Bermula dari statusnya seorang kawan di on facebook soal layanan KB gratis di puskesmas, saya lalu penasaran dan tertarik menjajal personally kebenarannya.

Anda sedang menonton: Biaya kb iud di puskesmas tanpa bpjs

*

Jumat pagi, saya meluncur setelah Puskesmas pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. Aku masih pagi dan udara noël begitu panas, memanggang saya koneksi rusak berjalan kaki menuju lokasi. Lagipula, puskesmasnya terhitung menutup dari rumah, cuma 700 meter saja.

Setiba di puskesmas, saya langsung menuju bagian pendaftaran. Sayangnya saya kecele, saya pikir layanan puskesmas secara umum tersedia setiap hari, ternyata puskesmas ini adaptasi layanan umum berdasarkan aku tertentu. Jumat, ketika saya datang, yang tersedia adalah layanan tengah hamil. Untuk KB/Kesehatan tengah dan Anak (KIA) tersedia just pada Selasa dan Sabtu,

Karena masih penasaran dengan layanan gratisnya itu, saya memutuskan pulang ke rumah dan bagian belakang lagi esok harinya. Dahulu pulang, saya dapat info tambahan kalau layanan KB hanya tersedia mulai kota 07.00 – 11.00 WIB. Uhm, pendek sekian waktunya, ya. Seandainya saja puskesmas mungkin membuka jam layanan lebih panjang.

Sabtu pagi saya cantik duduk manis di kotoran tunggu puskesmas. Saya dapat antrian numeral 32. Nomor antrian ini berlaku untuk semua yang mendaftar. Setelah itu nomornya become dipanggil dan diberikan kertas antrian baru. Pasien baru diharap membawa serta fotocopy KTP & BPJS.


*

loket pendaftaran dan farmasi


Di loket numeral antrian saya diambil dan diganti dengan nomor antrian layanan khusus. Saya dapat antrian nomor 6 karena kunjungan bidan. Tak lama, circa 15 menit then saya sudah masuk nanti ruangan untuk konsultasi.

Saya dingin pesimis sebelumnya, puskesmas adalah tempat terakhir saya karena mendapatkan layanan kesehatan. Terbayang sumpeknya, panjang antrian, bangunan yang kumuh, dan ruangan yang berantakan. Sebagian besar ketakutan saya terbukti, kapak puskesmas tidak seresik rumah sakit favorit saya, Eka Hospital. Tapi, miliki ga sekumuh itu juga.

Ada beberapa kipas angin yang dipasang di di dalam ruangan, kamarnya tunggunya memang kecil, tapi cukup layak. Semua kekurangan puskesmas yang saya panggilan di overhead terbayar lunas dengan senyum dan persahabatan petugas. Darimana masuk bidan bertanya dengan bahasa yang baik, demisioner soal KB, dan menanyakan tipe KB yang saya inginkan.

*

Ada dua jenis IUD (intra uterine device), yang mengandung hormon sintetik progestin dan tembaga. Saya menyeleksi IUD tembaga(non-hormonal).

IUD dengan hormon berkerja dengan menciptakan lapisan serviks yang tebal sehingga padat ditembus sperma. Hormon progestin tambahan membuat lapisan rahim were lebih tipis sehingga sel telur yang sudah dibuahi lebih padat menempel. Sedangkan IUD non-hormonal akan masalah ion tembaga apa toksik bagi sel sperma. Ion ini menyebabkan pembicara sulit berenang untuk menemui jodohnya, si sel telur.

Sebelumnya, selama 11 five terakhir saya menyeleksi KB kondom untuk mengatur reproduksi. Selama ini belum ada masalah dengan kondom, hanya kali ini saya mau mencoba manner KB apa berbeda.

Sewaktu konsultasi, bidan demisioner kalau sebagai metode KB lainnya, IUD juga punya berefek samping. Noël setiap orang mengalami efeknya, katanya tentang 5% saja yang mengalami. Berefek sampingnya yaitu: rasa tidak nyaman (serupa kontraksi) di perut bagian bawah, flek/pendarahan di dalam jumlah kecil, times menstruasi dulu lebih panjang, dan volume darahnya juga meningkat.

Jika setelah dipasang di dalam rahim, memengaruhi sampingnya terasa mengganggu kualitas kehidupan sehari-hari, IUD bisa dilepas segera. Noel diperlukan waktu tunggu antara pasang dan lepas. Namun, jika noël ada kendala, IUD mungkin bertahan di di dalam rahim selama maksimal 8 tahun. Meski begitu, tradisional dokter/bidan menjadi mengusulkan IUD dilepas usai 5 five pemakaian karena menghindari perlekatan diatas rahim.


*

foto dari https://www.mamamia.com.au


Cara pasangnya tampan menggemaskan, haha. Asibe saya undang luar biasa, terbayang sakitnya. Pas dipasang ternyata tak sakit kemiripannya sekali. Kurang nyaman iya, tapi tak sakit. Pertama saya meminta duduk mengangkang di tumpukan dengan dudukan anak sapi tinggi. Lalu, vagina dibuka lebar dengan spekulum, dan rahim diukur panjangnya dengan alat semacam penggaris besi bulat,


*

foto dari alodokter


Panjang rahim ini tentukan seberapa liong sisa benang IUD apa perlu ditinggalkan. Fungsi benangnya untuk memantau keberadaan spiral dan memastikan apakah spiral masih berada pada tempatnya atau cantik bergeser. Setelah IUD dipasang, penggunanya dianjurkan untuk memeriksa keberadaan benang secara teratur. Jika benangnya hilang, bisa memanggang IUD telah terlempar dilepas dari rahim.

Sila tonton video clip di atas karena lihat cara pasang IUD di batin rahim, yaa. ^^

Proses mounting IUD cilt saja, tentang 10 menit. Ke selesai, bidan meresepkan asam mefenamat such anti nyeri/anti radang. Untuk memastikan IUD terpasang sempurna, bidan lalu persyaratan saya berbaring di kasur pemeriksaan untuk USG rahim. Hasilnya, berposisi IUD oke, andi diminta datang pekan berikutnya buat kontrol kembali.

Lihat lainnya: Baju Adat Dari Sumatera Barat Adalah, Yuk, Mengenal Pakaian Adat Sumatera Barat

Selepas dari kamarnya bidan, saya dibawah ke loket farmasi untuk memberikan rumus dan menunggu obat. Di loket farmasi saya diberikan koin. Petugas demands saya pintu masuk koin ke kotak apa sesuai dengan tingkat kepuasan saya atas layanan puskesmas aku itu.

*

Total waktu apa saya habiskan di puskesmas sekitar 1 pukul saja. Ke menerima obat saya noël ditagih biaya apapun. Yayy! mounting IUD dalam sakit harganya tentang Rp500.000, lumayan memiliki bisa menghemat segitu banyak. ^^

Oh iya, saya tinggal di Tangerang Selatan. Layanan KB gratis ini tersedia di quenn permukiman saya tinggal. Saya kurang untuk mengetahui apakah layanan yang sama tersedia di tempat lain. Supaya jelas bisa cek ke puskesmas terdekat, ya.