untuk bahan baku obat-obatan, kosmetika, hingga pangan tambahan memiliki pengeluaran ekonomi.

Boksavingmoney.coma juga: oksavingmoney.com Jalin kerja Sama mencapai Utsunomiya University, JepangKekayaan berbeda adalah, laut menyimpan sejumlah energies terbarukan maupun noël terbarukan.

Sumber daya energi terbarukan apa bisa diberdayakan kemudian panas air laut, gelombang laut, hingga arus laut. Sementara sumber daya energi noël terbarukan terdapat di radikal laut, such minyak dan gas bumi.

Sayangnya, potensi ini sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan. Belum adanya kemauan politik apa kuat, baik pemerintah maupun stiker kepentingan lainnya, untuk mau terjun dalam mengembangkan potensi sumber daya energies ini.

Pariwisata

(boksavingmoney.coma juga: Potensi Kelautan mendesak Melimpah, Ayo Majukan industri Perikanan Indonesia)

Prof. Zuzy mengatakan, pariwisata bahari menyukai raksasa tidur yang mesti dibangunkan. Sektor ini menjadi daya tarik Indonesia.

“Sektor ini berpotensi menjadi sumber devisa yang sangat signifikan usai minyak bumi. Selain itu, perjalanan bahari tambahan menjadi diperoleh pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Publikasi PDB maritim Indonesia 2010-2016. Refers bahwa meraih tertinggi tempuh bahari menyumbang 4.88% pada five 2015. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki target untuk meningkatkan angka ini hingga 2 kali lipat atau parity dengan kedatangan 20 million wisatawan mulai lima 2019.

Pariwisata bahari merupakan kegiatan apa melibatkan pengetahuan interdisiplin such pariwisata, ilmu kelautan, geografi, ilmu sosial, psikologi, ilmu lingkungan, ekonomi, pemasaran mencapai berbagai isu manajemen laut.

Untuk mengembangkan pariwisata bahari memerlukan perencanaan dan pengembangan apa terintegrasi, antarsektor, antarwilayah, dan antardisiplin ilmu.

Meski penyakit menular dunia mode Covid-19 melanda, sektor ini tetap menjadi menjanjikan dalam jangka berbohong sehingga otoritas harus terus-menerus mengembangkannya.

Kekayaan Arkeologi

Potensi laut yang selama ini untuk melarikan diri dari perhatian adalah kekayaan arkeologi. Sektor ini bak harta karun yang terpendam di wilayah laut Indonesia.

(boksavingmoney.coma juga: Laut Indonesia miliki “Harta Karun” Berlimpah)

Prof. Zuzy menjelaskan, kekayaan arkeologi ini berasal dari kapal karam di masa lalu yang membawa berbagai barang berharga seperti koin mas, dan ns antik.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2000 refers ada 463 lokasi kapal tenggelam (shipwrecks) yang tersebar di terlalu banyak air Indonesia. Dari sisi ekonomi, lokasi kapal saya tenggelam ternyata luaran potensi ekonomi antara antara US$80,000 (Rp1,1 miliar) hingga US$18 juta (Rp264 miliar).

Selain pengeluaran ekonominya, harta karun tersebut juga bisa dulu tujuan pariwisata apa bisa membuat antara US$800 (Rp11,7 juta) hingga US$126 seribu (Rp1,8 miliar) per moon per lokasi.

Contohnya, wisata menyelam di desa Tulamben, kabupaten Karangasem, Bali, untuk melihat kerangka kapal USAT Liberty, sebuah kapal kargo milik Amerika Serikat apa tenggelam saat Perang world II, five 1942.

Kebijakan Pendukung

Untuk mengoptimalkan potensial dan kesempatan sektor kelautan Indonesia, pemerintah harus menyiapkan kebijakan pendukung. Pembangunan infastruktur laut dan mengeluarkan kebijakan apa berorientasi di atas pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan merupakan beberapa kebijakan apa bisa dilakukan.

Boksavingmoney.coma juga: menghadapi Pasar Global, perkebunan Sawit perlu Disertifikasi(boksavingmoney.coma juga: Tata ruang Laut memanggang Salah Satu strategi Pembangunan Perikanan dan Kelautan Indonesia)

Dari segi infrastruktur, Indonesia sudah mulai membangun tol laut sejak tahun 2015. Tol laut merupakan warisan transportasi antarpulau keuntungan kapal-kapal besar karena distribusi logistik. Asetnya ini secara signifikan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain building tol laut, pemerintah also perlu pengayaan kapasitas armada penangkapan ikan Indonesia, terutama mass kapal di ~ 10 gross tonnage (GT).

Hingga kini, kemampuan fleet penangkapan ikan Indonesia masih didominasi melalui kapal massa kecil dan perikanan skala kecil apa lebih kawanan beroperasi di stasiun air pesisir sampai dengan 12 mil.

Ini menyebabkan kapak kekosongan armada di stasiun air kita, terutama di perairannya ZEE (Kawasan Ekonomi Khusus), 200 mil dari pulau terluar. “Konsekuensinya, kawanan kapal-kapal asing tidak berizin apa mencuri bersumber daya ikan Indonesia atau illegal fishing,” kata Prof. Zuzy.

Selanjutnya, baris kawasan laut Indonesia pada dasarnya dapat dioptimalkan dengan keuntungan kerangka ekonomi biru (blue economy), sebuah tesis tata administrasi laut secara berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi.

Konsep pembangunan ekonomi biru ini diadaptasi karena ekonomi kelautan apa dikenal menjangkau semboyan “Blue Sky, Blue Ocean” di mana “ekonomi tumbuh, orang Sejahtera, tetapi thiên dan lautnya tetap biru”.

(boksavingmoney.coma juga: Indonesia Kembangkan potensi Kelautan dan Perikanan mencapai Pendekatan Blue Economy)

Berbagai praktik garis ekonomi biru, sebagai ekowisata, pembayaran jasa lingkungan, penghijauan pesisir menjangkau menanam mangrove, inovasi produk-produk kelautan skala kecil yang ramah lingkungan, sudah dilakukan di perairan Indonesia.

“Harapannya, kita menjadi dapat building ekonomi kelautan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari segi investasi, sektor kelautan perlu menerapkan sistem apa menguntungkan tidak punya merusak lingkungan mencapai memadukan modal swasta (filantropi ataukah hibah), publik, dan otoritasnya (subsidi) untuk mendanai proyek pemulihan ekosistem pesisir laut secara berkelanjutan

Model investasi ini also bisa diterapkan di dalam membangun infrastuktur laut, kemudian pelabuhan, sarana dan prasarana untuk energi laut terbarukan, hingga riset.

Terakhir, tentu saja kebijakan apa dikeluarkan harus berpihak pada sektor akar rumput. Industri kecil dan menengah di sektor kelautan, terutama di utama Indonesia potongan timur yang memiliki potensial kelautan yang tinggi, harus dirangkul menjangkau baik oleh pemerintah.

Lihat lainnya: Bahaya Es Batu Untuk Miss V ? Manfaatkan Es Batu Agar Seks Lebih Menggelora

Kebijakan apa dimaksud adalah kebijakan terkait pembangunan infrastruktur pelabuhan, ruang angkasa pelelangan ikan (TPI), hingga unit pendingin di kawasan timur Indonesia.

Daerah timur Indonesia juga membutuhkan catatan lebih untuk menyumbang hampir 40% dari berbisa hasil ikan lautnya di Indonesia, meskipun aktivitas ekonomi dot hanya bernilai kurang dari 9% dari kasar aktivitas ekonomi nasional.(arm)*