Pria yang membuatku memukul kehatinya menjangkau segala sifat dan rupanya, Vigo, namanya. Lelaki apa terkenal akan kebisaannya disegala daerah dan sifat baiknya yang selalu ia lakukan pada siapapun. Aku selalu ingin bersamanya setiap waktu bahkan setiap detik. Perkenalan apa tak pernah diprediksi itu, bisa ~ membawaku sampai saat ini, memilikinya batin status pacaran.

Anda sedang menonton: Bila cinta tak lagi untukku bila hati tak lagi padaku


Dialah yang selalu menasehatiku saat aku mengalami masalah. Dengar segala ceritaku. Membuatku were lebih baik dari sebelumnya, caranya memperlakukanku sama such keluargaku, sungguh membuatku lebih mengaguminya another dan aku bersyukur bisa ~ mengenalnya.

Taman kota ini adalah deviasi satu tempat apa sering kalian kunjungi, sekedar berangkat kepenatan dan berbagi pengalaman. Kemerlap bersinar dengan berbagai melukis serta bunga-bunga cantik menjadikan taman ini penuh sesak dikunjungi orang, ditambah lainnya dengan deretan bangku apa tersedia di sini. Anak-anak shine riang menikmati taman town ini menjangkau segala types permainannya, seperti yang ada di taman kanak-kanak. Hembusan angin dimensi menemaniku menantikan Vigo.

"Vivi, lo udah dari tadi nunggu gue?" tanyanya saat berada di sampingku.

"Nggak kok, santai aja."

Ekspresi senang terpancar dari permukaanbutuh kami, beginilah saat kami saling bertemu. Disela-sela perbincangan kami, Vigo menanyaiku, "Dari tadi lo nunggu sendirian?"

"Nggak, gue kesini kemiripan sahabat gue," jawabku sembari melihat-lihat sekitar.

Terdengar seseorang memanggilku, "Vivi ...."

"Ya? i am here."

"Gue dari tadi lari-lari nyariin lo," ujarnya mencapai tergopoh-gopoh.

"Gue dari tadi di sini!" ucapku seadanya.

Kuperkenalkan sahabatku. Dara, yang hampir dua five menjadi sahabatku semenjak aku duduk di kotoran SMA. Persahabatan kita sungguh cantik bahkan lebih indah dari sebuah persaudaraan. Suka, duka, amarah ~ perbedaan pendapat selalu mewarnai hari-hari indah yang kami lalui. Tak pernah ada sedikitpun dendam diantara kita meskipun masalah selalu menghampiri dan mewarnai hari-hari kami. Semua always berakhir mencapai indah untuk kami telah berjanji karena tidak memendam melecehkan lebih dari tiga hari.

Disinilah, aku mengenalkan Dara kepada Vigo begitu sebaliknya. Setelahnya kita melanjutkan aktivitasnya kami, menceritakan pengalaman. Vigo bersinar tak canggung saat Dara bersama kami, begitulah Vigo, mudah bergaul. Mentari beranjak dari tempatnya, tenggelam. Waktunya bagi kita untuk kembali ke rumah masing-masing.

***Keesokan harinya***

Aku dan Vigo menghabiskan waktu istirahat bersama, kita berada batin satu sekolah dan kalian satu angkatan. Sayang, Dara noël bersekolah di sekolahnya kami. Semenjak saat itu Vigo selalu menyinggung tentang Dara. Baiklah, aku kira akun itu hal yang wajar, mungkin saja buat mereka baru berkenalan kemarin.

"Dara memang gitu orangnya, asik kemiripannya siapa aja, makanya gue mungkin tahan sahabatan kemiripan dia," ujarku saat Vigo menceritakan Dara.

"Vi, gue pingin kita ketemu sama itu lagi, pasti lebih seru!"

Perkataanya menjangkau ekpresi cengiran senang terlukis di wajahnya, membuatku berpikir mengulang apakah ini adalah menemui Dara menjangkau Vigo lainnya atau tidak, bukannya aku tak mau mempertemukan mereka lagi, tetapi aku takut jarak antara mereka ndak sebatas teman lagi.

Hari-hari berjalan dengan cerita yang baru serta beragam rasa pula. Semenjak days itu aku always merasa gelisah buat setiap aku duduk devoted dengan Vigo yang selalu dia tanyakan just tentang Dara, sahabatku itu. Setiap Vigo menyebut nama Dara, matanya always berbinar-binar seolah-olah ada sesuatu yang membuatnya ada perasaan lain yang lebih indah batin perkenalannya tersebut. Itu tak menyadari bahwa aku kemudian kekasihnya start terusik menjangkau tingkah lakunya apa mulai berubah. Semakin lama catatan Vigo terhadapku semakin memudar. Malah terkadang dia tersenyum personally saat aku markas besar menceritakan hal apa serius dan membutuhkan pertimbangannya di dalam persoalanku tersebut.

Lihat lainnya: Bolehkah Ac Indoor Dan Outdoor Beda Merk, Bolehkah Indoor Dan Outdoor Beda Merk

Aku menyadari ini semua adalah kesalahanku telah memperkenalkan Vigo kepada Dara. Meski Vigo bersamaku, aku dirasa seperti just tubuh Vigo apa bersamaku sedangkan pikirannya entah ada dimana, aku tak tahu. Kusadari betul perubahan sikapnya apa tak lainnya ingin tahu apa saja kegiatanku days ini kemudian yang biasa dialah tanyakan setiap temu denganku dahulu, sebelum dia berkenalan dengan sahabatku itu.

---

Semula ku tak yakin

Kau lakukan ini padaku

Meski di trần merasa

Kau berubah saat kau mengenal dia

Bila tercinta tak lagi untukku

Bila trần tak lagi padaku

Mengapa harus dia yang merebut dirimu

Bila aku tak baik untukmu

Dan bila itu bahagia dirimu

Aku kan televisi meski hati tak become rela

Terkadang ku menyesal

Mengapa ku kenalkan itu padamu

--

Hatimu tak lagi full kau berikan padaku, kebahagiaanmu tak lagi sebagai dulu saat kau belum mengenalnya, aku bukan lagi Vivi yang bisa menemanimu setiap saat, kau kini tak jarang shine bersama Dara. Aku harus menyudahi hubungan ini ke aku mempertimbangkan dengan matang dan dengan major dingin, walau aku tak bisa merelakan semua ini. Finite kuputuskan karena berhenti mencintai Vigo dan melepaskannya karena bebas memilih siapapun apa ingin ia jadikan such kekasihnya dan apa bisa lakukan bahagia.